
Ke esokan harinya yaitu hari Senin tanggal 8 Januari Megumi dari semalam tidak bisa tidur atau lebih tepatnya ketika Megumi dan yang lainnya membereskan para pembajak Megumi tidak bisa tidur karena dia masih selalu memikirkan kejadian dia menteleport tapi tidak ke tujuan teleportnya. Dan Megumi masih memikirkan kemungkinan Rey masih hidup sangat besar, Rey terleport kemana karena penasaran Megumi meminta ketemuan Aisah khususnya adik Aisah yaitu Siti si pemilik skill pelebaran jarak karena sebenarnya Megumi ingin mencoba skill pencarian digabungkan dengan skill pelebaran jarak.
"Hallo Aisah bisa ga kita ketemuan" Megumi berkomunikasi dengan telepon.
"Bisa saja sih, dan kebetulan aku juga lagi ga ada kegiatan" Aisah berkomunikasi dengan telepon.
"Kita ketemuan di cafe dekat sekolah, oh iya sekalian bawa adik mu juga" Megumi berkomunikasi dengan telepon.
"Siti" Aisah berkomunikasi dengan telepon.
"Yap aku tunggu 1 jam dari sekarang" Megumi berkomunikasi dengan telepon.
"Ok" Aisah berkomunikasi dengan telepon.
Singkatnya satu jam berlalu lebih tepatnya jam 10.00 di cafe dekat sekolah Aisah dan Megumi.
"Ada apa Megumi kamu memanggil aku dan adikku" Aisah penasaran.
"Aku punya kabar bagus dan buruk" Megumi.
"Kamu mau mengatakan apa" Siti.
"Kalian mau kabar bagus dulu atau kabar buruk terlebih dahulu" Megumi.
Kemudian Aisah dan Siti berpikir sejanak dan berdebat sejenak untuk memutuskan setelah mereka berdua selesai berdebat mereka berdua memilih kabar yang buruk dulu.
"Kami ingin mendengar kabar buruk dulu" Aisah dan Siti.
"Ok kabar buruk nya Rey sudah gugur" Megumi.
"Hahahaha candamu lucu sekali Megumi kamu Rey kan" Aisah tertawa.
"Kak tidak sepertinya Rey benar-benar sudah gugur atau tewas" Siti mempertegas.
"Siti sudah terlihat dia itu bercanda" Aisah masih tidak mau mempercayai bahwa Rey sudah tewas.
Tidak lama Megumi menggunakan skill Ravael dan membuat candaan sedikit.
"Ternyata kamu tau ini aku" Megumi menggunakan skill Ravael.
"Sudah ku dunga" Aisah tertawa.
"Duga" Siti.
"Duh kakak ku kok gampang sekali di bodoh" Siti dalam hati.
Tidak lama Megumi berubah lagi karena tenaganya sudah tidak kuat menahan.
"Hahahaha Rey ga lucu kok kamu berubah lagi menjadi perempuan" Aisah masih tidak percaya bahwa dia sedang berbicara dengan Megumi bukan dengan Rey.
"Kak dia bukan Rey" Siti berusaha menyadarkan kakaknya.
"Eh jadi kamu berbicara Rey sudah tewas itu fakta" Aisah mulai aga percayai perkataan Megumi.
"haaah akhirnya kamu mengerti" Megumi.
Setelah mengetahui bahwa itu fakta Aisah langsung ke WC setelah di WC dia mengaktifkan skill ruang tanpa batas setelah memasuki ruangan tanpa batas Aisah langsung menangis dan menyalahkan dirinya yang tidak bisa menyelamatkan Rey. Setelah aga tenang Aisah keluar dari ruang tanpa batas setelah keluar Aisah langsung melihat dirinya di kaca lalu kemudian dia memcuci mukanya setelah mencuci muka Aisah langsung menggunakan make up untuk menutupi mata habis menangisnya. Setelah itu Aisah kembali kembali ke Megumi dan adiknya
"Tumben kak udah beres nangisnya" Siti.
"Siapa bilang aku menangis" Aisah dengan suara masih aga serak.
"Nah tuh buktinya hehehe" Siti.
"Aduh kakak sakit, kakak" Siti.
Setelah itu Aisah ingin mengetahui kabar bagusnya dengan bertanya langsung kepada Megumi.
"Megumi terus kabar bagusnya apa" Aisah.
"Kabar bagusnya adalah kemungkinan dia masih hidup" Megumi.
"Tunggu-tunggu maksudnya apa tadi kamu bilang Rey tewas tapi kok tadi kamu bilang kemungkinan Rey masih hidup" Siti bingung.
"Iya jadi yang benar yang mana" Aisah bingung juga.
"Aku juga tidak tau tapi yang aku tau dan aku lihat Rey itu tewas karena ledakan bersama pemimpin pembajak itu tapi ketika aku berteleport aku malah berteleport tempat yang bukan tujuan teleport ku" Megumi.
"Oh jadi maksudmu skill teleport itu terganggu oleh salah satu hal" Aisah.
"Iya jadi aku juga curiga sebelum pemimpin pembajak itu meledak Rey menggunakan skill teleport untuk menghindari ledakan itu tapi seperti nya Rey terteleport ke tempat entah berantah dan aku menyuruh kamu dan adik mu kesini aku ingin meminta bantuan kalian berdua untuk menggunakan skill pelebaran jarak" Megumi.
"Terus kamu akan menggunakan skill apa" Siti.
"Skill pencarian" Megumi.
"Kalo begitu tunggu apa lagi ayo kita lakukan" Aisah.
"Tapi nanti dulu" Megumi.
"Tunggu apa lagi" Aisah dan Siti.
"Itu habiskan dulu makan kalian" Megumi.
"Oh iya kita sampai lupa" Aisah dan Siti menghabiskan makanan yang mereka pesan.
Setelah mereka menghabiskannya mereka betiga menuju ke sekolah SMK 3/sekolah Megumi dan Aisah. Sesampainya di sekolah Megumi di sambut oleh pa Agus yang sudah mengetahui segalanya karena skill nya yaitu penglihatan masa depan.
"Hei Rey ups maksudku Megumi kalian kesini mau menggunakan skill benar" pa Agus.
"Wow ternyata aku tidak usah menjelaskannya lagi" Megumi.
"Pa kita ijin untuk menggunakan ruang klub ya" Aisah.
"Iya sok boleh tapi di ruang klub kalian ada pemandangan yang langka" pa Agus.
"Pemandangan langka?" Megumi dan Aisah.
"Liat saja sendiri nanti juga kalian tau" pa Agus.
Setelah itu mereka bertiga ke ruang klub Megumi dan Aisah ketika di pertengahan jalan Siti minta untuk mengelilingi sekolah dulu karena menurut Siti ini adalah pengalaman yang bagus untuk dia memilih sekolah dan menentukan sekolah mana yang akan ia pilih karena Siti sebenarnya sedang membedakan antara SMK khusus perempuan ITA dan SMK 3 karena Siti aga kebingungan memilih yang mana karena kedua sekolah itu sangat favorit di SMP Siti. Dan Siti juga sudah membuat janji dengan Ima untuk melihat sekolah SMK khusus perempuan ITA.
"Kak boleh kita berkeliling dulu sebelum ke ruang klub soalnya Siti bingung akan melanjutkan ke SMK 3 atau SMK khusus perempuan ITA soalnya ke dua sekolah itu paling di favoritkan di SMP ku" Siti.
"Boleh juga lumayan untuk menambah wawasan mu tentang SMK terus nanti kunjungan ke SMK khusus perempuan ITA kamu kesana akan dengan siapa?" Aisah.
"Oh kalo itu tenang saja kak aku sudah buat janji dengan kak Ima" Siti.
"Oh kalo begitu bagus lah, Megumi bisa ga kita berkeliling dulu sebelum ke ruang klub soalnya adik ku ingin melihat-lihat dulu sekolah kita" Aisah.
"Tidak masalah" Megumi.
Kemudian Megumi dan Aisah mengajak Siti berkeliling dan menjelaskan beberapa tempat yang mereka lewati, memberi tau tentang ekskul yang ada di sekolah sekaligus memberi tau jurusan yang ada di sekolah dan memperlihatkan ruang praktek jurusan yang ada disana walaupun cuman melihat dari jendela. Singkatnya mereka sudah mengelilingi dan tujuan akhir mereka adalah ruang klub ketika diruang klub mereka kaget tentang yang dikatakan pa Agus ternyata benar Megumi dan Aisah melihat sesuatu kejadian langka yaitu.