YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 23 DAN RENCANA RAHASIA



Setelah mereka bubar Rey dan Aisah langsung ke ruangan BK. Tetapi ketika di perjalanan ke ruang BK banyak yang membicarakan Ren dan Megumi karena di mata mereka Ren dan Megumi itu beruntung mempunyai seorang kakak yang berani berkorban demi adik-adiknya tetapi ada juga yang tidak suka terhadap Ren dan Megumi karena menurut mereka Ren dan Megumi memanfaatkan kebaikan kakak mereka karena mendengar itu Rey jadi aga bersalah atas perlakuannya.


"Aisah apakah yang aku lakukan sudah benar" Rey ragu.


"Hmm ya kalo menurut mu itu benar jalanin saja udah terlanjur kok" Aisah.


"Tapi mereka menjadi obrolan semua, dan aku jadi lebih bersalah terhadap mereka" Rey.


"Udah jangan terlalu di pikirkan aku punya rencana agar mereka tidak jadi pusat perhatian" Aisah.


"Hah gimana caranya" Rey.


"Tunggu saja ketika kumpul di ruangan klub" Aisah.


Setelah sampai di ruang BK Rey dan Aisah langsung di suruh masuk dan sebelum di berikan hukuman Rey dan Aisah di maki-maki dan di hina oleh pa Lasut setelah pa Lasut puas memaki dan menghina Rey dan Aisah pa Lasut langsung memberikan hukuman yang membuat mereka akan malu setengah mati karena hukuman itu tidak lazim.


"Ini adalah kotak yang di isinya ada instruksi untuk melaksanakan hukuman kalian setelah membuka ini kalian langsung laksanakan tugas yang ada di kotak itu" pa Lasut.


"Pa di bukanya kapan sekarang atau gimana kita" Rey.


"Itu terserah kalian yang penting besok kalian harus melaksanakan tugasnya" pa Lasut.


Kemudian Rey dan Aisah meninggalkan ruangan BK ketika keluar Rey menyarankan untuk menyembunyikan semua ini dari yang lain dengan cara kotak yang menjadi hukuman Rey dan Aisah di buat tranparan dan di simpan di atas ruangan klub mereka setelah melakukan semua itu Rey dan Aisah langsung ke kelas mereka dan ketika di kelas Rey dan Aisah langsung di hampiri oleh sahabat-sahabatnya karena mereka semua penasaran.


"Rey apa tugas nya sangat berat" Rina.


"Bang Rey kanapa nekat seperti itu ih" Asolani.


"Heeh sia mah Rey nekat sekali tapi urang bangga boga brother jiga maneh" Mail.


(Iya kamu Rey kenapa nekat sekali tapi aku bangga punya brother kaya kamu).


"Engga kok cuman membersihkan WC setiap pulang sekolah" Rey.


"Rey Aisah maaf kan aku yang ga bisa apa-apa" Megumi menahan tangis.


"Iya aa Rey Aisah maafkan Ren hanya jadi beban untuk aa dan Aisah" Ren menangis.


"Iya ini juga kewajiban aku sebagai kakak kalian jadi udah Ren jangan menangis lagi dan Megumi lepaskan saja sini" Rey tersenyum.


Kemudian Ren dan Megumi memeluk Rey dan menangis sekencang-kencangnya. Beberapa menit kemudian pelajaran pun di mulai. Singkat cerita setelah semua pelajaran selesai Rey, Ren, Megumi, Mail, Aisah, Rina dan Asolani meninggalkan kelas dan menuju ke ruangan klub untuk berbincang bincang dan melaksanakan kegiatan klub. Sesampainya di sana Rey melihat Yami yang sedang mengobrol dengan Sayo dan Kanzaki karena Rey penasaran soal yang tadi pagi yaitu soal ketika Megumi dan Ren Bangun mereka berdua harus segera kelapang dan Yami janji akan menjelaskannya di ruangan klub.


"Yami bisa kamu jelaskan yang tadi" Rey.


"Oh iya aku kan udah janji" Yami.


"Jelaskan apa Yami" Sayo.


"Gini kak tadi ketika di UKS skill Yami ga sengaja aktif dan di skill Yami, Yami melihat orang misterius datang dan masuk ke UKS untuk memarahi Megumi dan Ren dengan alasan yang ga jelas dan terus orang misterius itu menyalahkan mereka berdua karena kami ada di sana jadi aku, Sri, Yusha, Ravael, dan Aisah duluan kebawah tapi ketika aku akan keluar aku melihat lagi mereka akan kena marah lagi karena tidak kelapang dan kejadian itu 30 detik setelah mereka sadar" Yami.


"Oh terus orang misterius itu siapa" Kanzaki.


"Kalo itu teteh aku yang tau kak" Yami.


"Maksudnya Yani" Sayo.


"Yap" Yami.


"Tapi aku curiga kalo orang misterius itu adalah pa Lasut" Kanzaki.


"Kanzaki kamu jangan main tuduh aja lebih baik kita tanyakan kepada Yani orangnya" Sayo.


"Ya tapi kita cari Yani di mana" Kanzaki.


"Ah palingan sebentar lagi kesini" Mail.


15 menit kemudian


"Kok Yani belum kesini juga ya" Rina.


"Coba wa Rey" Mail.


"Lah Naha jadi urang nu kudu nga wa" Rey.


(Lah kenapa jadi aku yang harus wa)


"Karena kamu yang paling dekat dengan Yani" Mail.


"Lah kok gitu" Rey.


"Udah udah sini biar Yami yang wa" Yami.


Kemudian Yami mengirim pesan lewat wa kepada Yani.


[Teh mau ke ruang klub ga]{pesan Yami}.


[Ehm gimana nanti aja teteh lagi sibuk rapat OSIS]{pesan Yani}


[Tapi kalo ada waktu teteh sempetin ke sana]{pesan Yani}.


[Oh siap teh ditunggu kabarnya]{pesan Yami}.


[Ok]{pesan Yani}.


"Katanya teteh nanti kalo sempet kesini" Yami.


"Menang nya Yani lagi apa" Asolani.


"Rapat OSIS, emangnya Asolani kamu ga tau" Yami.


"Oh iya lupa aku keruang OSIS dulu aku lupa kalo ada rapat OSIS sekarang" Asolani langsung pergi.


"Megumi Ren bagaimana perkembangannya soal hukuman kalian" Kanzaki.


"Oh soal itu kakak kami yang ambil alih semua hukuman" Megumi merenung.


"Oh soalnya aku dapat bantuan dari kepala sekolah" Rey.


"Tapi kamu ga apa-apa menerima hukuman itu" Kanzaki.


"Engga sih kak aku rela melakukan apa saja demi melindungi senyuman mereka" Rey.


"Oh, ya kalo ga keberatan sih ga apa apa asal jangan memaksakan dirimu ya Rey" Kanzaki.


"Siap kak" Rey.


Setelah itu mereka menunggu Yani datang atau menunggu pesan dari Yani sembari main sebuah game 1 jam kemudian mereka masih belum dapat kabar dari Yani atau pesan dari Yani kemudian mereka menunggu lagi dan tidak terasa mereka menunggu sampai jam 5 sore. Karena belum ada pesan yang masuk mereka semua memutuskan untuk pulang ketika ingin pulang Yani mengirimkan pesan wa kepada Yami, dan isi pesan tersebut iyalah permohonan maaf tidak bisa keruang klub karena masih sibuk urusan OSIS setelah membaca pesan itu mereka semua pulang terkecuali Aisah dan Rey.


"Rey Aisah Naha te balik" Mail.


(Rey Aisah kenapa ga pulang).


"Sok Weh tiheula urang kan kudu ngabereskeun hukuman" Rey.


(Sok aja duluan aku kan harus membereskan hukuman).


"Oh ya ngegeus ari kitumah urang tiheula" Mail.


(Oh ya udah kalo gitu mah aku duluan).


"Huuh sok" Rey.


(Iya sok).


"Aa Rey mau Ren bantu" Ren.


"Iya Rey aku bantu" Megumi.


"Udah ga usah mending kalian pulang dulu ga baik kalo perempuan pulang malem" Rey.


"Tapi Rey Aisah kan perempuan" Megumi.


"Oh iya, nanti Aisah aku antar jadi kalian pulang duluan" Rey.


Setelah itu mereka semua pulang, terkecuali Megumi dan Ren mereka berdua bersembunyi di dalam ruangan klub tersebut dengan menggunakan skill Megumi yaitu tranparan untuk menghilangkan raga Megumi dan Ren ditambah Megumi menggunakan skill penghilang keberadaan yang ia copy di garis dunianya.


"Ren kita mending jangan pulang dulu aku curiga Rey menyembunyikan sesuatu dari kita" Megumi.


"Gimana caranya teh kan aa Rey sangat peka dengan keberadaan orang di sekitarnya, jangan kan orang aa Rey peka dengan keberadaan kamera yang ingin memotretnya diam diam" Ren.


"Iya itu teteh tau kan teteh juga doppelganger nya Rey" Megumi.


"Oh iya Ren lupa, terus gimana caranya" Ren.


"Sini kamu Ren" Megumi.


"Iya" Ren mendekat ke Megumi.


"Skill tranparan aktif, skill penghilang hawa keberadaan aktif" Megumi memeluk Ren.


"Diam sebentar Ren teteh ikat tangan kanan mu dengan tangan kiri teteh agar teteh ga kehilangan kamu" Megumi mengikatkan tali agar tidak terpisah dan terus terhubung.


Setelah itu mereka berdua masuk lagi ke ruangan tersebut.


Keadaan sebelum Megumi menggunakan skill.


"Nah sekarang udah pulang semuanya jadi gimana caranya agar mereka berdua tidak terkena dampak dari kejadian ini Aisah" Rey.


"Oh ini juga baru kemungkinan aku, aku juga belum yakin dua skill ini bisa di gabung" Aisah.


"Hah skill apa" Rey.


Tiba-tiba pintu terbuka yang membuat Aisah ketakutan.


"Rey apa kah itu pintu terbuka sendiri" Aisah kaget ples ketakutan.


"Paling cuman angin, mereka nutupnya ga bener" Rey langsung menutup pintu.


"Terus skill apa aja yang kamu maksud" Rey.


"Oh ini yang ke satu skill perubah pikiran" Aisah.


"Maksud mu skill pencuci otak" Rey.


"Bisa di bilang seperti itu bisa juga engga karena skill ini cuman bisa menghilangkan dan mengubah sebagian dari ingatan, tapi radius skill ini cuman 1 meter" Aisah.


"Terus skill keduanya apa" Rey.


"Skill keduanya adalah skill yang di miliki adik yang skillnya aku curi ketika aku masih di markas sialan itu" Aisah.


"Hah curi maksudmu apa" Rey.


"Maksud ku skill yang aku miliki sebenarna nya adalah skill pencuri skill orang lain aku tau ini ketika aku sedang bersama Yani" Aisah.


"Tuh kan bener firasat aku ketika waktu itu, dan mulai sekarang aku harus hati-hati dengan Aisah" Rey dalam hati.


"Terus ke dua skill itu kamu belum pernah coba gabungkan" Rey.


"Kalo soal itu tidak bisa aku cuman bisa mencuri dan menggunakan skill hasil curian aku" Aisah.


"Oh jadi dengan kata lain kamu tidak bisa menggunakan penggabungan skill" Rey.


"Yap tapi Rey kamu coba gabungkan kedua skill ini semua bisa" Aisah.


"Bagaimana aku tau skill itu kan kamu tau sendiri aku harus liat cara menggunakan skillnya baru aku bisa mempraktekannya" Rey.


"Oh iya, kalo begitu ayo ikut aku kita cari orang yang mau di ubah pikirannya" Aisah.