YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 3 DAN IKUT SERTA



Setelah di UKS ternyata Rey tidak apa-apa.


"Kamu tidak apa-apa" Bu Yuna.


"Tuh kan Yani sudah ku bilang aku tidak apa-apa jadi jangan khawatir" Rey.


"Walaupun begitu aku masih tetap saja khawatir ke pada mu Rey aku takut kamu seperti waktu itu hilang ingatan" Yani.


"Oh kalo gitu makasih telah menghawatirkan ku" Rey sembari mengelus kepala Yani.


Karena kepala Yani di usap oleh Rey muka Yani langsung memerah karena malu dan senang.


"Loh Yani kok muka kamu merah kamu tidak apa-apa" Rey bingung.


"Tidak apa-apa aku cuman senang saja" Yani.


"Senang kenapa" Rey.


"Rahasia" Yani langsung keluar dari UKS dengan perasaan sangat bahagia.


Setelah Yani Bu Yuna langsung menanyakan sesuatu kepada Rey.


"Rey kamu lagi ada pikiran ya?" Bu Yuna.


"Eeeeengga kok Bu" Rey.


"Jangan bohong ibu tau karena gerak-gerik kamu seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu" Bu Yuna.


"Iya Bu sebenarnya aku dan Asolani di suruh oleh pa Salman untuk ikut lomba memasak" Rey.


"Oh lomba memasak se-Indonesia itu" Bu Yuna.


"Hah Bu bilang apa tadi" Rey kaget.


"Lomba memasak se-Indonesia" Bu Yuna.


"Coba sekali lagi" Rey.


"Memangnya kenapa Rey seperti tidak percaya" Bu Yuna.


"Bukan tidak percaya Bu aku cuman ingin memastikan saja" Rey.


"Hmm lomba memasak se-Indonesia atau di sebut MCI(master cook Indonesia)[nama lomba ini tidak ada sangkut pautnya dengan aslinya/ini hanya sebuah hayalan dari author]" Bu Yuna.


"Aku pikir cuman antar sekolah ajah Bu" Rey kaget.


"Engga se-Indonesia dan aku yang merekomendasikan kamu dan Asolani soalnya ketika kita menginap di sekolah kan kita mengadakan lomba memasak kecil-kecilan ples yang kamu berdebat dengan Asolani karena bawah putih satu sihung" Bu Yuna.


"Jangan di ingatkan lagi dong Bu malu" Rey.


"Iya-iya maaf nah dari situ ketika ibu mencicipi makanan kamu dan Asolani ibu merasakan hal yang luar biasa" Bu Yuna.


"Maksudnya tidak enak gitu Bu" Rey.


"Bukan malahan makannan kamu dan Asolani melebihi makannan yang di buat Ima dan karena itu juga bu ingin kamu shokugeki (adu memasak) dengan Ima tapi ternyata Ima sudah tidak sekolah lagi di sini sayang sekali" Bu Yuna.


"Memangnya kenapa Bu, ibu ingin aku shokugeki (adu memasak) dengan Ima" Rey bingung.


"Soalnya di raut wajah Ima seperti sudah bosan memasak karena teman-teman seangkatannya atau semua murid jurusan boga sudah tidak ada yang mampu mengejar kemampuan masak Ima dan ketika ibu bingung bagaimana cara mengembalikan semangat Ima ibu merasakan masakan kalian berdua masakan kalian berdua sudah sejajar dengan masakan Ima" Bu Yuna.


Setelah mendengar curhatan Bu Yuna Rey langsung keluar dari ruangan UKS dan kemudian Rey memberi pesan WA ke Asolani yang isi pesannya adalah.


{Asolani kayanya aku akan ikut lomba memasak itu}(pesan Rey).


Tidak lama Asolani membalas pesan tersebut.


{Benarkah kamu akan ikut bang Rey}(pesan Asolani)


"Weizz cepat sekali dia membalas pesannya" Rey dalam hati.


{Iya aku akan ikut serta dalam lomba itu}(pesan Rey).


{Ya sudah hayu kita cari pa Salman}(pesan Asolani).


{Ternyata pa Salman ada di hadapanku, Asolani kamu akan ikut serta apa tidak}(pesan Rey).


{Eh ada pa Salman di sana, Tentu saja aku ikut : ) }(pesan Asolani).


"Jadi gimana Rey kalian berdua akan ikut dalam loba ini" pa Salman.


"Eh bapa belum bilang ya" pa Salman.


"Belum pa" Rey kesal.


"Iya dan bapa kebingungan untuk menentukan perwakilan dari sekolah kita karena murid-murid boga angkatan sekarang kemampuannya tidak ada yang bisa melampaui kemampuan Ima dan untungnya ketika bapa bingung Bu Yuna merekomendasikan kalian berdua" pa Salman.


"Kok bapa bisa percaya sama Bu Yuna" Rey.


"Oh itu jawabannya sangat simpel soalnya Bu Yuna tidak pernah berbohong kalo soal kemampuan anak didiknya. Jadi gimana kalian mau ikut tidak" pa Salman.


"Ok pa aku dan Asolani akan ikut" Rey.


"Kalo begitu besok kalian ke ruang praktek boga untuk seleksi lebih lanjut" pa Salman.


Pa Salman pun langsung pergi karena masih banyak urusan yang harus pa Salman selesaikan. Karena bingung Rey harus kemana lagi Rey memutuskan untuk kembali ke ruang klub sesampainya di ruang klub Rey kaget karena di ruang klub ada Ucok Kamui dan seseorang yang berambut panjang pirang mengunakan topeng.


"Kalian mau menyuruh aku melakukan perampokan" Rey panik.


"Tenang-tenang aku kesini cuman mau memberitahu kepada mu sesuatu" Ucok.


"Memberi tau soal apa" Rey.


"Dengar-dengar kamu akan ikut acara MCI" Ucok.


"Iya memangnya kenapa" Rey.


"Tidak apa-apa. Aku cuman mau mengatakan siap-siap saja sekolah ini akan diambil alih oleh ku dan siap-siap saja kalian kalah karena si jenius di bidang memasak ada di pihak ku" Ucok.


"Memangnya lomba itu mempertaruhkan sesuatu atau semacamnya" Rey kembali dingin.


"Tidak cuman juara 1 dari lomba itu mendapatkan 1 hak istimewa" Ucok.


"Maksudnya" Rey.


"Kok lu udah gua didik masih bego aja" Ucok marah.


"Bos tenang jangan marah-marah dulu" orang misterius samping Ucok.


"Ngomong-ngomong dia siapa" Rey.


"Oh maaf aku lupa tidak memperkenalkannya dia adalah Kimi tentu saja itu adalah nama samarannya dia adalah salah satu kontestan yang akan setim dengan Ima di lomba nanti dan sebelum kita pergi aku mau kamu mencicipi masakan buatan nya" Ucok langsung pergi dengan Kimi mengunakan aura hitam.


Kemudian Rey membuka kotak/masakan tersebut ternyata makan itu sangat bau walaupun bau tapi Rey seperti penasaran dengan rasanya kemudian Rey mengambil sedikit dari makan itu ketika di cicipi ternyata makanan itu sangat lezat. Ketika mencicipi yang kedua kalinya Rey seperti merasa neraka kelezatan suatu makanan. Kemudian Rey memberi pesan WA ke Asolani untuk segera datang ke ruang klub.


Tidak lama Asolani sampai di ruang klub setelah Asolani sampai Rey langsung menyuruh Asolani mencicipi makanan yang dibawa oleh Kimi dan Ucok awalnya Asolani ragu untuk mencicipi nya tapi setelah di yakinkan oleh Rey Asolani mau mencicipi makanan nya setelah di cicipi respon yang sama muncul Asolani setelah mencicipi makanan tersebut ia juga merasa seperti ada di neraka kelezatan.


Kemudian Rey dan Asolani membawa makanan itu ke pa Salman merekapun kebingungan untuk mencari pa Salman dan mereka memutuskan istirahat sejenak di UKS karena mereka sedang berada di dekat UKS. Ketika mereka lagi duduk keluar lah pa Salman yang langsung menyapa mereka berdua.


"Eh Rey, Asolani sedang apa kalian disini" pa Salman.


"Kebetulan bapa ada di sini aku mau bapa cicipi ini" Rey langsung membukanya kota makan tersebut.


"Apa ini bau menjijikan sekali" pa salman menutup hidung.


Karena bau dari makanan Bu Yuna ikut keluar dan menanyakan bau tersebut.


"Ini bau apa sih" Bu Yuna.


"Bau ini Bu" Asolani.


"Kalian kenapa bawa makan bau seperti itu" Bu Yuna.


"Bu pa bukan soal baunya pa Salman sama Bu Yuna cobain sedikit saja makan ini baru bicara lagi" Rey.


Pada awalnya mereka pun menolak karena bau dari makanan tersebut tetapi muka serius dari Rey dan Asolani membuat mereka berdua ingin mencicipi.


"Iya iya kita akan cicip" pa Salman.


Reaksi mereka berdua pun sama seperti Rey dan Asolani mencicipi makanan tersebut.


"Apaan ini dari bau sangat menjijikan tapi ketika aku coba seperti siksaan kelezatan yang aku dapat bertubi-tubi" pa Salman dalam hati.


"Iya kita seperti sedang di sucikan karena masakan ini" Bu Yuna dalam hati.


"Kita seperti di neraka kelezatan yang terus menyiksa kita dengan lezat nya makanan" Bu Yuna dan pa Salman dalam hati.


Karena itu pa Salman dan Bu Yuna menyuruh Rey dan Asolani untuk latihan intensif di sekolah sampai masakan mereka melebihi makannan yang mereka semua rasakan.