
Pertandingan terakhir yaitu Mail vs Ren.
Tema perdandingan terakhir yaitu membuat makanan penutup, antara Mail dan Ren mereka berdua membuat makanan yang sama yaitu puding dengan bahan-bahan yang instan karena mereka berdua menggunakan puding instan yang sangat mudah untuk dibuat dan ada banyak di warung. Tetapi ada yang spesial dari kedua puding yang mereka buat yaitu Mail membuat puding dengan campuran buah dan Ren membuat puding dengan campuran sayur.
Ketika membuat mereka berdua seperti tidak ada celah untuk membuat kesalahan walaupun mereka membuat puding ada saja yang membuat pertarungan mereka gregetan yaitu ketika mereka berdua membuat kesalahan kesalahan Ren tidak memasukan bubuk puding instan di airnya sedangkan Mail kesalahannya yaitu tidak menyalakan kompornya tetapi mereka menyadari kesalahannya secara bersama setelah membenarkan kesalahan masing-masing mereka berdua langsung berfokus kepada komponen utamanya yaitu Mail ke buah-buahan nya dan Ren ke sayur yang akan di olah.
Ketika plating makan mereka berdua melupakan komponen terpenting yaitu gula, bukan mereka lupa memberi gula melainkan kan komposisinya yaitu Ren terlalu banyak memberikan gula sedangkan Mail terlalu sedikit memberikan gula pada pudingnya. Tetapi kesalahan itu bisa di netralisir oleh bahan utama mereka, Ren agar bisa sedikit menutupi rasa manis Ren memperbanyak menggunakan sayur yang aga pahit walau sedikit aneh sedangkan Mail untuk meningkatkan rasa manisnya mail membuat jus buah sawo untuk saos nya.
Dan makan yang telah jadi duluan yaitu puding Mail.
"Silahkan nikmati" Mail.
"Em kamu ini bikin apa il" Sayo.
"Oh itu puding saos jus sawo" Mail.
"Hah saos sawo, ini cara buatnya gimana" Pa Agus.
"Oh itu saya memblender sawo tapi tidak mengunakan air, lalu saya panasaran di wajan dengan di tambah parutan jahe, setelah itu saya menunggu si jus nya mengental" Mail.
"Ok kita coba" Bu Yuna.
"Em rasa apa ini seperti aku serasa di lamar oleh 2 laki-laki tapi ada rasa nya yang masih seperti tertinggal" Bu Yuna dalam hati.
"Ini sebenarnya enak tapi kamu ada kesalahan ketika kita mencoba pudingnya itu membuyarkan rasanya" Sayo.
"Dan sekarang kalian campurkan bahan yang ada di cangkir kecil itu" Mail.
Setelah bahan rahasia buatan Mail di campurkan para juri seperti menggambarkan kebahagian yang tiada Tara.
"Sah sekarang makanan ini enak atau tidak" Mail.
Tidak lama kemudian Pa Agus menangis.
"Rasa ini mengingatkan aku dengan mendiang Isrti saya, saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi" Pa Agus.
Tidak lama kemudian masakan Ren juga selesai.
"Nah sekarang nikmati makanan buatanku" Ren.
"Ren kamu ini membuat apa" Bu Yuna.
"Itu puding sayur" Ren.
"Hah namanya ga di keren-kerenin seperti yang lain" Sayo.
"Ga males mikir" Ren.
"Ok kita coba dulu ya" Pa Agus.
Ketika para juri mencicipi makanan para juri seketika menangis bahagia karena mereka semua ketika mengambil sendokan pertama mereka merasa seperti makan dengan keluarga mereka masing-masing dengan canda tawa sebuah keluarga. Setelah itu juri memilih Ren sebagai pemenangnya dan Mail pun menerima kekalahannya. Setelah itu mereka semua yaitu. Rey, Ren, Asolani, Rina, Mail, Yami, dan Yani makan bersama merasakan masakan masing-masing dan di karenakan hasil seri mereka tidak mendapat hadiah maupun hukuman.
Setelah makan-makan itu mereka langsung mengemas barang-barang dan tidak lupa mereka berfoto ria untuk mengabadikan kegiatan klub mereka. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing dan sebelum mereka pulang mereka berjanji untuk menjadi sahabat selamanya.
3 Desember hari Senin jam 15.00 setelah kelas selesai Rey, dan Mail duluan ke ruang klub meninggalkan Ren dan Rina yang sedang piket ketika di ruangan klub Rey dan Mail mereka bermain game sembari menunggu yang lain tidak lama kemudian ada seorang pemuda yang masuk ke ruangan klub Mantuan.
"Permisi ini benar klub Mantuan" pemuda.
"Iya ada yang kami bisa bantu dan pertama sebutkan nama" Mail.
"Nama saya Kevin saya ingin konsultasi tentang masalah saya" Kevin.
"Ya coba ceritakan masalah mu" Mail.
"Bekangan ini aku suka tiba-tiba kehilangan kesadaran ketika ada yang ingin membully ku tapi ketika kesadaran ku kembali yang membully ku tiba-tiba telah babak belur dan tergeletak di tanah" Kevin.
"Mail masalah ini aku serahkan ke pada mu bye" Rey langsung kabur menggunakan skill teleportnya.
"Anjing sia Rey langsung kabur" Mail kesal.
"Woy temen lu yang tadi siapa" Kevin.
"Hah kok kepribadian nya langsung" Mail dalam hati.
Ketika Mail memberi tahu mana Rey ini adalah sebab dari hal yang akan merepotkan Rey di kemudian hari.
Di sisi Rey yang menggunakan skill teleportnya Rey tidak sengaja ke teleport di lokasi Kevin menghabisi para membully nya.
"Nj(i)r kejam juga perlakuan Kevin ke pada para pembully nya" Rey.
Rey pun membangunkan salah satu korban.
"Woy kamu tidak apa apa" Rey pura-pura tidak tahu.
"Eee kamu siapa" korban yang setengah sadar.
"Saya Rey dari sekolahan yang sama seperti kalian, kamu sendiri siapa dan siapa yang membuat kalian babak belur seperti ini" Rey.
"Eh itu tidak penting kamu mau menuruti permintaanku" korban.
Ketika korban mengatakan seperti itu Rey dengan tidak sadar telah mengcopy skill korban skill nya yaitu CCTV berjalan(yaitu kemampuan yang dapat merekam suatu kejadian dan rekaman tersebut bisa diperlihatkan kepada orang lain asal ada salah satu perangkat pemutar video) Rey pun seperti mengalami kejadian pembantaian yang di lakukan Kevin dan pembully an yang di berikan kepada Kevin.
"Ya permintaan kamu apa" Rey.
"Tolong balaskan dendam ku ke kev-" korban yang langsung pingsan.
"Pasti yang dia ingin katakan balas dendam kepada Kevin, tapi aku tidak mau karena kalian dulu yang memulainya" Rey.
Setelah itu karena Rey tidak ingin terlibat lebih jauh dia meninggalkan para korban Tampa membawa mereka ke UKS ketika Rey meninggalkan ruangan tersebut tidak sengaja ada yang melihat Rey di sana dan menuduh Rey sebagai pelaku pembantaian. Tetapi Rey tidak begitu peduli. Dan melanjutkan perjalanan ke ruang klub. Tetapi ketika di tengah jalan Rey di kejar oleh orang yang melihatnya tadi. Karena Rey merasa tidak bersalah Rey dia tidak berlari karena Rey pikir orang itu ingin ke suatu tempat.
Tetapi anggapan Rey salah orang itu ternyata langsung menyeret Rey ke ruangan yang sepi dan memukul perut Rey dengan keras, sampai Rey tumbang.
"Kamu telah memukuli teman-teman ku ini belum seberapa dari apa yang kamu telah lakukan pada teman ku"
"Aku salah apa ku kamu tiba-tiba menyeret dan memukul ku" Rey
"Berisik kau iblis biadab" sembari menendang perut Rey.
Tidak lama ketika Rey di pukuli di tempat entah berantah, kebetulan Bu Yuna lewat di depan ruangan tersebut. Dan kebetulan sekali Bu Yuna mendengar ketika Rey di tendang.
"Woy yang di dalam siap-siap kalian masuk ruang BP" Bu Yuna.
"Cih ada guru lagi. liat saja Rey kamu akan habis di tangan ku" sembari meloncat melewati jendela.
"Alhamdulillah ada Bu Yuna" Rey.
"Hah yang di dalam siapa" Bu Yuna.
"REY" Rey yang langsung pingsan.
"Woy Rey buka pintu, Rey Rey Rey kamu tidak apa-apa Rey cepat jawab ibu" Bu Yuna.
Karena tidak ada jawaban Bu Yuna terpaksa mencari bantuan untuk mendobrak pintu, setelah di dobrak terdapat Rey yang sedang terbaring dengan beberapa luka memar di muka dan perutnya, dan tidak pikir panjang Bu Yuna menyuruh yang mendobrak pintu untuk membawa Rey ke UKS. Dan untung nya nametag Rey tertinggal di ruangan klub, jadi yang tadi memukuli Rey tidak akan tau nama dan kelas. Ketika Bu Yuna sampai di UKS kebetulan di sana ada Sayo yang sedang ada urusan di UKS.
"Bu Yuna ini Rey kenapa" Sayo.
"Oh dia korban pemukulan" Bu Yuna.
"Kenapa aku tidak tau aku tidak guna sebagai roh pelindungnya Rey kenapa sih kamu tidak menganggap aku alat agar aku bisa melindunginya" Sayo.
Ketika mendengar perkataan itu Rey menjadi setengah sadar dan mengatakan.
"Aku tidak akan mengagap mu sebagai alat aku bersyukur bisa melihat mu hidup bebas" Rey yang kembali pingsan.
"Rey kamu jangan berkata apa-apa dulu" Bu Yuna.
Setelah itu Rey di tidurkan di kasur setelah itu Bu Yuna berpesan kepada Sayo.
"Sayo katakan kepada anggota klub yang lain Rey telah pulang duluan karena ada beberapa urusan" Bu Yuna.
"Kenapa tidak jujur saja" Sayo.
"Aku tidak ingin ada keributan dari masalah ini dan sampaikan pada mereka, mereka memiliki tugas ungkap siapa yang telah melakukan pemukulan kepada para murid" Bu Yuna.
"Siap Bu" Sayo.