Way Back Into Love

Way Back Into Love
Makan Malam



Flora tersenyum pada Mamanya.


Flora hendak menjawab pertanyaan Melani tetapi hal itu harus terjeda karena ada bunyi bel pintu yang terdengar.


"Aku lihat siapa yang datang dulu ya ma" ucap Flora lalu bangkit dari duduknya.


Melani melihat ke arah Emil.


"Apa orang tua Liam sudah mulai tidak setuju pada hubungan mereka? Mengingat keluarga kita yang bermasalah" Melani sangat takut kalau putrinya akan sakit hati.


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kamu tahu sendiri Liam begitu menyayangi anak kita. Dia pasti berjuang" sahut Emil.


Melani tetap saja khawatir walau dia tahu kalau Liam memang terlihat begitu mencintai Flora.


Tak berapa lama Flora kembali masuk ke dalam rumah.


Melani yang awalnya khawatir menjadi tersenyum lega ketika melihat Flora masuk tidak sendiri, melainkan bersama dengan Liam yang menenteng banyak paper bag di tangannya.


"Selamat malam Ma, Pa" sapa Liam menghampiri Melani dan Emil lalu menjabat tangan mereka bergantian.


"Maaf baru sempat datang, Aku ada pekerjaan di luar negeri" ucap Liam menjelaskan.


"Ini aku bawa sedikit oleh-oleh" ucapnya pula.


"Terima kasih ya Liam" balas Melani sambil menerima oleh-oleh yang Liam bawakan.


"Papa kira kamu kemana, hampir seminggu tidak pernah datang" Emil mengungkapkan isi hati Melani.


"Iya pa, kerjaan sedang banyak-banyaknya" sahut Liam.


"Ayo makan bersama, Ilona masak enak" Melani menawarkan makan pada calon menantunya.


"Tunggu ya aku ambilkan dulu" ucap Flora lembut.


Flora menganggukkan kepala lalu bergegas masuk ke dalam dapur untuk mengambilkan makanan dan minuman buat Liam.


Tak berapa lama Flora sudah kembali dengan sepiring spaghetti dan sepiring kecil cake serta tak lupa juice jeruk kesukaan Liam.


"Silahkan" ucap Flora setelah makanan dan minuman tersebut sudah dia letakkan di depan Liam.


"Makasih ya" Liam kembali mengucapkan terima kasih pada Flora.


Flora tersenyum sambil menganggukkan kepala kecil lalu duduk disebelah Liam. Mereka pun mengobrol santai hingga tanpa terasa makan malam pun berakhir.


Melani tersenyum memperhatikan interaksi antara Liam dan Flora yang begitu manis menurutnya.


....


Waktu berlalu dengan cepatnya. Tak terasa dua tahun telah berlalu.


Saat ini Sarah masih mengalamai stroke dan tidak bisa bergerak sama sekali. Hans sudah menarik laporannya karena Melani pun mengatakan tidak ingin memperpanjang masalah. Menurut Melani tidak ada yang perlu dia permasalahkan. Dia dan Emil sudah bersatu, Flora pun sudah bersama mereka. Tidak ada lagi yang perlu dia perpanjang.


Walau Melani sudah memaafkan tapi sepertinya Sarah tetap harus mendapatkan karma dari perbuatannya, terlihat dari tidak ada perkembangan sama sekali dari penyakitnya.


Walau sadarkan diri tapi dia tak ada bedanya dengan mayat hidup. Tidak bisa bergerak, berbicara dan makan. Sarah harus makan menggunakan selang yang dihubungkan ke lambung.


Sarah terus meneteskan air mata, hanya penyesalan saja yang bisa dia rasakan saat ini.


Hans sudah menceraikannya dan dia tidak mendapatkan harta sedikitpun. Aulia pun tidak kebagian harta karena memang kekayaan itu adalah milik mendiang Ibu kandung Emil.


Tapi Hans tidak sejahat itu, dia tetap membiayai pengobatan Sarah karena bagaimanapun juga Sarah adalah Ibu dari anaknya.


Hans memberikan hartanya sepenuhnya untuk Emil kelola. Emil sebenarnya enggan, tapi dia tetap harus menerimanya karena biar bagaimanapun juga semua harta itu adalah milik ibunya.


Bersambung....