Way Back Into Love

Way Back Into Love
Kamu siapa ya?



Hingga malam tiba, yang katanya Mama Flora hingga saat ini belum juga tiba. Samuel sudah pulanh lebih dulu menyisakan Liam yang saat ini tentu saja menemani wanitanya dan tidak akan pernah dia tinggal.


Waktu sudah menunjukkan jam 1 dini hari, Flora dan Liam sudah sama-sama tertidur. Liam tidur terduduk di kursi disebelah ranjang Flora dengan kepala disandarkan di ranjang.


Tak berapa lama seorang wanita berusia 40 tahunan masuk ke ruang rawat inap Flora. Dia begitu terkejut melihat seorang pria menemani putrinya disini.


Wanita itu yang bernama Melani menepuk pundak Liam beberapa kali hingga bukan hanya Liam yang terbangun tetapi juga Flora.


"Kamu siapa ya?" tanya Melani.


Liam membenarkan duduknya karena merasa sedikit pusing akibat baru bangun tidur. Flora sendiri sudah mendudukkan dirinya. Flora bisa melihat pantulan dewasa dirinya pada Melani.


"Apakah ini Mama? Lalu kenapa aku dititip di panti asuhan sebelumnya?" batin Flora dengan tatapan menilai.


Liam berdiri lalu memperkenalkan diri.


"Saya Liam Alvaro tante, teman dekat Flora" ucap Liam sambil menjabat tangan Melani.


Melani mengerutkan keningnya.


"Tante Ibunya Flora?" tanya Liam pula.


"Siapa Flora?" tanya Melani masih terheran.


Bukan Liam yang menjawab, tapi Flora yang menjawab.


"Aku Flora Anastacia, apa benar Anda Mamaku?" jawab Flora dengan mengajukan pertanyaan sekaligus.


Melani hampir terhuyung mendengar jawaban Flora, andai dia tidak berpegangan di sisi brangkar mungkin dia sudah terjatuh.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Liam.


Melani menggelengkan kepalanya. Liam lalu membantu Melani untuk duduk di tempatnya tadi.


"Kamu tidak mengenali Mama?" tanya Melani terdengar sendu.


Flora dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Apa saja yang kamu ingat nak?" tanya Melani pula.


"Aku hanya ingat dibesarkan di panti asuhan" jawab Flora apa adanya.


Melani sudah tidak bisa menahan laju air matanya. Dia mulai menceritakan bagaimana bisa Flora berada di panti asuhan.


"Dulu Mama dan Papamu menjalin hubungan terlarang, kami tinggal bersama tanpa hubungan pernikahan hingga kamu tumbuh di rahim Mama" Melani memulai ceritanya.


"Papamu sudah ingin bertanggung jawab tapi karena status sosial kami yang berbeda keluarga Papamu tidak merestui kami".


Flora dan Liam hanya mendengarkan tanpa berniat mencela sama sekali.


"Papamu menyerah pada hubungan kami dan memilih berpisah karena lelah melawan orang tuanya."


Melani semakin terisak saat bercerita.


"Saat kamu lahir Mama mengalami baby blues dan hampir gila, tanpa sepengetahuan Mama keluarga Papamu membawa kamu ke panti asuhan".


Terlihat sekali kekecewaan dimata Melani.


"Bertahun-tahun Mama mencarimu akhirnya Mama bisa bertemu denganmu, tapi ternyata Tuhan belum berpihak pada Mama. Kamu mengalami kecelakaan dan koma selama empat tahun ini" Melani menutup ceritanya.


"Maafkan Mama yang lambat menemukanmu ya nak" Melani terlihat begitu menyesal.


Flora tidak ingin lagi mempermasalahkan apa yang sudah terlanjur terjadi. Semua itu sudah menjadi kuasa yang di atas.


"Tidak apa-apa Ma, bisa bertemu dengan Mama lagi saja aku sudah sangat bersyukur" balas Flora yang sudah ikut berlinang air mata.


Melani bangkit dari duduknya lalu memeluk putri yang begitu dia sayangi.


"Maafkan Mama, Karena perbuatan Mama dulu kamu tidak bisa merasakan kehangatan keluarga. Mama sangat menyesal" Melani terisak sambil memeluk Flora begitu erat.


Bersambung....