
“Sebenarnya aku tidak yakin pernah bertemu sebelumnya, seingatku aku hanya tahu namanya Liam” jawaban pasrah yang bisa Flora sampaikan pada Zayn.
“Aku tidak tahu apakah Anya pernah bertemu dan kenal Liam sebelumnya. Aku sama sekali tidak tahu” lanjutnya.
Flora tidak sepenuhnya berbohong karena memang dia tidak tahu apakah Liam dan Anya pernah bertemu sebelumnya.
Zayn nampak menganggukkan kepalanya.
“Kamu sama sekali tidak mengingat apapun tentang kamu yang sebelumnya?” tanya Zayn.
Flora menganggukkan kepala.
“Aku tidak tahu apapun tentang masa lalu Anya” jawab Flora. Zayn merasa janggal dengan jawaban Flora. Flora berbicara seolah-olah Anya itu adalah orang lain.
Tapi dia tidak menemukan alasan dari kejanggalan itu. Zayn hanya bisa memaklumi karena mungkin itu akibat dari lupa ingatan yang dia alami.
“Mau jalan-jalan?” ajak Zayn kemudian. Sejujurnya Zayn sudah menyerah untuk menarik hati Flora. Dia hanya ingin berteman saja. Melihat perubahan sikap Flora semenjak Liam pindah ke luar negeri membuat Zayn sadar diri kalau Flora memang menyukai Liam.
“Kemana kak?” tanya Flora. Dia sebenarnya tidak ingin jalan-jalan.
“Aku ingin mengajakmu ke kantor polisi, kita bertemu Maya. Bagaimana?” .
Flora menganggukkan kepala. Sudah seharusnya mereka menemui Maya mengingat Maya sudah dengan begitu jahat merusak reputasi Flora dan Liam. Untungnya berita itu belum sampai keluar kampus. Bagaimana jadinya bila video itu viral ke seluruh jejaring sosial media? Semakin murkalah Papa Liam akan hal itu.
Flora pun langsung meminta izin pada kedua orang tuanya agar diperbolehkan untuk pergi ke kantor polisi. Mendengar kalau Flora akan pergi ke kantor polisi, Stefan pun ingin ikut. Dia akan memberi perhitungan pada gadis jahat yang bernama Maya itu.
….
Hem.
Zayn menetralkan tenggorokannya sebelum memulai pembicaraan yang sepertinya akan menguras emosi.
Maya meremat baju yang dia gunakan. Wajahnya memerah sampai ke telinga dan air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Hanya penyesalan yang Maya rasakan saat ini.
“Maafkan Aku, Aku bersalah” Maya yang paling pertama membuka suara. Dia berbicara dengan terbata dan berlinang air mata.
“Kenapa kamu seperti ini May?” tanya Zayn pada temannya itu.
Stefan sendiri tangannya sudah terkepal. Ingin sekali dia meninju wajah sok polos di depannya. Siapapun tidak akan menyangka kalau Maya yang terkenal polos dan lemah lembut ternyata bisa menjadi dalang dari pemfitnahan Flora. Hal itu pun hanya gara-gara dia menyukai Zayn dan cemburu melihat kedekatan Zayn dengan Flora.
Maya masih menunduk dan terus menangis. Bahkan tangisnya terdengar begitu pilu.
“Maafkan Aku, Aku begitu terobsesi padamu Zayn. Maafkan Aku. Aku menyesal” ucapnya dengan begitu memelas.
“Harusnya kamu meminta maaf pada Anya dan Alvaro. Bukan padaku”.
Maya semakin terisak. Dia ingin meminta maaf tapi dia tidak berani. Maya begitu malu sudah berbuat begitu jahat pada Flora.
“Lain kali berpikir dulu sebelum bertindak. Otak jangan di taruh di dengkul!” ucap Stefan geram.
Maya tidak membalas. Yang bisa Maya lakukan hanyalah menangis.
Bersambung....