Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 4



"Takdir akan diputuskan oleh pilihan apa yang kau buat, bukan secara kebetulan."


##########


Terlihat disebuah ruangan tepatnya sebuah kelas dimasuki oleh seorang lelaki dengan membawa kotak ukuran besar. Lelaki tersebut memasuki kelas begitu santainya. Bahkan orang-orang yang berada di kelas tersebut merasa terheran-heran dan juga kaget. Pasalnya lelaki tersebut sangat begitu terkenal seantero kampus ini. Dia memiliki paras yang tampan, tinggi , manis dan kaya raya. Bahkan para wanita dikelas tersebut pun meneriaki namanya serta memandangnya kagum.


"Finaaa" teriak lelaki itu memanggil nama Fina.


Fina yang merasa terpanggil pun akhirnya menengok ke arah sumber suara.


"Apa yang dia lakukan dikelasku. Dasar pembuat onar" gumam Fina sesaat setelah melihat lelaki yang memanggilnya itu.


"Ini janji ku, aku sudah melunasinya ya". Ucap lelaki itu sambil meletakan kotak ukuran besar di atas meja milik Fina.


Fina pun menatap tajam kearah lelaki itu.


"Kau kan bisa mengantarnya kerumah kak, kenapa kau ke sini. Merepotkan" ucap Fina dengan sebalnya.


"Aku tidak repot.. lagian aku ada urusan jadi aku tidak bisa mengantar kerumah." Ucap lelaki itu dengan santainya.


"Dasar kak Aiden. Menyebalkan" gerutu Fina pada lelaki didepannya yang ternyata adalah Aiden.


"Yasudah lah, Kau nikmati saja itu. Aku pergi ya Fina sayang" ucap Aiden sambil mengacak-acak rambut fina.


"Yakkkkk..." teriak Fina pada Aiden karena tingkah nya yang menyebalkan. Aiden tidak menghiraukannya dia berlalu santai meninggalkan kelas.


Kejadian itu pun tak luput dari pandangan orang-orang yang ada di kelas. Pandangan mereka sedikit tidak suka, bahkan bertanya-tanya ada hubungan apa antara Fina dan Aiden. Fina yang dipandang tersebut terlihat biasa saja. Dia masih sedikit kesal dengan tingkah Aiden padanya, sehingga tidak begitu memperdulikan pandangan orang lain.


"Bagaimana aku membawa ini pulang?" tanya Fina pada dirinya sendiri seraya meletakkan kotak besar itu di samping kursinya.


"Hey Fina, ada apa ini?" Ucap wanita yang baru saja datang dan menghampiri Fina yang sedang meletakkan kotak besar.


"Ahh Ifah kau sudah datang, ini ulah kakakku. Dia merepotkan". Ucap Fina seadanya.


Mendengar itu Ifah hanya ber oh ria. Pasalnya dia sudah mengetahui siapa kakak yang dimaksud. Hanya orang yang dekat dengan Fina yang mengetahui hubungan Fina dan Aiden. Fina tidak menyukai jika hubungan mereka diketahui banyak orang. Karena pastinya akan merepotkan. Dan pastinya akan banyak wanita yang akan mendekatinya untuk mengetahui kepribadian Aiden. Membayangkannya saja sudah membuat Fina sebal sendiri.


############


"Akkkkkhhhh kotak ini berat sekali. Ini gara-gara kak Aiden. Aku jadi harus repot begini" gerutu Fina karena membawa kotak besar berisi cokelat yang sangat banyak, saat Fina tengah berjalan tiba-tiba dari arah belakang ada yang menabraknya.


BRukkkk


"Awww" rintih Fina. Karena tidak seimbang dan posisi tidak siap Fina pun terjatuh, bahkan kotak yang berisi coklat ikut terjatuh dan berantakan dilantai.


"Maaf aku buru-buru" Ucap orang yang menabrak Fina.


"Oh tidak cokelat cokelat ku. Apa dia tidak bisa melihat dengan baik kalau ada orang didepannya." Kesal Fina karena ditabrak dan membuat cokelat-cokelatnya jatuh berserakan. Fina terus memungut cokelat-cokelatnya yang berserakan, sampai seseorang menginjak salah satu cokelat yang berserakan miliknya.


"Ohh tidakkk" teriak Fina saat melihat orang itu menginjak cokelat miliknya. Cokelat merupakan cemilan favoritnya dan kejadian itu membuat raut wajah Fina langsung berubah sedih dan marah saat melihat orang itu menginjaknya.


"Uppppsss maaf, aku tidak sengaja" ucap orang itu dan menutup mulutnya seperti orang yang tidak bersalah.


Mendengar itu Fina pun merasa geram.


"Kau tak punya mata ya? Tidak bisa kah kau melihat dengan baik ada orang didepan mu huh" ucap Fina begitu marahnya.


"Hey kau? Kenapa kau marah? Kau sendiri juga salah. Ngapain juga lu berjongkok mungutin sampah huh" ucap orang itu tidak kalah marahnya.


"Apa? Kau bilang apa? Sampah? Maaf nona jaga omongan anda. Apa kau tidak di ajarkan sopan santun huh. Kau tidak lihat dengan baik, mereka semua ini makanan yang masih tersegel dengan rapi. Tadi kau bilang apa? Sampah? Mata mu itu sebaiknya kau periksakan dengan baik". Ucap Fina sambil menunjuk cokelatnya yang berserakan.


Emosi Fina begitu meluap meluap. Setelah kemarin dia begitu menahannya akhirnya dia bisa meluapkannya. Dia sungguh tidak habis pikir dengan orang-orang kaya yang tidak berperikemanusian dan tidak memiliki sopan santun seperti itu.


"Apa yang kau katakan huh? Kau itu tidak lebih dari mereka, seperti sampah. Kau murahan. Sudah dekat dengan Aiden dan sekarang kau dekati juga tuh Faizi. Kau juga akan bernasib seperti mereka terbuang seperti sampah yang tidak berguna."


" hey nona, apa perlu aku berikan pelajaran tambahan untuk mu huh? Agar kau bisa membedakan antara sampah, makanan dan manusia. Aku sedang membahas cokelat yang kau injak, kenapa kau membahas yang lain hm?


"Masa bodoh dengan cokelat mu itu, aku hanya ingin memberikan mu peringatan jauhi Faizi. Atau kau akan tau akibatnya".


"Aku juga tak perduli dengan peringatan mu, aku mau kau bertanggung jawab atas tindakan mu itu."


"Aku bisa membelikan mu lebih dari itu, kau sebutkan saja nominalnya". Ucap wanita itu dengan remehnya.


"Siapa nama mu nona?" Tanya Fina


"Kau tidak tahu aku, Aku Eva Mariana Martin. Seantero kampus juga mengetahui tentang diriku"


"Ini yang kau minta kan?"ucap Eva Sambil mengeluarkan lembaran uang dari tasnya dan melemparkan nya tepat di muka Fina. Fina pun merasa tidak terima akan hal itu. Dia hanya meminta pertanggung jawaban yang baik bukan seperti ini.


"Kenapa kurang? Aku bisa menambahkannya asalkan kau ingat tentang peringatan ku itu. JAUHI FAIZI." ucap Eva memberikan penekanan disetiap katanya.


Fina yang tidak menerima hinaan ini pun mulai berjongkok dan mengambil satu bungkus cokelat. Dan dia membuka bungkus cokelat itu dengan kasarnya lalu berjalan mendekati Eva.


"Mulut anda perlu di ajar yang baik dalam berbicara. Kau bilang makanan ini sampah kan? Coba ini." Ucap Fina Sambil meyodorkan paksa cokelat itu kedalam mulut Eva.


"Ehmmmkkkk"


"Jika enak, aku akan memberikanmu gratis. Dan satu lagi pungut kembali uangmu. Aku tidak membutuhkannya. Jika kau tidak mau maka berikan sumbangan pada mereka yang membutuhkan" imbuh Fina sambil berlalu dari hadapan Eva.


Eva yang merasa dipermalukan pun tidak terima. Dia menarik tangan Fina dan bersiap untuk menamparnya. Namun, naasnya tamparan Eva tidak mendarat di pipi Fina. Seseorang telah menahannya.


"Jangan berani-beraninya tangan kotor mu itu melukai wajah Fina, aku tidak segan-segan memotongnya saat itu juga" ucap seorang lelaki yang menangkis tamparan Eva pada Fina.


Fina cukup kaget saat melihat seseorang lelaki yang membelannya itu. Mendengar perkataan yang dilontarkan lelaki itu membuat Fina hanya diam mematung.


"Izi, apa yang kau lakukan? Kau membelanya?" Tanya Eva pada Izi. Yang ternyata lebih membela Fina dari pada dirinya.


"Tentu, karena dia lebih baik dari pada kau. Kau jangan pernah dekati Fina maupun aku. Jangan pula kau mengaku memiliki hubungan denganku. Aku tidak sudi berdekatan denganmu. Kau yang murahan. Dan sekarang minta maaf lah pada Fina." Ucap Izi dengan dinginnya.


Eva yang merasa dipermalukan oleh Izi pun hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan Fina dan Izi tanpa berniat meminta maaf pada Fina.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya izi pada fina dengan khawatir.


"Aku tidak apa-apa kak. Kenapa kau disini?"


"Aku baru selesai bimbingan dengan dosen dan tak sengaja aku melihat mu beradu mulut dengan Eva". Jelas Izi sambil berjongkok memungut cokelat yang berserakan.


"Seharusnya kau tidak perlu ikut campur kak, aku bisa mengatasinya sendiri. Tapi, terimakasih kak" kata Fina dengan lembut sambil ikut membantu Izi mengambil cokelat yang masih berserakan.


"Apa ini pemberian Aiden?" Tanya izi pada Fina.


"Hem iya kak, ini pemberian kak Aiden." Ucap Fina mengiyakan


"Oh begitu, kau pulang dengan siapa?"


"Kemungkinan naik taksi kak, kan mobil ku belum kembali."


"Kau ikut aku, aku antarkan kamu pulang" ajak Izi pada fina.


"Tidak perlu kak, aku tidak mau fans atau pacar mu yang lain mengintimidasi ku karena aku dekat denganmu" tolak Fina dengan lembut.


"Kau ini bilang apa, ada aku. Kau akan aman. Nanti biar aku beritahu Aiden kau pulang dengan ku. Bagaimana?"


Fina sedikit berfikir mengenai ajakan Faizi.


"Baiklah kalo begitu" ucap FinA akhirnya menyetujui.


"Okay, kau tunggu disini aku akan mengambil mobilku" kata Izi dan Fina pun hanya mengangguk mengiyakan.


Tanpa disadari mereka berdua, mereka telah diawasi oleh beberapa orang yang melihat mereka sedang mengobrol.


"Seperti dugaanku kan" ucap seseorang sambil mengamati dua insan yang sedang mengobrol itu.


"Aku harap ini takdir mereka" ucap seseorang yang lain.


"Ini baru awal, awal yang baik ini jangan disia-siakan".


"Hahaha betul itu, mari kita makan daging. Aku akan mentraktirmu"


"Ide bagus kawanku"


##############


Shyshy selalu mengingatkan jangan lupa like, comment, dan vote ya.


berikan komentar mu yang membangun, biar shy shy tetep semangat buat nulisnya.


terimakasih readers budiman yang baik hati.