
Selesai pesta pernikahan sederhana, Emil menagih janji Liam untuk tinggal disana. Salah satu syarat yang membuat Emil menyetujui pernikahan ini adalah Liam bersedia untuk tinggal bersama mereka.
Alvin dan Anna terpaksa mengalah demi kebahagiaan anaknya, yang terpenting bagi mereka adalah Liam bahagia dengan pernikahannya.
Flora sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Terus terang Flora memang tidak bisa begadang, kalau tidur terlalu larut maka dia akan mendadak pusing. Sedangkan Liam harus menemani temannya yang datang silih berganti dan tidak mungkin juga dia mengusir temannya yang rela datang walau pesta ini sangat sederhana dan dadakan.
Sekitar pukul 1 dini hari baru temannya berhamburan kembali ke rumah masing-masing. Liam sendiri merasa begitu lelah. Pulang dari bepergian jauh langsung acara pernikahan dan setelahnya lanjut pesta sederhana. Tentu saja dia merasa kelelahan.
Begitu memasuki kamar Flora, Liam tersenyum karena melihat istrinya yang sudah tidur dengan begitu lelapnya. Liam menghampiri Flora dan mencium keningnya sekilas lalu bergegas membersihkan diri. Tubuh Liam rasanya begitu lengket. Untung dia masih mempunyai dua stell pakaian bersih di kopernya, kalau tidak masak dia harus meminjam pakaian mertuanya? Herannya malah kedua orang tua mereka membuat kejutan tapi tidak menyiapkan pakaian sekaligus. Tapi walau begitu Liam merasa begitu bahagia. Akhirnya setelah penantian selama ini Flora sudah kembali menjadi istrinya.
Liam mandi sambil bersenandung, rasa lelahnya seketika hilang ketika disadarkan kembali kalau dia sudah resmi menjadi suami Flora.
Bebefapa menit kemudian, Liam pun ssudah segar, dia ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk istrinya dari belakang.
Liam tidak akan egois, dia tahu kalau Flora sangat kelelahan. Yang Liam lakukan hanya memeluk dan sesekali mencium ceruk leher istrinya dengan gemas hingga akhirnya dia pun terbuai ke alam mimpi.
Pagi Menyapa.
Kedua pasangan suami istri itu masih berada di alam mimpi. Mungkin karena lelah perjalanan jauh dan sisa pesta semalam masih terasa.
Flora terjaga lebih dulu, kehangatan pagi dengan pelukan suaminya akhirnya kembali dia rasakan. Flora tersenyum lalu membalik tubuhnya.
Dia pandangi wajah Liam yang terlihat tampan dan teduh itu. Flora angkat tangannya dan membelai pipi halus milik Liam.
"Selamat pagi" bisiknya mesra. Flora berkata begitu lirih agar tidak membangunkan suaminya yang terlihat kelelahan itu.
Tapi meski lirih tapi Liam dapat mendengarnya dengan jelas. Dia tidak membuka mata tetapi mempererat pelukannya pada sang istri. Rasa kantuk masih menyerang hingga membuat Liam malas untuk bangun dari tidurnya. Flora pun memilih tetap berbaring karena bila dia beranjak , Liam pasti juga ikut terjaga padahal Flora yakin Liam masih ingin beristirahat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Emil dan Melani sudah di meja makan untuk sarapan karena ada pekerjaan pagi itu. Melani dengan kegiatan fashion show nya sedangkan Emil sibuk dengan perusahaannya.
"Biarkan saja tidak usah dibangunkan ya bik" pesan Melani pada asisten rumah tangganya. Melani melarang pelayan rumahnya untuk membangunkan pengantin baru karena dia yakin kalau keduanya pasti kelelahan.
....
Tadi Flora pun kembali tertidur dalam pelukan Liam, rasa nyaman dan kehangatan pelukan Liam membuat rasa kantuk pun kembali menyerang.
Kini Liam yang lebih dulu terjaga. Liam tersenyum melihat istrinya yang tidur dengan nyenyaknya.
Liam melihat jam yang tergantung di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 dan itu artinya mereka sudah kesiangan.
Liam mencium gemas seluruh wajah istrinya hingga Flora pun kegelian.
"Geli sayang" gumam Flora.
Liam tidak peduli, dia malah mencium mesra bibir istrinya dan tentu saja Flora membalas ciuman tersebut. Pagi itu mereka mulai dengan ciuman yang membara dan penuh gairah hingga akhirnya yang seharusnya terjadi dan begitu Liam rindukan pun akhirnya terjadi juga. Penyatuan yang lembut tapi menggairahkan.
"I Love You Sayang, I Love You so much" bisik Liam mesra.
"I Love You more, Sayang" balas Flora tak kalah mesra.
.....
Satu tahun telah berlalu, baru saja Flora melahirkan bayi kembarnya di salah satu rumah sakit ternama di kota mereka.
Rasa haru Flora rasakan karena Tuhan menghadiahkan dua bayi sekaligus. Dulu dia pernah kehilangan bayinya tapi kini Tuhan begitu baik dan menggantikannya dengan dua bayi laki-laki yang begitu menggemaskan.
Cup
"Terima kasih sayang. Kamu luar biasa" bisik Liam mesra pada istrinya. Liam begitu terharu karena Flora bisa melahirkan kedua bayi itu dengan selamat melalui persalinan normal. Rasa syukur tak henti-hentinya Liam panjatkan kepada Tuhan karena Beliau begitu baik telah menghadiahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.
Tak berapa lama suster membawa kedua bayi laki-laki yang telah dibersihkan untuk disusui. Liam membantu istrinya menyusui kedua bayinya sekaligus.
"Terima kasih sayang, kamu hebat" entah sudah berapa kali Liam mengucapkan terima kasih karena masih tidak menyangka kalau Flora sekuat ini.
"Sama-sama sayang" balas Flora tersenyum.
Beberapa bulan telah berlalu.
Flora dan Liam menggendong anak mereka masing-masing duduk di kursi kayu dengan ornamen yang begitu indah. Disamping mereka sudah ada orang tua masing-masing serta tak lupa Kakek Flora dan juga Oma dan Opa Liam. Naila, Aulia dan keluarga kecilnya pun ada disana. Kecuali Sarah karena penyakit stroke yang dideritanya membuatbdia seperti mayat hidup. Mungkin itu hukuman karena dia sudah hampir membuat dua orang kehilangan nyawanya.
Saat ini mereka sekeluarga sedang melakukan sesi foto setelah acara tiga bulanan bayi kembar Liam dan Flora. Bayi tampan yang begitu menggemaskan.
"Satu...Dua...Tiga...." Photo grapher memberi arahan sebelum foto diambil.
Cekrek.
Akhirnya foto keluarga bahagia berhasil diabadikan.
TAMAT
Terima kasih untuk pembaca setia, mohon maaf atas banyaknya kekurangan dari novel ini. Ini adalah novel terlama yang author buat 😆
Sekali lagi terima kasih dan selamat membaca 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers...
With love
Aira ❤