
Kegiatan akhir tahun dimulai. Pierry sengaja menyewa gedung untuk rentetan acara yang sudah disusun rapi oleh panitia acara dengan menyewa event organizer yang memang sudah berkompeten di bidangnya. Berbagai lomba sudah disusun mulai dari tebak lagu, e-sport, menyanyi, mukbang makanan pedas dan masih banyak lagi yang lainnya. Setiap divisi diharuskan menyiapkan peserta yang akan dilibatkan dalam lomba tersebut.
Valeria dan Wanda yang memang senior di divisi pemasaran sudah memilih siapa-siapa saja yang akan mengikuti lomba dan tidak ada yang boleh menolak.
“Kamu bisa menyanyi?” tanya Nando yang saat ini duduk bersebelahan dengan Flora. Marvel sendiri tidak ikut lomba karena sebagai ketua team divisi dia akan bersama manajer dan petinggi perusahaan yang lain.
Flora menggelengkan kepalanya. Dia memang suka mendengarkan musik tapi untuk dia yang bersenandung sendiri rasanya tidak pernah terpikirkan sama sekali.
“Kalau bisa mau aku ajak duet, kebetulan divisi kita aku yang mewakili” ucap Nando dengan terkekeh.
“Aku bukan orang seni kak” balas Flora dengan terkekeh. Dari tempat duduknya, Liam bisa melihat Flora dengan jelas. Dia sejujurnya tidak suka melihat Flora dengan pria lain tapi memangnya dia bisa berbuat apa?.
“Kenapa Angel tidak pernah bersama perempuan? Kalau tidak kamu dia pasti dengan pria itu” ucap Liam dengan gusar pada Marvel yang tepat duduk disebelahnya.
Marvel hanya terkekeh. Tidak mungkin dia mengatakan kalau selama ini Flora tidak mempunyai teman selain dirinya. Apalagi alasannya karena rekan kerjanya cemburu melihat kedekatan Marvel dengan Flora. Bisa-bisa Liam semakin murka.
“Itu perasaanmu saja” jawab Marvel masih terkekeh.
Lomba menyanyi pun dimulai. Setiap divisi mulai menunjukkan performance nya. Hingga tiba giliran Nando. Dia menyanyikan lagu Angel Baby dari Troye Sivan. Siapa sangka Nando yang terkesan pendiam memiliki suara yang begitu merdu. Banyak yang ikut terhanyut dan menyanyikan bersama.
Saat menyanyikan itu tatapan mata Nando hanya tertuju pada Flora. Bukan karena apa tapi sejujurnya dia sedikit gugup karena ditonton hampir seluruh karyawan Pierry.
Setiap bait lagu yang menyebutkan “Oh My Angel” tangan Nando akan terarah pada Flora dan tentu membuat orang-orang berspekulasi tentang hubungan mereka. Padahal Nando melakukan itu agar mereka tidak lagi menggosipkan Flora dengan Marvel. Murni hanya karena itu.
Liam yang melihat itu mengepalkan tangannya. Dia tidak suka ada pria yang caper pada wanitanya.
“Apa kinerja pria itu bagus?”tanya Liam dengan tatapan yang tidak lepas dari pemuda yang saat ini tengah menyanyi dengan suara merdunya.
Liam tidak menjawab, yang dia lakukan hanya menatap lekat pada Nando serta Flora.
Akhirnya lomba bernyanyi pun berakhir, dilanjutkan dengan lomba-lomba lainnya dan terakhir lomba mukbang makanan pedas. Valeria dan Wanda yang sudah memiliki niat terselubung langsung memilih Flora untuk mengikuti lomba tersebut.
Di atas panggung sudah tersedia meja panjang yang di atasnya sudah terhidang makanan pedas dengan tingkat kepedasan di luar nalar. Makanan yang tidak akan pernah Flora makan lagi.
Wanda menarik paksa Flora untuk duduk ditempat yang telah disediakan. Tidak ada kata penolakan bagi Flora. Dia harus mau untuk ikut lomba tersebut.
Valeria dan Wanda saling bertatapan. Senang sekali mereka sudah berhasil memaksa Flora untuk ikut lomba makanan pedas tersebut. Makanan yang sengaja mereka request dengan level kepedasan yang super dahsyat.
Liam tiba-tiba berdiri, dia berjalan dengan cepat menghampiri peserta lomba. Tanpa diduga di malah menjatuhkan dengan kasar makanan-makanan yang ada di atas meja.
“Siapa yang mempunyai ide untuk membuat lomba seperti ini? Kalian tahu ini adalah makanan sampah? Makanan ini bisa membunuh!!!” pekik Liam dengan keras. Wajahnya memerah menahan amarah.
Deg
Deg
Deg
Flora menatap Liam yang berada tepat di depannya. Tak pernah dia lihat Liam semarah ini seumur hidupnya.
Karyawan yang ada pun disana diam seribu bahasa. Direktur yang mereka kenal ramah di awal pertemuan sekarang berubah menjadi dingin dan kasar.
Bersambung....