Way Back Into Love

Way Back Into Love
Tidak Ada



Flora menghampiri kakaknya yang sedang bersama Marvel di kantin.


“Kak, aku mau pergi dengan Kak Zayn” pamit Flora yang dibelakangnya sudah ada Zayn yang berdiri dengan tegap.


Stefan melirik ke arah Zayn sejenak.


“Iya, hati-hati” jawab Stefan mengizinkan. Flora pun mencium punggung tangan Stefan sebelum meninggalkan tempat tersebut.


“Jangan pulang malam” pesan Stefan pula.


“Iya kak” jawab Flora lalu berjalan beriringan bersama Zayn keluar dari kantin.


“Makin hari mereka semakin dekat ya” ucap Marvel pada Stefan.


Stefan menganggukkan kepalanya.


“Tapi Anya tidak seperti dulu, dia tidak menganggap Zayn sebagai seorang pria melainkan hanya sebagai teman” sahut Stefan.


“Oh iya, apa kamu pernah mengenalkan Al pada Anya?” tanya Marvel yang dari kemarin masih penasaran kenapa Flora bisa memanggil Liam dengan nama depannya. Padahal biasanya Liam akan dipanggil dengan nama belakangnya.


Stefan menggelengkan kepala.


“Untuk apa aku melakukan itu?” tanya Stefan merasa heran.


“Lalu kenapa Anya bisa tau nama depan Liam?” gumam Marvel lirih tapi Stefan masih dapat mendengarnya.


Mendengar gumaman Marvel membuat Stefan mulai menghubung-hubungkan kejanggalan Flora sejak sabtu lalu.


Mulai dari menjatuhkan gelas dan masuk ke dalam kamar saat sedang makan siang.


“Apa kamu mempunyai pemikiran yang sama denganku?” tanya Stefan pada Marvel.


“Pemikiran yang bagaimana?” tanya Marvel bingung.


“Kalau antara Varo dan adikku ada sesuatu” jawabnya.


“Apa mungkin Varo pernah berbuat sesuatu pada adikku?”.


“Mereka baru berkenalan kemarin, tapi anehnya Adikmu sudah tau nama si Al. Al saja bertanya-tanya kenapa Anya bisa tau namanya. Anya bahkan memanggil Al dengan panggilan Liam” jawab Marvel yang tidak ingin Stefan berburuk sangka pada Liam.


Stefan dibuat bingung.


“Ada apa sebenarnya dengan Anya?”.


“Tapi Alvaro memang menyukai adikmu. Kamu tau sendiri Alvaro tidak pernah dekat dengan sembarang gadis. Tapi begitu melihat adikmu dia sudah langsung tertarik. Aku harap kamu tidak menghalanginya untuk bisa dekat dengan adikmu” pesan Marvel. Dia sangat tau sifat Stefan bagaimana. Bisa saja dia akan melarang keras Flora untuk berteman dengan Liam. Akan semakin sulit bagi Liam untuk dekat dengan Flora.


“Tergantung. Kalau dia tidak menyakiti dan membuat Adik ku bersedih aku tentu tidak akan menghalanginya”.


“Aku jamin Alvaro tidak mungkin menyakiti adikmu” balas Marvel.


“Kenapa aku sangat mendukungnya? Belum tentu juga Adik ku mau dengan dia”.


“Aku bukan mendukung. Hanya saja Alvaro adalah pria yang baik. Dia tidak pernah berpacaran dan sulit jatuh cinta. Aku yakin dia tidak akan membuat adikmu sakit hati.” jawab Marvel.


“Dan kalau pun nanti Anya nanti menolaknya itu tidak masalah. Perasaan kan tidak bisa dipaksa” lanjut Marvel terdengar bijak.


“Kamu tenang saja, Aku tidak akan menghalangi kalau dia memang seperti yang tadi kamu bilang” ucap Stefan yang membuat Marvel lega.


“Kamu masih ada kesempatan Al” ucap Marvel dalam hati.


……


Flora dan Zayn sudah berada di pusat informasi. Mereka mulai menunjukkan foto Flora dan juga data-data yang diperlukan. Tapi sayang ternyata di negara ini memang tidak ada yang bernama Flora Anastacia bahkan yang memiliki wajah seperti itu pun tidak ada.


“Tidak ada?” tanya Flora dengan expresi wajah yang tidak terbaca.


“Iya tidak ada. Kami sudah mencarinya dengan situs yang paling canggih. Memang tidak ada yang bernama Flora Anastacia. Mungkin saja gadis ini tidak tinggal di negara kita” jawab petugas yang ada disana.


Flora hanya bisa mengangguk pasrah. Dia semakin tidak mengerti kenapa dirinya yang asli malah tidak ada. 


Bersambung...