Way Back Into Love

Way Back Into Love
Stroke



Sarah merasa tidak tenang. Dia mondar mandir di dalam kamar sambil memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan agar Hans mempercayainya.


Otak Sarah rasanya buntu, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia dudukkan tubuhnya di meja rias karena tubuhnya tiba-tiba terasa limbung. Kepala Sarah rasanya mau pecah.


Sarah pegangi kepalanya yang benar-benar terasa berat itu hingga dia pun terjatuh begitu saja di lantai.


....


Sarah membuka matanya, dia melihat putri dan menantunya disana. Sarah sangat yakin kalau saat ini dia sedang berada di rumah sakit. Sarah ingin beranjak dari tidurnya tapi tubuhnya terasa berat. Jangankan menggerakkan tubuh, berbicara pun dia tidak bisa.


"Ada apa denganku?" gumam Sarah dalam hati. Dia seketika panik. Air matanya sudah jatuh bercucuran karena takut kalau yang ada dalam pikirannya benar terjadi.


Melihat Ibunya menangis membuat Aulia juga ikut menangis. Sejahat apapun Sarah, dia tetaplah Ibu yang melahirkan dirinya.


"Ibu... Cepat sembuh..."Aulia terisak dalam pelukan Gino.


Dokter jaga datang memeriksa kondisi Sarah. Mulai dari mata, detak jantung dan juga respon sarah terhadap sentuhan. Tapi sayangnya Sarah tidak bisa bergerak sama sekali. Dia hidup tapi seperti tak hidup.


"Bagaimana dok?" tanya Aulia.


"Dugaan sementara, Ibu Anda terserang stroke. Berdoa saja semoga beliau bisa sembuh seperti sedia kala" jawab sang dokter.


Aulia kembali menangis. Dia tidak tega melihat Ibunya seperti ini.


Di tempat berbeda, tepatnya di rumah sederhana milii Melani. Hans datang bersama asistennya untuk meminta maaf. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Sarah ternyata sejahat itu.


"Maafkan Ayah nak" Hans bahkan bersimpuh sambil menundukkan kepalanya. Dia menangis dan wajahnya penuh penyesalan. Seumur hidup Emil baru pertama kali melihat Ayahnya merendah seperti ini. Ayahnya adalah tipe pria arogan dan tempramental. Walau salah dia kadang tetap merasa benar. Tapi siapa sangka sekarang Hans malah berlutut meminta pengampunan.


Melani bukanlah wanita yang sangat baik, dia hanya manusia biasa. Tentu saja dia merasa sakit hati dan marah atas perlakuan keluarga Emil dulu padanya. Tapi Melani berusaha memaafkan. Dia tidak mau hidupnya penuh dengan dendam. Buatnya yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan anaknya.


"Aku sudah memaafkan Ayah" ujar Melani pula.


Siang itu di rumah Melani dipenuhi dengan air mata dan saling maaf-memaafkan.


.....


Emil, Melani serta Flora saat ini sedang menikmati makan malam di rumah mereka. Mereka memakan masakan yang sengaja Flora masak dengan spesial.


Meat ball spaghetti sebagai main couse menu dan tiramisu cake sebagai dessert. Menu yang Flora pelajari dari kursus memasak. Demi mengisi kesibukan Flora memang mengisi waktu luang dejgan kursus memasak.


"Enak sekali masakan yang kamu buat sayang" puji Melani karena memang masakan yang Flora buat sangat lezat rasanya.


"Mama bisa saja" Flora malu dipuji berlebihan oleh Ibunya.


"Memang enak, Papa juga suka sekali" ucap Emil menimpali.


Flora semakin tersanjung.


"Makasih ya Ma, Pa" sahut Flora.


"By the way Liam akhir-akhir ini sibuk sekali ya? Biasanya setiap hari dia kesini. Sekarang sudah hampir seminggu tidak datang" ucap Melani.


Melani cukup khawatir kalau hubungan Flora dan Liam jadi merenggang.


Bersambung...