Way Back Into Love

Way Back Into Love
Berubah



Hanya sebentar saja wajah Flora berubah tegang, beberapa detik kemudian wajahnya sudah normal kembali. Flora bahkan tersenyum sangat manis.


"Itu Flora kak, temanku saat dirumah sakit dulu kak, sayangnya aku kehilangan jejaknya sekarang" jelas Flora.


Stefan pun menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu bertemu dengannya jangan lupa kenalkan padaku ya" ucap Stefan pula.


"Bukannya kakak sudah punya pacar?" tanya Flora terheran.


Stefan hanya cengengesan saja tidak menjawab. Marvel sendiri saat ini benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.


"Aku harus mencari tahu" ucap Marvel dalam hati.


"Kamu menginap disini saja, ada yang ingin aku bicarakan. Masalah pakaian kerja minta saja asisten rumah tanggamu yang kirimkan kesini" ucap Stefan yang seperti biasa tidak bisa di tolak.


Marvel pun menganggukkan kepala. Dia juga ingin mencari tahu lebih lanjut tentang Flora.


Siapa gadis di foto dan apa yang sebenarnya terjadi.


Menjelang malam, Mereka sekeluarga makan bersama. Marvel tidak melihat kejanggalan di diri Flora sama sekali. Dia kembali seperti semula. Marvel yang terus memperhatikan Flora pun menjadi tanda tanya pada diri Stefan. Stefan curiga kalau Marvel sama seperti Liam dan Zayn yang mengukai adiknya.


Merasa diperhatikan oleh sahabatnya, Marvel pun melirik ke arah Stefan dengan mengernyitkan kening.


"Kenapa?" tanya Marvel.


Stefan menggelengkan kepalanya.


"Nggak" jawabnya cepat kemudian kembali melanjutkan makannya.


Marvel pun tidak ambil pusing, dia juga kembali melanjutkan makannya.


....


Keesokan harinya, Flora dan Marvel berangkat ke kantor bersama. Marvel kembali memperhatikan Flora dan kali ini Flora terlihat seperti biasa. Tidak seperti gadis yang ada di foto. Marvel pun lagi-lagi dibuat bingung karenanya.


Saat hendak memarkirkan mobil di lobby kantor, bertepatan dengan sebuah mobil mewah yang melewati mobil Marvel. Mobil keluaran terbaru limited edition. Mobil itu menuju parkiran khusus petinggi perusahaan.


"Sepertinya itu direktur yang baru" ucap Marvel pada Flora. Flora pun menganggukkan kepalanya.


"Kakak belum bertemu?" tanya Flora.


"Kemarin penyambutannya tapi direktur yang lama memintaku untuk ke Shopping Center" jawab Marvel.


"Semoga Pierry semakin maju dengan direktur yang baru ini" ucap Marvel pula.


"Iya kak, semoga ya " balas Flora.


Mereka pun berbincang-bincang menuju lift khusus karyawan. Saat pintu lift terbuka, keduanya langsung memasuki bilik kotak tersebut menuju ruangan mereka.


Di dalam lift tersebut sudah berjeljel karyawan lainnya. Disana juga ada Valeria. Dia begitu terkejut melihat kedatangan Flora. Tapi dia tidak berani berkomentar karena ada Marvel disana.


"Kenapa dia sudah bekerja?" batin Valeria kesal.


Di dalam lift tersebut banyak yang membicarakan tentang direktur mereka yang baru yang ternyata usianya masih muda.


"Hari ini beliau ke kantor gak?" terdengar bisik-bisik karyawan wanita membicarakan tentang direktur yang baru tersebut.


"Tadi aku lihat mobilnya kok" sahut yang lain.


Flora dan Marvel saling berpandangan. Mereka tersenyum melihat ke antusiasan karyawan membicarakan atasan mereka yang baru.


"Sepertinya akan seperti di drama-drama korea kalau benar direkturnya tampan. Karena kebanyakan di dunia nyata direkturnya sudah tua-tua" ucap Marvel terkekeh.


Flora mengangguk. CEO di dunia nyata dan di drama korea memang jauh berbeda. Tidak jauh-jauh mencari contoh, direktur mereka yang lama saja buktinya. Sangat jauh dengan direktur di drama korea.


Tring.


Pintu lift pun terbuka secara perlahan. Satu persatu karyawan keluar dari bilik tersebut.


Flora dan Marvel lah yang keluar paling belakang.


Deg


Deg


Deg


Jantung Flora berdegup kencang. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang itu disini.


Bersambung...