Way Back Into Love

Way Back Into Love
Berburuk Sangka



Selesai dengan urusan pekerjaannya sekitar pukul 6 sore, Liam kemudian mengantar Flora pulang. Gedung perusahaan belum sepi karena masih ada beberapa pekerja yang lembur termasuk Marvel dan Nando.


Entah kebetulan atau bagaimana mereka malah pulang berbarengan.


"Kamu juga baru pulang?" tanya Liam yang saat ini sedang merangkul Flora, Dibelakangnya Samuel mengekori dengan setia.


"Iya, orang yang dulu memfitnah Flora sudah kami temukan" jawab Marvel.


Nando hampir menepuk pundak Marvel karena salah menyebut nama. Harusnya yang dijebak adalah Anya bukanlah Flora. Tapi dia mengurungkan niatnya karena Liam terlihat menganggukkan kepala.


"Siapa kak yang menjebakku?" tanya Flora penasaran.


Nando semakin kebingungan tapi dia hanya diam saja.


"Masih satu divisi dengan kita, dia orang kiriman rival" jelas Marvel.


"Segera proses ke jalur hukum" titah Liam tegas.


"Semua sudah kami proses. Kamu tenang saja" jelas Marvel. Liam pun menganggukkan kepalanya.


"Siapa orangnya kak?" Flora masih pemasaran.


"Dia satu team dengan Nando, sudah dua tahun bergabung diperusahaan ini. Dia paham IT makanya kita susah melacaknya" jawab Marvel.


Flora mengangguk paham. Padahal dia sudah berburuk sangka pada Valeria serta Wanda. Ternyata bukan mereka pelakunya.


"Perketat seleksi masuk perusahaan, aku tidak ingin ada lagi orang-orang yang memiliki niatan untuk menghancurkan perusahaan" tegas Liam pula.


"Iya, akan aku sampaikan pada HRD" jawab Marvel.


"Kalau begitu kami duluan" pamit Liam.


"Kami duluan ya kak" Flora juga ikut berpamitan.


Marvel menganggukkan kepala begitu juga Nando.


Setelah kepergian Liam, Nando pun bertanya pada Marvel.


"Aku hanya salah bicara saja. Supaya tidak bingung...Ayo aku traktir kamu makan karena sudah bersusah payah menemukan pelakunya" ajak Marvel sambil merangkul bahu sahabat baiknya itu.


.....


"Sayang, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Liam sambil menggenggam erat tangan Flora. Saat ini mereka sedang berada di kursi penumpang sedangkan samuel menyetir di depan. Mereka dalam perjalanan menuju apartemen.


"Mengatakan apa?" tanya Flora. Wajah Liam terlihat serius dan Flora yakin kalau berita yang akan Liam sampaikan pasti sangat penting.


"Mengenai Papamu" jawab Liam.


"Papa kenapa? Apa kamu pernah bertemu?" tanya Flora. Walau keluarga Papanya membuang dirinya, Flora sama sekali tidak dendam akan hal itu.


Liam menggelengkan kepala.


"Aku dengar dari Papa kalau Papamu saat ini sedang koma" jawab Liam.


"Apa? Kenapa bisa?" Flora begitu syok mendengar kabar yang Liam sampaikan.


Liam mengelus-elus rambut wanitanya dengan penuh kelembutan.


"Kamu harus kuat ya" ucap Liam menguatkan. Flora pun menganggukkan kepalanya.


"Papamu koma karena percobaan bunuh diri. Beliau stress ketika mendengar kabar kalau Mamamu dan kamu telah meninggal" jelas Liam.


Dada Flora bertegup kencang, tidak menyangka dengan berita yang dia dengar. Papanya sampai bunuh diri karena mengira Mama dan dirinya telag meninggal.


"Aku akan meminta bantuan Papa agar kamu dan Mamamu bisa bertemu dengan Papamu. Siapa tahu ketika mendengar suara Mamamu , Papamu bisa sadar dari koma" ucap Liam.


Flora sudah bercucuran air mata, tidak menyangka bahwa kehidupan keluarganya bisa seperti ini.


"Siapa yang tega mengatakan kalau Mama dan Aku sudah meninggal?" tanya Flora yang tidak bisa menutupi kesedihannya. Tak bisa dia bayangkan bagaimana perasaan mamanya ketika mendengar berita ini.


Bersambung....