Way Back Into Love

Way Back Into Love
Bosan



Selesai makan siang, Flora memilih langsung masuk ke kamarnya. Dia tidak mau kalau nanti harus bertemu dengan Liam. Rasanya dia belum sanggup untuk bertemu dengannya.


Flora akui dia begitu merindukan Liam, tapi yang membuat Flora takut bertemu dengan Liam adalah dia belum bisa menerima kenyataan kalau Liam jatuh cinta yang begitu dalam pada Anya.


Sampai kapan pun Flora tidak siap dengan hal itu. Bagaimanapun juga Liam adalah pria yang begitu Flora cintai. Jadi bagaimana mungkin dia bisa melihat orang yang dia cintai mencintai orang lain.


Saat ini Flora masih tiduran di kamar. Dia tidak akan keluar sebelum Liam pulang. Lelah sebenarnya dia kalau tiduran saja. Biasanya dia akan ke taman atau sekedar jalan-jalan di depan komplek.


Flora dudukkan tubuhnya karena mendengar ada pesan masuk di ponselnya. Karena tidak ada kegiatan, dia pun mengambil ponsel itu dan membukanya. Disana terdapat 3 pesan masuk dari Zayn dan beberapa dari BBM group di kelasnya. Ada juga pesan dari Vivi dan beberapa teman sekelas Flora lainnya.


Flora membuka pesan dari Vivi yang mengabarkan kalau sore ini dia akan menjemput Flora untuk menonton film.


"Daripada dirumah lebih baik ikut dengan Vivi" gumam Flora.


Dia pun menerima ajakan Vivi tersebut.


Setelahnya dia juga membalas pesan-pesan lain termasuk pesan dari Zayn.


Flora meneteskan air matanya melihat pantulan dirinya sendiri.


"Kenapa nasibku bisa seperti ini" ucap Flora sambil menghapus air matanya.


"Apakah kalau aku tidak meninggal Liam tetap akan mencintaiku bila dia bertemu lagi dengan Anya? Melihat bagaimana tatapan matanya pada Anya bisa saja kalau Anya kembali Liam akan berpaling padanya tanpa menunggu aku meninggal dulu".


Flora menertawakan dirinya sendiri. Terlalu mencintai Liam membuat dirinya merasa rendah diri.


Flora mencetak foto yang dikirim Zayn ke printer yang ada di kamarnya. Kertas yang digunakan juga khusus foto hingga hasilnya lebih tahan lama.


Flora membuka laci yang ada di meja belajarnya dan mengambil bingkai foto yang memang dia simpan disana lalu mengisinya dengan foto yang dia cetak tadi. Tak lupa Flora memajang foto itu di meja riasnya berjejer dengan foto-foto milik Anya.


"Apa kalau aku yang asli akan menang melawan Anya? Apakah kalau dulu Anya tidak berselingkuh kamu akan menikah dengan dia?" Flora bergumam seolah berbicara dengan Liam saat ini.


"Siapa kira-kira selingkuhan Anya? Yang katanya teman baik Liam sendiri. Apa itu Marvel? Atau Zayn?".


Lamunan Flora berakhir setelah dia mendengar suara mobil Liam keluar dari halaman rumahnya. Flora menghela nafas lega karena akhirnya bisa keluar dari kamar.


"Akhirnya...." Flora cukup lelah dan bosan berdiam diri di kamarnya. Setelah memastikan mobil Liam benar-benar menghilang, Flora keluar dari kaman, menuruni tangga dan menuju dapur.


Di dapur sudah ada Rina yang sedang mengupas buah.


"Tumben kamu di kamar seharian, nak?" tanya Rina.


"Keasyikan main ponsel, Ma" jawab Flora berbohong.


Rina hanya geleng-geleng kepala.


"Mama minta tolong bawain buah ini ke kamar kakakmu ya" ucap Rina sambil menyerahkan nampan yang sudah berisi buah-buahan.


"Iya Ma" jawab Flora patuh dan menuju kamar kakaknya.


Walau kakak dan adik, Flora sama sekali tidak pernah langsung masuk ke kamar kakaknya tanpa permisi.


Tok


Tok


Tok


Pintu kamar itu dia ketuk. Tak lama pintu itu dibuka dari dalam menampilkan sosok yang selama ini Flora hindari. Mereka saling berpandangan sejenak hingga Flora memutus pandangannya lebih dulu.


"Kenapa Liam bisa disini? Bukannya mobilnya sudah pergi?" tanya Flora dalam hati.


Bersambung....