Way Back Into Love

Way Back Into Love
Ancaman



Flora dan Zayn sedang duduk di kursi besi yang ada di sebuah taman tak jauh dari pusat informasi. Flora masih kebingungan karena dirinya tidak ada di negara ini.


“Apa kamu ingin sekali bertemu dengan dia?” tanya Zayn.


Flora menganggukkan kepalanya.


“Kamu yakin dia baru berusia 16 tahun?” tanya Zayn pula.


“Aku melihatnya sudah seperti Kakak berusia dua puluh tahunan” lanjutnya.


Flora tersenyum. Salahnya juga yang memberikan ciri-ciri dirinya yang terbaru hingga dia tidak terlihat seperti gadis remaja.


“Mungkin salah penggambaran saja, tapi dia memang masih berusia 16 tahun” jawab Flora.


Zayn menganggukkan kepalanya.


“Percayalah kalau memang kalian ditakdirkan bertemu kembali pasti nanti kamu akan bertemu dengannya lagi” hibur Zayn yang bisa melihat kalau Flora merasa sedih dan murung saat ini.


Flora tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


“Kakak benar, Ayo kita pulang” ajak Flora pula.


Kini giliran Zayn yang menganggukkan kepalanya.


Zayn berdiri lebih dulu di susul oleh Flora. Sampai saat ini Flora masih penasaran dan bertanya-tanya kenapa dirinya tidak ada di negara ini.


Padahal Flora ingin memperingatkan tubuhnya untuk menjaga kesehatan agar tidak sampai mengalami nasib seperti dirinya. Kehilangan anak dan suami yang begitu dia cintai.


….


Saat menaiki tangga di lantai 2, Flora berpapasan dengan Maya. Maya menatap sinis pada Flora yang dia anggap saingannya itu. Maya mendekat dengan menyilang tangan di depan dada.


“Ngapain kamu kesini? Mau kecentilan? Zayn tidak ada” ucap Maya dengan sinis.


“Maaf kak, saya ada kelas di lantai 3” jawab Flora yang malas sekali meladeni Maya.


Maya melihat ke sekeliling. Disana lumayan ramai sehingga dia membiarkan Flora untuk pergi. 


“Tunggu saja nanti” gumam Maya dalam hati. Dia sudah membuat rencana untuk membuat Flora mau menjauhi Zayn.


“Aku harus berhati-hati dengan dia” ucap Flora dalam hati. Melihat tatapan Maya tadi membuat Flora yakin kalau gadis itu sedang menyiapkan rencana di kepalanya.


“Ya Tuhan… ternyata ada orang yang terobsesi sampai melakukan berbagai macam cara”. Flora masih tidak habis pikir ternyata ada orang yang seperti Maya. Menurut Flora lebih baik dia berusaha mendapatkan hati pria yang disukai daripada mencari cara memisahkan wanita yang dekat dengan pria tersebut. Apalagi berkeinginan melukai. 


“Semoga saja dia tidak sampai ingin melukai” ucap Flora dalam hati.


….


Selesai kelas, Flora terpaksa kembali melewati kelas Maya karena itu jalan satu-satunya. Tapi kali ini Flora tidak sendiri melainkan dengan teman-temannya yang lain. Setidaknya kalau Maya macam-macam ada yang akan membantunya.


Tapi Maya tidak kekurangan akal, dia membiarkan Flora lewat begitu saja sekarang tapi saat Flora sendiri dia akan mulai melakukan aksinya. Apalagi Zayn sekarang tidak masuk kuliah. Akan semakin gampang bagi Maya untuk mengganggu Flora. Maya lupa kalau di kampus ini Flora mempunyai penjaga yang begitu ditakuti hampir seisi kampus.


Tepat seperti dugaan Maya, Flora terlihat seorang diri di taman kampus. Saat itu dia menarik paksa tubuh Flora mencari tempat yang sepi.


“Aku peringatkan kamu untuk menjauhi Zayn atau aku akan potong rambutmu sampai habis” ancam Maya.


Bersambung...