Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 18



Sore hari Fina pergi ke sebuah mall terbesar di kota itu. Fina menemani Tiara yang mengincar sebuah baju dengan stok terbatas.


“Aku hanya akan menemanimu membeli pakaian tidak lebih” ucap Fina dan berjalan masuk mengelilingi mall itu.


"Iya Fina, aku hanya akan membeli pakaian yang aku incar saja, jadi kau tenanglah" ucap Tiara meyakinkan Fina.


Mereka berjalan bersama sampai saat mereka menaiki ekskalator menuju lantai dua dimana baju yang di incar oleh Tiara berada. Ketika akan sampai di depan toko, mereka berdua terlihat heran, pasalnya di depan toko itu terjadi kerumunan. Kerumunan tersebut bukan karena adanya diskon besar-besaran melainkan adanya keributan.


"Ckckck tidak tahu malu" ucap Fina menggelengkan kepalanya melihat seorang wanita yang mengomel tidak jelas disana.


"Kasihan pegawai wanita itu, kenapa orang-orang hanya melihat nya tanpa berniat melerai" ucap Tiara menimpali.


Pasalnya disana terlihat seorang wanita dengan pakaian modisnya sedang memarahi pegawai toko, wanita itu ingin meminta ganti rugi akan kerusakan bajunya.


Merasa jengah melihatnya dan karena Fina juga ingin berkunjung ke toko itu, akhirnya ia memutuskan untuk mendekati mereka dan melerainya.


"Permisi nona, bisakah anda menghentikan pertengkaran ini. Hal ini mengganggu saya dan lainnya sebagai pengunjung." Ucap Fina sopan.


Mendengar penuturan Fina, wanita berpakaian modis itu membalikkan badannya.


"Ini urusan saya kenapa anda ikut campur" balas wanita itu dan membalikkan badannya ke arah Fina. Cukup kaget melihat nya, ketika mereka saling berhadapan. Fina hanya tersenyum sinis.


"Oh lihat ternyata kau, Eva Mariana Martin yang membuat keributan tidak jelas ini". Sindir Fina pada wanita didepannya yang tak lain merupakan Eva. Tiara yang berada disamping Fina hanya menatapnya bingung.


"Diam kau, aku tidak ada urusan dengan mu. Urusan ku dengan pegawai toko ini". Ujar eva dengan emosi.


"Jadi, bisa dijelaskan permasalahannya itu apa?" Tanya Fina pada pegawai toko itu.


Pegawai itu mendongakkan wajahnya dan mulai menceritakan permasalahan yang terjadi.


"Begini nona, wanita ini meminta ganti rugi akibat kerusakan bajunya. Sedangkan batas penukaran setelah pembelian tidak dapat dilakukan dan lagi kerusakan pada baju nya itu bukan kesalahan toko kami. Kami menyediakan kualitas baju dengan keadaan yang bersih dari cacat apapun" cerita pegawai toko itu.


"Kau tidak dengar penjelasan pegawai itu huh?" Tanya balik Fina pada Eva.


"Tetap saja aku ingin meminta ganti rugi, aku baru memakai nya sekali dan gaun ini sudah rusak saat aku akan memakai nya kembali" Eva membela dirinya dan tetap bersikukuh dengan keputusannya.


"Kau ini benar-benar tidak tahu malu, kau kan kaya, bahkan dirimu bisa membeli baju kembali jika baju mu rusak. Dan lagi jika saat kau memakai nya rusak itu berarti baju itu tidak cocok untuk mu. Atau bahkan badan mu yang terlalu gemuk hingga baju itu tidak muat tapi kau paksakan" ucap Fina dengan begitu tegasnya.


Habis sudah kesabaran Fina menghadapi wanita di depan nya itu.


"Kau berani sekali mengata-ngatai ku. Aku tidak mencari masalah dengan mu kenapa kau ikut campur?" Eva meluapkan emosi nya mendengar penuturan Fina.


"Kau itu menganggu ku dan pengunjung lain yang akan berbelanja di toko ini. Kehadiran mu itu pengganggu. Kau tahu itu. Dan kau sudah mendengar penjelasaan pegawai toko itu kan, sebaiknya kau pergi atau kau akan ku buat malu disini " ancam Fina pada Eva.


Para pengunjung lain mulai berbisik-bisik membicarakan Eva. Melihat itu Eva mulai jengah.


"Awas kau, urusan mu dengan ku belum berakhir" titah Eva sambil menunjukkan jari telunjuk nya didepan wajah Fina dan berlalu pergi. Fina hanya bersikap santai menanggapinya acuh tak acuh.


"Terima kasih nona, sudah membantu saya" ucap pegawai toko itu tulus.


"Sama-sama balas Fina lembut.


“Kau benar-benar berani Fin” ucap Tiara setelah mereka berada didalam toko


"Dia memang suka mencari gara-gara dan perhatian jadi perlu adanya pembelajaran" ucap Fina santai.


"Kau tetap berhati-hati, wanita seperti dia pasti akan selalu mencari masalah" Tiara memperingati Fina.


"Haishhh diamlah,dimana letak baju nya" ucap Fina dan Tiara mengerucutkan bibirnya karena perkataannya tidak digubris oleh sahabatnya itu dan dia menunjukkan letak tempat baju nya yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


##################


"Ahh segarnya" ucap Fina sesaat setelah menyesap es cappuchino kesukaan nya.


"Kau ini seperti baru pertama kali mencoba nya saja" cibir Tiara melihat tingkah sahabat nya itu.


Mereka saat ini sedang ada di sebuah cafe yang ada di dalam mall itu "Coffee bay". Mengistirahatkan diri setelah capek berbelanja pakaian.


"Aku lelah Ara, kau tahu kita menghabiskan waktu setidaknya 1 jam untuk berkeliling membeli pakaian mu hm" gerutu Fina


karena pasalnya gadis itu sangat tidak suka jika harus berbelanja di mall. Jika membutuhkan sesuatu Fina lebih suka belanja melalui e-commerce dan barang tinggal dikirim jadi tidak perlu repot mencari dan memilih.


"Haih kau berlebihan Fin, itu hanya satu jam dan kita termasuk pembeli pakaian dengan waktu tercepat"


"Iya jika ada nominasi itu tentu aku akan memenangkannya" Fina berucap sambil memakan kue cokelatnya.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba seseorang mendekati mereka. Dan membuat obrolan mereka terhenti.


"Permisi, bolehkah saya duduk disini" ucap seorang pria dengan sopannya. Fina dan Tiara merasa bingung akan kehadiran orang tersebut.


Mereka hanya mengangguk memberikan izin kepada orang tersebut untuk ikut duduk disamping mereka.


"Perkenalkan nama saya Erland, saya dari MJ music" ucap pria tersebut memperkenalkan diri pada Fina dan Tiara.


"Ah iya, saya Fina dan ini teman saya Tiara" balas Fina ikut memperkenalkan diri.


"MJ musik bukankah perusahaan yang mengorbitkan penyanyi. Mungkinkah kau..." ucap Tiara dengan berbisik pada Fina.


"Diamlah Tiara, kita dengar kan dulu maksud dan tujuannya" balas fina dengan berbisik juga.


"Saya tahu anda nona, maksud kedatangan saya kemari yaitu ingin menawarkan anda nona La Fina agatha untuk mengisi program musik kami" ujar Erland memberitahukan maksud kedatangannya.


"Apa?" Teriak Fina dan Tiara bebarengan saat mendengar penuturan Erland.


"Ahh maafkan saya, saya terlalu kaget. Jika bisa tolong jelaskan lebih detailnya. Saya masih belum paham maksud dan tujuan anda" ucap Fina dengan sopannya.


"Jadi begini nona, seperti hal nya yang nona tahu acara musik kami selalu menghadirkan konsep musik yang berbeda di setiap episode nya. Untuk episode selanjutnya kami menerapkan konsep menyanyi jalanan dengan iringan akustik. Nanti anda akan berduet dengan penyanyi senior" ucap Erland menjelaskan.


"Ahh begitu, lalu siapa penyanyi senior yang akan berduet dengan saya, jika saya boleh tahu?" Tanya Fina penasaran.


"Henry lau" jawab Erland singkat.


"Apa? Henry lau?" Ucap Fina dan Tiara bebarengan.


"Henry lau penyanyi solois yang pintar bermain biola itu, dia yang anda maksudkan?" Tiara memastikan dengan antusias.


"Iya nona, itu yang saya maksudkan"


"Fin... ini kesempatan bagus, kau harus menerima nya. Kapan lagi kau bisa berduet dengan Henry sang maestro biola hm" ucap Tiara berbisik pada Fina.


Mendengar itu Fina mengangguk pasti. Ia tidak akan melewatkan kesempatan emas yang ada didepannya.


"Baiklah saya menerima nya"


"Terimakasih nona Fina, jadi esok mulai pengambilan gambarnya ya"


"Besok? Secepat itu? Tanya Fina memastikan kembali.


"Iya nona besok, ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya di kontak yang tertera pada kartu itu" kata Erland sambil menyerahkan kartu namanya. Fina pun menerimanya.


"Baik nona, mungkin begitu saja. Saya harus pamit. Dan sampai berjumpa kembali esok hari" pamit Erland sambil menjabat tangan Fina dan Tiara bergantian. Mereka pun membungkukkan badannya memberikan salam.


################


Flashback


"Bagaimana untuk bintang tamu kita? Sudahkah kau siapkan?" Tanya wanita setengah baya kepada asistennya.


"Dari pihak Henry sudah menyetujui tetapi untuk pihak Lea mereka tidak memberikan tanggapan apa-apa nyonya" jawab asistennya sopan.


"Kita ubah saja, kita cari pengganti Lea" perintah wanita itu pada asistennya. Mendengar itu sang asisten cukup kaget.


"Deadline acara besok, bagaimana kita mencari penggantinya nyonya?" Tanya sang asisten kembali.


"Kau tahu acara musik festival tahunan yang diadakan international university?" Sang asisten hanya mengangguk paham.


"Kau panggil pemenang juara satu nya, dan biarkan dia tampil di acara besok. Dapatkan dia bagaimana pun cara nya. Dia cukup berbakat"


"Baik nyonya, akan saya laksanakan sekarang juga". Mendengar perintah majikan nya itu, sang asisten segera keluar dari ruangan boss nya dan mulai menjalankan perintahnya.


Flashback end


################


Shyshy mengingatkan ..


Jangan lupa untuk berikan like, komen dan juga vote nya pada novel ku ini.


Terimakasih semuanya.