Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 17



Pagi yang cerah itu Fina berjalan menuruni tangga rumahnya menuju lantai dasar untuk sarapan. Hari minggu ini membuat Fina sedikit bisa bersantai di rumahnya. Ia berjalan menuju dapur, melihat sekira nya ada bahan makanan apa yang akan ia jadikan sebagai menu sarapan.


Terlihat di dalam lemari pendingin masih lengkap akan bahan-bahan makanan yang ada, dan itu membuat Fina bingung harus membuat apa. Akhirnya ia putuskan untuk membuat nasi goreng, telur gulung, dan chicken roll. Fina mulai menyiapkan bahan-bahan dan bersiap untuk memasak. Sekitar 45 menit Fina telah berkutat di dapur nya. Dan makanan pun sudah siap sedia. Fina berjalan ke arah meja makan.


"Tiiaaaraaa... ara. Sarapan sudah siap" teriak Fina dari ruang makan.


"Iya aku turun Fin" balas Tiara dan berjalan turun dari tangga.


" hemmm nasi goreng, bau nya enak" ucap Tiara setelah sampai di meja makan.


"Ayo makan, jika dingin tak enak" ucap Fina sambil menyerahkan satu piring nasi goreng pada Tiara.


Mereka menikmati sarapan pagi begitu nikmatnya.


Setelah menyelesaikan sarapan nya Tiara dan Fina berbagi tugas. Tiara membersihkan peralatan makan dan Fina menyiapkan jus buah untuk nya dan Tiara.


Setelahnya mereka duduk di ruang santai sambil menikmati tontonan mereka "drama korea" dengan di temani beberapa cemilan yang ada.


"Drama apa yang akan kita tonton?" Tanya Tiara saat mereka sudah duduk di ruang santai.


"Ada banyak drama yang belum aku tonton, bagaimana jika Dinner mate?" Tanya Fina memberikan rekomendasi tontonan.


"Ah itu juga bagus, baiklah kita menonton itu" ucap Tiara menyetujui sambil membuka snack nya.


Mereka mulai menikmati tontonan nya. Hingga suara bel rumah menganggu ketenangan mereka.


Ting tong ting tong.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi begini, mengganggu saja" gerutu Fina sambil memakan snacknya.


"Entahlah, biar ku buka dahulu". Tiara berjalan menuju pintu keluar untuk membukakan pintu.


"Selamat pagi" seorang lelaki memberikan salam pagi nya setelah pintu terbuka.


"Oh kakak, selamat pagi." Balas Tiara sambil tersenyum ketika melihat tamu yang datang.


"Siapa Ara?" Teriak Fina dari dalam rumah. Namun, Tiara tidak menggubrisnya.


"Masuklah kak, aku akan memanggil Fina" Tiara mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk.


"Tidak perlu aku menunggu disini saja." Tolak tamu tersebut sopan.


"Ahh baiklah kalo begitu, akan aku panggilkan Fina dulu ya kak". Tiara masuk kembali ke dalam rumah.


##############


"Kau mengacuhkan ku Ara" ucap Fina ketika mendengar langkah kaki Tiara mendekatinya.


"Tidak sopan jika berteriak di depan tamu" ujar Tiara sambil duduk kembali.


"Siapa tamunya?" Tanya Fina penasaran


"Kekasihmu" jawab Tiara singkat


"Apa? Kak izi? Dia ada disini?" Tanya Fina memastikan dan Tiara hanya menganggukkan kepalanya.


"Aishh kenapa tidak memberi tahu dari tadi" gerutu Fina pada Tiara. Dan Fina langsung berlari menuju pintu. Tiara yang melihatnya hanya terkekeh lucu.


################


"Eoh kak Izi, kenapa tidak memberi tahu jika mau ke sini" tanya Fina pada Faizi setelah berada di depannya.


"Kejutan" ucap Faizi sedikit keras sambil merentangkan tangannya.


"Dan aku terkejut" balas Fina sekenannya.


" aku ingin memberikan mu sesuatu" Faizi mengeluarkan sebuah kain berwarna hitam dari saku celanannya.


"Apa?" Tanya Fina penasaran.


"Untuk pertama kau harus menutup mata mu terlebih dahulu dengan ini" Faizi menunjuk kain yang dipegangnya.


"Jangan yang aneh-aneh ya" ucap Fina penuh curiga.


"Tidak sayang, kau ini tidak percaya sekali dengan kekasihmu"


"baiklah.. baiklah.. tutup mataku sekarang" Faizi pun membalikkan badan Fina lalu mulai menutup mata Fina dengan kain yang ia bawa.


Setelahnya Faizi menuntun Fina untuk mengikutinya.


"Sayang, aku ingin kau melihat ini" ucap Faizi dan menutup mata Fina dengan tangannya, walaupun mata fina telah ia tutup dengan kain Faizi takut Fina mengintip kejutannya jadi ia gunakan tangannya juga untuk menutupi mata fina.


"Melihat apa?" Tanya Fina yang heran dengan Faizi yang menutup matanya.


Faizi dan Fina berhenti di sebuah jalanan perkarangan rumah Fina.


"Setelah hitungan ke tiga kau boleh membuka penutup mata mu" ucap Faizi memberikan intruksi. Fina hanya mengangguk paham.


"Satu... dua... tiga" fina mulai melepas penutup matanya.


"Tadaaaaaaaa" ucap Faizi.


"Ini motor untuk kita sayang" ucap Faizi dengan tersenyum.


"Untuk Kita?" Kau bicara yang jelas karena aku sama sekali tidak paham atau bahkan mengerti akan maksud ucapan kamu, kak" tanya Fina yang memang bingung dengan ucapan Faizi.


"Baiklah, begini sayang. Motor ini aku beli untuk kita berdua, kalau kita mau jalan-jalan kita tinggal menggunakan motor ini, dan yang paling penting motor ini tidak akan pernah dinaiki oleh cewek lain mana pun selain kau La Fina Agatha" jelas Faizi.


"Ahhhhhh benarkah? Terima kasih sayang" ucap Fina yang kaget dengan ucapan Faizi dan langsung memeluk Faizi.


Fina merasa terharu dan dia sangat bahagia bisa memiliki Faizi, karena Faizi sangat baik dan perhatian padanya.


"Iya sama-sama sayang" ucap Faizi dan membalas pelukan Fina.


"Kau mau mencobanya?" Tanya Faizi pada Fina.


"Mencoba apa?" Tanya Fina yang belum paham maksud perkataan Faizi.


"Mencoba menaiki motor ini, sayang" Faizi merasa gemas dengan tingkah Fina hingga ia harus mencubit dengan gemas kedua pipinya.


"Sakit kak" rintih Fina dan mengelus pipinya yang dicubit oleh Faizi.


"Kau imut dan membuat ku gemas" ucap Faizi santai dan menaiki sepeda motor nya.


"Naiklah, kita jalan-jalan" ajak Faizi pada Fina.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Fina saat mereka sudah di atas motor. Faizi tidak menjawab nya dia lalu menjalankan motornya.


"Haih kakak, kita mau kemana" teriak Fina geram karena Faizi mengacuhkan nya.


"Jalan-jalan keliling kompleks, diamlah sayang. Sebaiknya kau nikmati angin nya" jawab Faizi dan mempercepat laju kecepatan motornya.


"YAKKK!!! Kak Izi jangan ngebut" teriak Fina dan memukul bahu Faizi.


"Kalau naik motor tanpa ngebut itu tidak seru Fina, jadi berpegangan yang erat" jawab Faizi dengan berteriak.


"Aku mengerti" ucap Fina dan memeluk pinggang Faizi dengan erat, Faizi yang dipeluk hanya tersenyum.


##################


"Apa benar gadis itu tinggal di lingkungan ini?" tanya pemuda pada bawahannya.


"Bedasarkan pencarian kami, memang benar jika gadis itu tinggal di lingkungan ini tuan" jawab bawahannya dengan sopan


"Tapi kenapa dari tadi kita hanya berputar-putar di kompleks ini. Rumah dia yang mana" tanya Pemuda tadi dengan kesalnya.


"Maaf tuan, kami lalai karena kurang lengkapnya informasi" ucap bawahannya menyesal.


"Kita berputar keliling kompleks ini satu kali lagi. Jika tidak ketemu kita pulang" pemuda itu memerintah bawahannya.


"Baik tuan".


Mobil yang mereka tumpangi pun berkeliling di lingkungan kompleks perumahan. Mata pemuda itu ia alihkan di setiap sudut rumah yang ada. Hingga pandangan nya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya. Pemuda itu menyuruh bawahan nya untuk memberhentikan mobil nya di sebuah taman. Terlihat disana sepasang kekasih sedang duduk sambil memakan es krim nya.


"Siapa lelaki yang bersamanya?" Gumam pemuda itu pada dirinya sendiri.


######################


"Kau lelah?" Tanya Faizi pada Fina saat mereka sedang duduk di taman.


"Sedikit, matahari mulai terik dan aku merasa kepanasan" ucap Fina sambil memakan es krimnya.


"Alesan kau saja kan, karena melihat tukang es krim disini hm" ujar Faizi dengan selidik.


"Yah ketahuan deh" Faizi mengacak rambut fina gemas. Dan mereka pun tertawa bersama-sama.


"Jika sudah selesai makan es krim nya, ayo kita pulang. Aku antar kau"


Fina mengangguk kan kepala nya mendengar perkataan Faizi. Dan ia pun menghabiskan es krim nya. Setelahnya Faizi mengantarkan pulang.


################


"Kau tidak mampir kak?" Tanya Fina ketika mereka sudah di depan rumah.


"Tidak sayang, lain kali saja"


"Baiklah kalo begitu, hati-hati di jalan kak" Fina melambaikan tangannya dan Faizi menjalankan motor nya keluar dari perkarangan rumah Fina.


#################


"Jadi ini rumah nya, akhirnya aku menemukan mu gadis ku" gumam pemuda yang sedari tadi mengikuti Fina dan Faizi. ia tampilkan senyuman nya tipis.


"Sekarang kita pulang" perintah Pemuda itu pada supir nya. Mobil hitam miliknya mulai jalan meninggalkan perkarangan rumah itu.


##################


Shyshy kembali readers...


Jangan lupa untuk like, komen dan berikan vote kalian untuk novel abal-abal ku ini..


Terimakasih semuanya.