Way Back Into Love

Way Back Into Love
Menyusun Rencana



Benar apa yang Liam khawatirkan, Flora hampir saja terjatuh karena terlalu fokus dengan bukunya. Liam bangkit hendak menghampiri Flora tapi dengan cepat Stefan menahannya.


“Mau kemana kamu?” tanya Stefan.


“Aku hanya mau kesana”tunjuk Liam ke arah Flora berada.


“Tidak boleh. Duduk !” Titah Stefan tak terbantahkan.


 


Tapi Liam tidak peduli, yang ada dalam pikirannya sekarang hanya Flora, Flora dan Flora.


“Kalau kamu kesana, Aku tidak akan membiarkanmu mendekati adikku” ancam Stefan.


Liam terpaksa mengalah daripada tidak diberikan ijin untuk mendekati Flora. 


“Zayn…sainganmu Liam Alvaro.” Mario menjerit dalam hati. Zayn dan Liam sama-sama tampan dengan ciri khas nya masing-masing. Semua itu hanya selera saja. Tapi disini bukan masalah jelek atau tampan tapi keduanya adalah sahabat dekat dan berteman sejak lama. Mario sangat tau kalau Marvel, Liam dan Zayn sudah berteman saat ketiganya masih berada di dalam kandungan.


“Aku tidak perlu ikut campur, itu urusan mereka” lanjutnya dalam hati.



“Apa yang harus lakukan agar Zayn membenci dia?” gumamnya.


Ide-ide gila mulai bermunculan di kepala Maya. Dia tertawa puas setelah mendapatkan ide yang pastinya bisa membuat bukan hanya Zayn yang menjauhi Flora melainkan pria-pria lain.


“Ha ha ha… Aku yang paling pertama tertawa kalau ini sampai berhasil. Gadis sombong sepertimu pasti akan menyesal sudah bermain-main dengan Maya”.


Maya lalu menghubungi seorang teman yang dia yakini mau membantunya untuk urusan ini.


“Kita bertemu di tempat biasa” ucap Maya yang membuat janji temu dengan temannya itu.


Setelah menutup panggilannya, Maya bergegas merapikan barang-barangnya dan menemui temannya tersebut. Maya tidak ingin melewatkan kesempatan. Mumpung Zayn sedang ada acara keluarga selama 5 hari, setidaknya setelah Zayn kembali dia akan sangat membenci Flora. Itulah yang ada di dalam pikiran Maya. Rasa sukanya pada Zayn sudah berubah menjadi obsesi. Berbagai cara dia lakukan untuk bisa mendapatkan Zayn walaupun itu harus menyingkirkan gadis-gadis yang berpotensi mencuri hati pemuda tersebut. Padahal benar apa yang Flora katakan, walau Maya berusaha mengusir gadis yang Zayn sukai itu tidak bisa menjamin kalau Zayn akan jatuh cinta padanya. Bisa saja bila Zayn tau kalau Maya berbuat senekat ini Zayn kemungkinan besar akan sangat ilfeel dan membenci Maya.


Maya berjalan dengan terburu-buru. Tapi langkahnya semakin dia perlambat ketika melihat Flora sedang berbicara dengan pemuda yang tadi mencekal tangannya. Merasa mendapat ide, dia kemudian mengambil foto Flora dengan Liam. Senyum Maya sudah terkembang sempurna. Senyum yang terlihat jahat karena idenya akan semakin berjalan mulus.


“Dewi Fortuna sedang berpihak padaku” gumamnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


“Lihat saja… sebentar lagi… Mungkin juga kamu akan keluar dari kampus ini” Maya senang sekali karena idenya sudah pasti akan berhasil. ABG seperti Maya hanya memikirkan yang terjadi sekarang, dia tidak memikirkan dampak-dampak apa yang ditimbulkan dari perbuatannya. Padahal bisa saja idenya ini bukan hanya menghancurkan Flora tapi juga masa depannya sendiri. Yang ada dalam pikiran Maya adalah bagaimana dia bisa mendapatkan Zayn dan mengusir lalat-lalat pengganggu yang bisa merebut Zayn dari dirinya.


Bersambung...