Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 19



Seorang wanita anggun dan cantik berjalan keluar dari gerbang kedatangan luar negeri di Soekarno hatta airport pagi itu. Menggunakan kacamata hitam dan blazer warna coklat senada dengan celana jeans yang digunakan, terlihat sangat cantik layaknya seorang model. Wanita cantik itu menghentikan langkahnya saat menangkap sosok pria yang dikenalnya tersenyum padanya dan melambaikan tangannya.


“Hey Girls… welcome to Indonesia” sapa pria itu


Wanita cantik itu tersenyum melihat kelakuan sahabatnya


“ishh.. kenapa kau menyapaku dengan bahasa inggris, ini Indonesia seharusnya kau menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar"


Dengan tawa kerasnya pria itu berkata “Ku kira kau sudah tidak dapat berbahasa Indonesia”


Wanita cantik itu tertawa mendengar ucapan sahabatnya dan membuka kacamatanya


“Kau kira hanya dengan tinggal di London selama 1 tahun membuatku melupakan bahasa negara ku? No way Leana Pramesti bukanlah orang yang seperti itu, aku mencintai negaraku dan akan mencintainya jangankan bahasa semuanya aku masih mengingat tentang Indonesia”


Leana Pramesti atau yang biasa di panggil Lea adalah salah satu pianis dan juga penyanyi berbakat dari University of music di London. Dengan umurnya yang masih 22 tahun ia menjadi salah satu komposer yang begitu disegani dan diperhitungkan. Dan lelaki yang menjemputnya adalah Samuel sahabatnya dari kecil dan merupakan orang yang sangat dipercayainya. Samuel merupakan mahasiswi jurusan music di international university.


"Kau mau langsung ke apartement?" Tanya Samuel dan mengambil alih koper Lea untuk dia bawakan.


"Tidak, aku ingin mampir ke cafe. Aku sangat merindukan suasana disana?"


"Kau merindukan suasana disana atau masa lalu mu" ejek Samuel yang begitu mengerti pemikiran sahabatnya itu.


"Keduanya" Lea tersenyum kecil mendengar perkataan Samuel.


Mereka menaiki mobil yang telah disiapkan oleh Samuel dan meninggalkan bandara menuju Cafe.


##################


(Percakapan telepon Andrea dengan Faizi)


Andrea : Dimana?


Faizi : apartement.


Andrea : Aiden sudah tiba kah?


Faizi : dia mengabari ku sedang dalam perjalanan.


Andrea : baiklah aku bersiap lalu langsung ke tempat mu.


Faizi : sekalian saja kau beli kopi di cafe biasa untuk kita.


Andrea : kau merepotkan.


Faizi : kau kan sekalian lewat.


Andrea : baiklah ..


Sambungan telepon terputus. Andrea segera bersiap, hari ini mereka memiliki janji untuk membahas pertandingan basket yang sebentar lagi akan terlaksana.


Sebelum menuju apartement Faizi, Andrea terlebih dahulu mampir ke sebuah cafe langganan mereka yang tidak begitu jauh dari kediaman rumahnya. Sampai di cafe tersebut Andrea segera memesan kopi seperti biasanya beserta cemilan untuk nya dan sahabatnya. Setelah memesan, Andrea menunggu di sisi ujung cafe tersebut. 15 menit berlalu.


"Atas nama Andrea" panggil pelayan cafe tersebut.


Merasa terpanggil Andrea segera menuju kasir untuk mengambil minuman pesanannya. Setelah nya ia masuk kedalam mobilnya. Saat akan menjalankan mobil nya, sepasang netra nya menangkap sebuah objek yang begitu menarik perhatiannya. Andrea menajamkan penglihatan nya, memastikan bahwa yang dia lihat itu memang benar yang sedang terlintas di dalam pikirannya saat itu juga.


"Bukankah dia ada di London, kenapa sekarang dia disini" gumam Andrea pada dirinya sendiri.


Terlihat dari pandangan nya bahwa Andrea tidak menyukai objek yang ada didepannya. Dengan segera ia menancapkan gas pada mobil nya meninggalkan cafe.


###################


"Masih terlihat sama seperti 1 tahun yang lalu" ucap Lea memandang lingkungan disekitar Cafe.


"Ckck kau terlalu bernostalgia, ayo masuk" ajak Samuel membuyarkan pandangan Lea. Lea hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka memesan beberapa minuman dan cemilan ringan. Sambil menunggu, mereka mengobrol satu sama lain.


"Aku mendengar dari asisten mu, kau menolak tawaran Mj musik. Kenapa?" Tanya Samuel penasaran.


"Aku hanya ingin menikmati suasana santai dulu. Aku ingin beristirahat sejenak" jawab Lea dan memandang kearah luar jendela.


" rasa yang tidak berubah, masih sama seperti dulu" ucap Lea setelah menyesap kopi nya.


"Kau masih mengingatnya?"


"Tentu, sangat jelas rasanya. Dan aku tidak bisa melupakan nya"


"Aku akan membelikan mu Latte setiap hari nya hingga kau bosen"


"Aku tersipu mendengarnya, tapi jika kau lakukan, kau akan membuat ku diare karena terlalu banyak kafein yang masuk dalam perut ku" balas Lea dengan candaan.


Samuel tertawa mendengar candaan sahabatnya itu, Lea pun ikut tertawa.


"Bagaimana dengan hatimu?" Mendengar pertanyaan Samuel, membuat tawa Lea seketika berhenti.


"Aahhh .. Hati yaa" Lea tersenyum tipis. "Aku tak tahu bagaimana keadaan hatiku"


“Kau memilih kembali itu berarti kau masih mengharapkannya" ucap Samuel.


"Entahlah, apa aku masih pantas mengharapkannya. Aku telah egois padanya dan meminta hubungan itu berakhir" Lea terdiam setelah mengatakan itu begitupun dengan Samuel.


###############


Terlihat dua orang lelaki sedang begitu asyiknya bermain ps. Keasyikan tersebut harus terusik oleh kehadiran lelaki lain yang masuk kedalam apartement dengan begitu berisik nya.


"YAkk!! Kalian malah enak-enakan bermain ps" teriak Andrea sesaat setelah masuk ke dalam Apartement.


"Baru saja kita mulai dan kau datang mengganggu" Faizi menyahuti.


"Kau membeli camilan juga kan?" Aiden bertanya pada Andrea.


"Mendekat dan lihat lah sendiri" Aiden menurut ia berjalan mendekat ke arah bingkisan yang di bawa oleh Andrea. Dan mulai mengambil Toast yang juga di beli oleh Andrea.


"Izi, bagaimana hubungan mu dengan Fina?" Tanya Andrea tiba-tiba.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya mengenai hubungan mereka?" Aiden menimpali pertanyaan Andrea.


"Aku tidak bertanya dengan mu, kau makan saja toast mu itu" celetuk Andrea pada Aiden.


"Hubungan kami baik-baik saja" Faizi menjawab pertanyaan Andrea dengan diiringi senyuman.


Melihat itu Andrea pun ikut tersenyum.


"Baguslah jika seperti itu. Aku harap hubungan kalian selalu baik hingga kedepannya" ucap Andrea tulus.


Cukup heran mendengar perkataan Andrea itu, namun Faizi hanya menganggukan kepalanya. Dan mereka mulai menikmati kopi beserta cemilannya.


##################


"Fin, kau sudah siap?" Tanya Tiara ketika melihat Fina turun dari tangga dengan tas selempangan warna senada dengan dress motif bunga-bunga selutut yang ia kenakan.


"Aku tidak ingin menyiakan waktu ku dengan datang terlambat" jawab Fina ketika sudah berada dihadapan Tiara.


"Kau sudah memberitahu kekasihmu?" Tanya Tiara lagi.


"Ah iya aku hampir lupa untuk memberitahunya" Fina menepuk jidat mulusnya.


"Kebiasaan" cibir Tiara melihat Fina yang terlalu sering melupakan hal-hal kecil.


Dengan segera Fina mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan pesan kepada kekasihnya.


(Kak Faizi)


"Kak.. Siang ini jam satu aku akan bernyanyi di channel Mj musik. Jangan lupa kau menontonnya. Aku sangat gugup. Aku harap aku bisa mengatasinya dengan baik. Doakan aku"


#####################


Jangn lupa untuk di like, komen dan berikan vote kalian untuk novel ku ini.


Terimakasih semuannya.