
Zayn sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan ketertarikannya pada Flora.
“Hey.. Selamat Pagi” sapa Zayn saat Flora baru turun dari mobilnya.
Flora tersenyum ramah.
“Pagi Kak Zayn” balas Flora lalu berjalan beriringan menuju gedung fakultas mereka.
“Pulang kuliah bagaimana kalau kita mencari temanmu itu di pusat informasi” ajak Zayn.
Flora menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih ya Kak.”.
“Iya sama-sama”.
Asyik mengobrol mereka tidak sadar kalau ada seorang gadis menatap tak suka pada keduanya.
Gadis itu tidak suka melihat kedekatan Zayn dengan Flora.
“Kenapa Zayn malah dekat dengan gadis itu? Bukannya dulu dia benci sekali?” gerutu gadis yang bernama Maya itu. Maya sama seperti Anya dulu, sama-sama mengagumi Zayn. Hanya saja Maya tidak seberani Anya yang terus menempel kemanapun Zayn pergi.
Masih lekat di ingatan Maya dulu saat Zayn memiliki kekasih yang sangat cantik. Saat itu Mayalah yang meracuni pikiran pacar Zayn kala itu hingga mantan kekasih Zayn menyerah dan memilih berpisah. Maya kira setelah Zayn putus dari pacarnya dia akan memiliki kesempatan untuk dekat. Nyatanya malah ada Anya yang menempel seperti perangko. Tapi untungnya Zayn tidak tertarik sama sekali. Tapi sekarang? Malah Zayn yang terlihat tergila-gila dan tentu Maya merasa terancam.
“Aku akan membuat perhitungan” gumam Maya dalam hati.
Hingga di jam istirahat Maya merasa beruntung karena Flora terlihat duduk sendirian di taman. Entah dimana Zayn dan Vivi yang biasanya berada disampingnya.
“Sendiri saja?” tanya Maya dengan senyuman dan mata yang sinis pada Flora.
Maya menyilangkan tangan di depan dada dan menatap penampilan Flora dari atas sampai bawah.
“Kamu sengaja mengubah penampilan seperti ini agar menarik perhatian Zayn?” tanyanya pula dengan tatapan merendahkan.
“Siapa ya?” tanya Flora karena memang dia tidak tau siapa gadis di depannya. Maya adalah seniornya di SMA dulu. Seangkatan dengan Zayn.
Maya tertawa mendengar jawaban Flora.
“Dari dulu kamu tidak berubah. Selalu sombong” ucap Maya penuh penekanan.
“Maaf tapi aku memang tidak ingat kamu siapa. Aku sedang lupa ingatan” ucap Flora masih berusaha sopan walau dia tau gadis di depannya ini tidak menyukainya.
Maya kembali tertawa. Dia sama sekali tidak mempercayai ucapan Flora.
Flora membalas tatapan Maya. Dia tidak takut sama sekali apalagi dia tidak salah.
“Berani kamu sama aku?” tantang Maya sudah hampir melayangkan tamparan di pipi Flora tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat Zayn di kejauhan.
“Urusan kita belum selesai” ucap Maya dan segera berlalu dari sana.
Flora tidak takut sedikitpun. Dia hanya heran dengan gadis seperti Maya.
Flora geleng-geleng kepala.
“Ada-ada saja” gumamnya pelan.
“Kenapa?” tanya Zayn yang melihat wajah kesal Flora.
“Kakak lihat cewek yang tadi bicara sama aku?” tanya Flora pada Zayn. Dia tidak akan seperti gadis-gadis di sinetron yang menutupi kejahatan lawan.
“Maya? Iya aku lihat. Kenapa?” tanya Zayn pula.
“Pacar kak Zayn ya?” tanya Flora.
Zayn tentu saja tertawa mendengar pertanyaan Flora.
“Kenapa? Apa dia mengatakan kalau aku ini pacarnya?” tebak Zayn.
“Aku dibilang mencari perhatian Kak Zayn dan meminta ku untuk menjauhi kakak” jawab Flora apa adanya.
“Kenapa seperti adegan di film? ternyata aku mempunyai penggemar” Zayn merasa kocak dan tidak menyangka kalau Maya akan merendahkan dirinya seperti itu.
“Mungkin dia benar-benar menyukai kakak. Biasanya orang yang terlalu suka dan terobsesi akan berbuat nekat”.
Zayn geleng-geleng kepala. Dia dan Maya bahkan tidaklah akrab, hanya sekedar kenal. Tapi bisa-bisanya dia meminta Flora menjauhi dirinya.
“Kalau dia berbuat sesuatu padamu jangan segan untuk mengatakannya padaku. Aku akan bertindak tegas kalau sampai dia melakukan hal yang tidak seharusnya” pinta Zayn.
Flora menganggukkan kepalanya.
“Iya kak, Aku bukan anak kecil yang takut gertakan seperti itu. kakak tenang saja” Flora tersenyum saat mengatakannya dan itu membuat Zayn lega. Flora bukanlah gadis lemah yang gampang digertak seperti yang Maya lakukan.
“Kamu salah mencari masalah Maya, kamu belum tau saja Stefan itu seperti apa” gumam Zayn dalam hati.
Bersambung...