
Ibu mana yang rela menelantarkan anaknya? Pasti tidak ada yang benar-benar ingin melakukannya. Apalagi perjuangan mengandung selama 9 bulan dan juga melahirkan tidaklah mudah.
Hal itu juga dirasakan oleh Melani. Setelah sembuh dari baby bluesnya, dia kembali harus menelan pil pahit karena keluarga mantan pacarnya membuang anaknya ke panti asuhan.
Emil, papa Flora tidaklah tahu kalau keluarganya berbuat seperti itu. Emil diasingkan keluar negeri dan dinikahkan dengan saudara jauhnya. Hingga kini Melani tidak tahu sama sekali bagaimana kabar Emil. Melani tidak pernah mencari tahu, dan Emil juga tidak pernah mencarinya.
Dan rupanya Flora juga ditempatkan di panti asuhan di luar negeri selama ini, itu alasan Melani sangat sulit menemukan putrinya. Sungguh kejam keluarga besar Emil. Ternyata kasus tidak disetujui karena strata sosial itu memang benar adanya bukan hanya di film film saja.
Keluarga Melani bukanlah orang kaya tapi mereka tidak juga kekurangan. Buktinya Melani masih bisa kuliah walau tumbuh di keluarga sederhana.
Tapi meski begitu, keluarga Emil merasa Melani tidak sebanding dengan Emil yang berasal dari keluarga berada.
Selama belasan tahun ini setelah sembuh dari baby bluesnya, Melani bekerja di luar negeri sebagai salah satu staff diperusahaan fashion yang cukup ternama. Ceritanya pada suatu hari karena pekerjaan dibidang fashion tersebut, Melani sering bepergian ke berbagai belahan dunia untuk mengikuti fashion show. Disanalah dia bertemu dengan pantulan dirinya dimasa muda. Tanpa berpikir panjang Melani langsung mengajak putrinya tersebut untuk melakukan Tes DNA dan mengajak Flora kembali ke tanah air. Tapi baru beberapa bulan mereka tinggal bersama kecelakaan hebat menimpa Flora dan koma hingga 4 tahun lamanya.
Baru saja Melani merasa bahagia karena bisa dipertemukan dengan putrinya, tapi dia kembali harus bersabar atas apa yang menimpa Flora.
Entah sudah berapa besar kesabaran yang Melani keluarkan atas kejadian-kejadian yang menimpa dirinya.
Tapi walau begitu, Melani tidak pernah menyesal melahirkan putrinya. Flora adalah anugerah terindah yang Melani miliki.
Apalagi melihat anaknya yang terlihat bahagia bersama dengan pria pilihannya. Mereka memang terlihat saling mencintai satu sama lain. Melani menjadi lega meninggalkan Flora untuk kembali bekerja ke luar negeri selama 1 minggu sampai kontraknya habis. Minggu depan Melani sudah bisa menetap di tanah air dengan bekerja di kantor cabang yang ada disini.
"Liam...tante titip Ilona ya. Tante percaya sama kamu" ucap Melani saat hendak berpamitan kembali ke negara tetangga.
"Iya tante tidak perlu khawatir, Flora aman bersamaku" balas Liam.
Entah kenapa walau baru dua hari mengenal Liam tapi Melani sudah begitu yakin kalau Liam begitu menyayangi anaknya. Padahal Melani sebenarnya masih bertanya-tanya dimana mereka bertemu?. Apalagi putrinya awalnya tidak bisa berbahasa negara asal. Flora terbiasa menggunakan bahasa asing tempatnya tinggal selama enam belas tahun.
Saat pertama kali bertemu pun Flora menggunakan bahasa itu untuk berkomunikasi dengan Melani. Tapi kini? Dia sangat pasif dan lancar berbahasa negara aslinya.
Karena krodit dengan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, Melani jadi lupa akan hal tersebut.
Bersambung...