Way Back Into Love

Way Back Into Love
Pernikahan



Tempat seadanya yaitu di dalam ruangan rumah sakit dan hanya dihadiri oleh mereka berempat serta petugas terkait. Benar memang uang bisa melakukan segalanya dengan mudah. Kurang dari satu hari Papa Liam bisa mengurus semua surat-surat yang diperlukan hingga kini Emil dan Melani sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri.


Emil yang paling terharu saat ini. Dia yang sudah mengira kalau wanita yang begitu dia cintai dan anak mereka telah meninggal dunia kita diberi kesempatan untuk bertemu kembali. Emil sampai menangis karena begitu bahagia. Padahal masih ada tembok besar yang sudah pasti menghalangi keutuhan rumah tangga mereka.


"Liam, terima kasih banyak. Kalau bukan karena bantuan mu semua ini pasti akan mustahil bisa terwujud. Sekali lagi terima kasih ya nak" Emil menjabat tangan Liam atas apa yang sudah Liam bantu untuk dirinya serta keluarga kecilnya. Kini impian Emil yang memiliki keluarga utuh akhirnya bisa terwujud apalagi itu dengan wanita yang begitu dia cintai.


"Sama-sama Om. Bolehkah saya meminta sesuatu kepada Om?" ucap Liam menimpali.


"Apa itu nak? Kalau bisa pasti akan Om berikan. Asal tidak menikah dalam waktu dekat". Emil sudah memberikan ultimatum kalau Liam dan Flora tidak boleh buru-buru menikah.


Flora yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Ternyata Papanya posesif juga.


"Bukan Om, aku tidak akan memaksa Flora menikah sekarang. Aku hanya minta ijin untuk memanggil Om dan Tante dengan panggilan Mama Papa" jawab Liam.


Emil dan Melani tentu terkejut, mereka kira Liam akan meminta sesuatu yang sangat sulit. Ternyata permintaannya sangat sederhana.


"Tentu saja nak, Kamu bisa memanggil kami apapun yang kamu mau" Melani yang menjawab.


Liam senang sekali, dia kemudian mencium punggung tangan kedua calon mertuanya. Dulu dia pernah berpikir kenapa orang tua Flora bisa dengan tega membuang putrinya yang begitu cantik. Tapi kini dia sudah tahu alasannya. Dia ingin menebus dosa karena sudah pernah berpikiran buruk tentang mereka.


.....


Kabar kalau Emil sudah sembuh akhirnya disampaikan ke pihak keluarga. Adik Emil, Aulia langsung datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi kakaknya.


Begitu masuk ke dalam ruang rawat yang telah diinformasikan terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit, Aulia begitu terkejut melihat kakaknya tidak hanya sendiri melainkan bersarma wanita yang Aulia sangat tahu itu siapa. Dia semakin terkejut ketika melihat gadis cantik bermata coklat yang dia yakini pasti adalah anak kakaknya.


Aulia terdiam di ambang pintu. Mulutnya terbuka saking terkejutnya.


Apalagi Emil terlihat sehat sekali.


"Kakak..." satu kata yang berhasil terucap setelah sekian lama dia membeku di tempatnya.


"Syukurlah kamu sudah datang" sahut Emil.


"Aku dan Ela sudah menikah. Mulai saat ini Aku akan hidup dengan keluarga kecilku. Aku pamit. Sampaikan permohonan maafku karena tidak memberitahukan pernikahanku pada keluarga" ucap Emil berpamitan.


Aulia hampir terhuyung andai dia tidak berpegangan pada daun pintu.


"Tidak kak...Kakak tidak boleh seperti itu" tolak Aulia dengan menggelengkan kepala.


Bersambung...