Way Back Into Love

Way Back Into Love
Marah Besar



Tugas Flora di perusahaan ini tidaklah begitu susah. Dia hanya perlu menjawab email-email yang masuk lalu meneruskannya ke divisi yang lain. Selain itu dia juga bertugas untuk membantu menyiapkan proposal penawaran lalu dikirimkan ke klien-klien. Kalau bukan karena sudah nyaman dengan pekerjaannya mungkin saja Flora akan berhenti bekerja bila mengingat bagaimana sindiran-sindiran pedas dari rekan kerjanya.


Tapi berusaha menulikan telinganya, tidak peduli apa yang mereka katakan yang penting tidak sampai mengganggu kegiatan kerja itu sendiri. Untungnya partner kerja yang Flora ajak berbagi kerjaan bukan termasuk salah satu dari genk julid tersebut.


Saat sedang sibuk asyik bekerja, Marvel keluar dari bilik kerjanya dengan wajah yang begitu garang. Dia melempar proposal yang dia bawa ke atas salah satu meja staff yang paling dekat dengannya.


“Siapa yang mengirim proposal ke Shopping Center?” teriak Marvel dengan wajah tidak bersahabat itu.


Flora yang sadar diri kalau dialah yang mengirimkan proposal itu pun seketika berdiri sambil menundukkan kepalanya.


“Saya pak yang mengirimkannya” ucapnya sambil menundukkan kepala. Marvel mengepalkan tangannya.


“Ke ruangan saya sekarang!” titahnya lalu masuk lebih dulu. Flora masih menundukkan kepala kemudian menyusul Marvel ke ruangannya.


Wanda dan Valeria saling berpandangan kemudian tersenyum. Mereka senang sekali melihat Flora untuk pertama kalinya mendapatkan amarah Marvel seperti tadi.


“Siap-siap nanti kita melihat dia menangis. Tahu sendiri kalau Marvel sudah marah akan seperti apa kata-kata pedas yang dia lontarkan” ucap Wanda puas sekali.


Valeria menganggukkan kepala.


“Iya aku juga tidak sabar melihatnya” ucap Valerie menimpali.


“Tapi bagaimana kalau dia tidak marah? Bisa saja kan dia tidak bisa marah?” Ucap Wanda yang seketika sadar kalau Marvel dan Flora sangat dekat.


Sedangkan di ruangan Marvel menatap kecewa pada Flora.


“Kenapa kamu bisa seceroboh ini Anya?” terdengar sekali nada kecewa dari pertanyaan Marvel. Shopping Center merupakan e-commerce terbesar di dunia yang sudah menjadi target pasar mereka selama ini. Setelah perjuangan panjang akhirnya SC mau bekerjasama dengan Pierry&Co. Tapi siapa sangka Flora malah salah mengirimkan proposal dan itu membuat mereka kecewa.


“Harusnya Proposal yang kamu kirim atas acc aku terlebih dahulu. Tapi kenapa kamu langsung mengirimkan tanpa meminta persetujuanku?”.


“Kamu tahu berapa kerugian yang harus perusahaan tanggung akibat hal ini?” Marvel sudah meninggikan intonasi bicaranya.


Flora masih menundukkan kepalanya. Dia tidak menjawab dan membiarkan Marvel mengeluarkan semua amarahnya.


Di luar ruangan, Wanda dan Valeria merasa senang mendengar bentakan Marvel pada Flora. Ternyata Marvel tidak memandang bulu. Bila bersalah akan tetap ditindak dan diberi ceramah panjang lebar.


“Aku senang sekali, akhirnya apa yang kita tunggu-tunggu selama ini bisa terwujud. Si anak emas akhirnya kena masalah” ucap Wanda yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Bahagia diatas penderitaan orang lain.


“Kamu benar, semoga saja dia dipecat karena kesalahannya sangat fatal” ucap Valeria menimpali.


Nando yang mendengar obrolan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya disaat rekan kerjanya sedang tertimpa masalah mereka malah merasa senang dan mendoakan yang buruk.


“Ternyata orang jahat itu bukan hanya di drama tapi di dunia nyata pun ada. Entah apa salah Anya bisa kedua orang itu begitu membencinya” gumam Nando dalam hati.


Bersambung...