
Di dalam mobil Faizi.
Kesunyian menyelimuti suasana yang ada. Hanya hembusan angin yang terdengar. Tidak ada satu pun yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Sampai pada akhirnya Faizi menyalakan musik untuk memecahkan kesunyian itu.
Lagu yang berjudul "way back into love" berkumandang memenuhi seisi mobil. Tak ayal Fina yang mendengar lagu itu pun beralih menghadap Faizi.
"Kau menyukai lagu ini kak?" Tanya Fina penasaran.
"Aku suka melodinya, apa kau menyukainya?" jawab Izi sambil sesekali melirik ke arah Fina.
"Sangat menyukainya, walaupun ini lagu lama aku tak pernah bosen mendengarkannya. Lirik tiap bait sangat sangat bagus kak" cerita Fina begitu antusias.
Izi yang mendengar cerita fina pun ikut tersenyum bahagia. Melihat senyum itu Izi merasakan kenyamanan di dekat Fina walaupun dia baru mengenalnya. Seolah-olah Fina datang sebagai malaikat penolong hatinya. Dengan Fina, dia merasa lupa akan luka yang telah dia dapatkan dulu. Faizi bahkan berfikir alangkah lebih baik jika dia menjadikan Fina sebagai pasangan. Namun, apalah daya Fina sudah dimiliki Aiden. Dekat dengan Fina seperti ini saja sudah membuatnya senang dan nyaman, dan dia bersyukur karena itu. Ingin rasanya merebut Fina dari Aiden. Pemikiran jelek yang muncul diotaknya pun segera ditepisnya. Dia bukanlah sosok lelaki yang akan merebut pasangan dari sahabat baiknya itu.
"Hey kak, kenapa kau melamun?" Tanya Fina tiba-tiba yang membuyarkan lamunannya.
"Kau ada-ada saja, siapa yang melamun hm?"
"Tentu saja kau kak" seru Fina dengan begitu yakinnya.
"Haih tidak, kau bisa menyanyikan lagu itu?" Tanya Izi berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Tentu, kita bernyanyi bersama-sama ya kak. Kau part pria aku part yang wanita." Jelas Fina memberitahu Izi.
Faizi pun hanya menganggukan kepala nya mengiyakan. Dan mereka pun mulai bernyanyi bersama-sama di dalam mobil. Sungguh ini seperti karaoke gratis di dalam mobil. Mereka begitu menikmatinya.
**i’ve been living with a shadow overhead,
i’ve been sleeping with a cloud above my bed,
i’ve been lonely for so long,
trapped in the past,
i just can’t seem to move on!
i’ve been hiding all my hopes and dreams away,
just in case i ever need ’em again someday,
i’ve been setting aside time,
to clear a little space in the corners of my mind!
all i wanna do is find a way back into love,
i can’t make it through without a way back into love,
and if i open my heart to you,
i’m hoping you’ll show me what to do,
and if you help me to start again,
you know that i’ll be there for you in the end**!
##############
Dirumah Fina
Setelah beberapa lama akhirnya mobil Faizi telah sampai di depan rumah Fina.
"Terimakasih kak, kau sudah mengantarku." Ucap Fina pada Faizi.
"Iya sama-sama fin" balas Faizi dengan senyuman.
"Kau tak mau mampir kak?"
"Mungkin lain waktu, hari ini aku ada latihan basket dengan tim ku"
"Ah okay.. kalo begitu hati-hati kak. Dan semangat untuk latihan basketnya" kata Fina menyemangati.
"Okay siap"
Fina pun akhirnya turun dari mobil. Setelah nya mobil Faizi pun berjalan menjauh dari rumah Fina. Fina mulai memasuki rumahnya.
"Kau sudah pulang?" Tanya seorang wanita pada Fina.
"Hemm, seperti yang kau lihat Ara". Balas Fina seadanya sambil berlalu duduk di ruang tamu.
"Kenapa aku tidak mendengar suara mobil mu" tanya Ara kembali sambil membawakan minuman dingin untuk Fina.
"Mobil ku mogok Ara, aku pulang di anter Kak Izi". Jawab Fina.
"Kak izi? Siapa dia? Kau tidak pernah menceritakannya? Dia pacar kamu? Sejak kapan" tanya Ara begitu antusiasnya.
"Pertanyaanmu banyak sekali"
"Tak usah mengalihkan, jawab saja semuanya" seru Ara sambil menatap Fina dengan begitu tajam.
"Dia kakak seniorku di kampus temennya kak Aiden dan dia bukan pacar ku okay." Jelas Fina dengan singkat.
"Apa dia tampan?"
"Iya tampan"
"Wahhhhh luar biasa. Kenapa kau tidak berkencan dengannya hem"
"Di kira berkencan itu mudah ya. Tampan itu bukan jaminan Tiara ku sayang. Jika hati ku tidak berdetak untuknya itu berarti aku tak berhak menyukainya"
"Iya aku tahu Fina, tapi jika kau mulai membuka hati mu dengan nya. Siapa tau seiring berjalannya waktu hatimu akan berdetak karena nya hm" ujar Ara dengan gaya bicara seperti seorang konsultan.
"Haih kenapa kau jadi seorang pakar cinta hm? Kau sendiri bahkan masih jomblo?"
"Walaupun aku belum memiliki pengalaman percintaan setidaknya aku masih bisa memberi saran untuk mu hem."
"Kau ini ada-ada saja." seru Fina dengan begitu santainya tanpa memperdulikan ungkapan yang di lontarkan oleh sahabat kecil nya itu.
"Kau harus mendengarkan saranku Fina".
"Iya iya terimakasih sarannya tiara ku sayang"
"haih terpaksa gitu, eh itu apa fin?" Tanya Ara saat melihat kotak besar di samping kursi Fina.
"Oh itu, cokelat pemberian kak Aiden kau ambil saja jika mau".
"Apa? Cokelat? Di dalam kotak sebesar ini?". Tanya Ara pada Fina sambil berlalu menuju kotak besar itu. Untuk membuktikan ucapan Fina.
"Omo... cokelat sebanyak ini. Dia merampok atau bagaimana?" Gumam Ara begitu kagetnya saat melihat isi kotak tersebut.
"Dia menjarah toko cokelat Ara" ledek Fina pada sahabatnya itu.
"Gila memang Kak Aiden. Lalu ini siapa yang akan menghabiskan?"
"Tentu saja aku hem" jawab Fina dengan pedenya.
"Sebanyak ini?" tanya Ara dengan pandangan tidak meyakinkan. pasalnya jumlah cokelat yang ada di dalam kotak besar itu tidak hanya 1 atau dua saja melainkan ratusan. Dan sangat tidak mungkin jika hanya akan dihabiskan oleh Fina seorang.
"Tentu lah, kau juga bisa memakannya hem?"
"Haih aku kira kau memang akan menghabiskannya. aku akan mengambil sebagian nanti fin tak apa?
"Silahkan Ara, aku mau ke atas mau mandi terus istirahat. Aku minta tolong cokelatku kau rapikan dilemari makanan ya Ara." Ucap fina pada Ara.
"Iya iya, aku mengerti" jawab Ara mengiyakan.
"Terimakasih nona Tiara yang manis" ucap Fina sambil mencium pipi Ara dan berlalu pergi menuju kamarnya. Ara hanya menggeleng saja melihat tingkah laku teman baiknya itu.
############
Dilapangan basket terlihat beberapa orang sedang melakukan pemanasan. Terlihat Aiden, Andrea dan beberapa temannya melakukan pemanasan sebelum latihan basket dimulai.
Beberapa saat kemudian dari arah pintu masuk seorang lelaki yang tak lain adalah Faizi pun mulai masuk ke barisan untuk melakukan pemanasan juga.
"Iya aku tau.. maafkan aku." Jawab Faizi santai.
"Kau tumben terlambat, kau memiliki kekasih ya?" Selidik Aiden pada temannya itu.
"Tidak.. tentu saja tidak. Setelah aku mengantar Fina aku langsung kemari. Jalanan saja yang begitu ramai dan macet mungkin karena sekarang jam pulang kantor juga hm" Jawab Faizi jujur.
"Fina? Kenapa kau mengantarnya?" Tanya Aiden penasaran
"Ah iya aku lupa memberitahumu Aiden, aku tadi mengantarnya karena kasihan dia membawa kotak besar berisi cokelat pemberian mu itu. Aku tak tega membiarkan dia naik taksi". ujar Faizi menjelaskan.
"Biasanya Fina membawa mobil, kenapa harus naik taksi? Tanya Aiden lagi.
"Mobil dia mogok pagi tadi, untung ada aku jadi kita berangkat bareng".
"Kenapa dia tidak memberitahu jika mobilnya mogok" gumam Aiden.
Faizi hanya mendengarnya tanpa berniat menjawab.
"Kita? Kau menyukai Fina?" Tanya Andrea pada Faizi tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Andrea itu Faizi dan Aiden pun mendongakkan wajah mereka. Aiden bahkan mengalihkan pandangan nya pada Faizi. Dia menunggu jawaban dari sahabat baiknya itu. Faizi yang di tatap secara tajam oleh Andrea dan Aiden pun sedikit kaget dan mematung.
"Mana mungkin aku menyukainya, dia kan pacar Aiden. Aku hanya kasihan saja. Sungguh" kata Faizi memberikan jawaban dengan pasti.
Walau sejujurnya ada sedikit rasa aneh mengganjal di hatinya saat mengucapkan kalimat itu.
Mendengar jawaban Faizi itu Andrea dan Aiden menatap satu sama lain diantara mereka pun menampilkan senyuman kecil, bahkan mereka hampir menahan ketawa sedikit.
"Ahh begitu, terimakasih kau sudah menjaga Fina ku dengan baik Izi." Kata Aiden sambil menepuk pundak Faizi dan faizi pun hanya mengangguk mengiyakan.
Mereka kembali melakukan pemanasan sebelum latihan dimulai.
"Sudah ku duga kan, rencana kita berjalan lancar Aiden". Bisik Andrea pada Aiden.
"Tentu, dia sungguh bodoh ternyata" balas Aiden.
Latihan basket pun mulai berjalan dan saat ini Aiden menshot bola masuk ke dalam ring. Tak hanya itu Faizi bahkan melompat dan melakukan shot dengan begitu mulusnya bola masuk. Mereka berlatih seolah-olah sedang melakukan pertandingan.
###############
Flashback
Disebuah ruangan kamar yang cukup luas dengan perpaduan warna putih dan abu-abu. Terlihat 3 lelaki yang sedang mengobrol.
"Jadi, kau putus dengannya?" Ucap seorang lelaki yang berdiri sambil menyandar di dekat jendela yang tak lain adalah Andrea
"Dia berselingkuh dan memilih lelaki lain". Ujar lelaki lain yang sedang duduk menyandar pada kursi.
"Aku bodoh, baru mengetahuinya." Ucap lelaki itu lirih.
"Ayolah bro, kau itu tampan. Kau bisa mendapatkan wanita lain selain dia" kata Andrea menenangkan.
"Andrea benar Izi, kau harus melupakannya". Ucap Aiden menyahuti.
"Aku tak yakin, tapi aku akan mencobanya". Ujar Faizi pasrah.
Faizi masih merasakan sakit karena wanita yang ia pacari selama 2 tahun mengkhianatinya dan memilih lelaki lain. Pemikirannya tidak begitu jernih untuk menerima keadaan. Hanya sedikit obrolan dengan sahabatnya ini lah yang bisa mengobatinya, walaupun tidak sepenuhnya keadaan menjadi baik.
"Sudah lah, lupakan masalah patah hati mu. Minggu depan perayaan jurusan kita, kita mau bagaimana nih? Masa mau seperti tahun lalu. Membosankan" ucap Andrea berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kau benar Andrea, aku harap tahun ini lebih spektakuler" jawab Aiden menyetujui.
"Itu harus, aku ada ide. Bagaimana dengan pesta dansa. Terlihat menyenangkan bukan?" Saran Andrea memberikan idenya.
"Bagus itu, aku setuju. Bagaimana dengan mu Izi?" ucap Aiden menyetujui ide yang Andrea sarankan
"Aku ngikut kalian saja" ucap Izi akhirnya.
"Baiklah semua setuju, dan untuk mu Aiden. Aku ingin kau membawa pasangan. Wajib untukmu". Andrea memberikan perintah pada Aiden.
"Huh .. kenapa hanya aku?" Tanya Aiden
"Karena hanya kau yang jarang terlihat membawa pasangan." Ucap izi seadaanya.
"Baiklah aku mengerti. Iya aku akan membawa pasangan hm" kata Aiden akhirnya menyetujui dengan sedikit terpaksa.
Mendengar penuturan Aiden itu pun membuat Andrea tertawa puas, karena pada dasarnya Aiden sangat susah untuk bisa dekat dengan wanit. Oleh sebab itu, andrea memberikan tantangan itu. Faizi yang melihat nya pun sedikit terhibur.
"Ohh aku lupa, kau harus menemani ku ke suatu tempat aiden." Kata Andrea tiba-tiba pada Aiden sambil memandang jam arloji yang dia gunakan.
"Kemana?" Tanya Aiden penasaran
" Ke pusat gym lah. Aku ingin mendaftar keanggotaan?" Ujar Andrea seadaanya.
"Sudahlah kita bicara nanti saja di jalan, sekarang ayo kita pergi. Izi kau beristirahatlah. Kami akan kembali jika urusan kami selesai. Okay." Kata Andrea sambil menarik tangan Aiden untuk pergi dari kamar Faizi. Aiden pun hanya menurut. Melihat tingkah kedua sahabatnya itu Faizi hanya membiarkannya berlalu.
############
"Kenapa berhenti disini, kau bilang mau ke pusat gym?" Tanya Aiden polos pada sahabatnya.
Pasalnya mereka saat ini sedang ada didepan sebuah cafe bukan di pusat gym seperti yang dibicarakan Andrea beberapa menit yang lalu.
"Itu hanya alasanku saja". Jawab Andrea jujur.
"Maksudnya?" Tanya Aiden kembali karena dia belum paham akan ucapan Andrea itu.
"Aku hanya beralasan saja, jujur aku tak tega melihat sepupu ku seperti itu Aiden, kau harus membantuku". Cerita Andrea sambil menyesap kopi yang baru di belinya.
"Membantu bagaimana?"
"Bukankah kau memiliki saudara sepupu perempuan?" Tanya Andrea dan mendapat anggukan dari Aiden.
"Nah, kau bawa dia saat perayaan ulang tahun jurusan sebagai pasangan. Kita lihat apa faizi tertarik atau tidak. Jika dia tertarik maka kita akan menjodohkannya. Bagaimana?"
"Kenapa harus sepupuku, gadis lain kan banyak".
"Karena aku merasa Izi cocok dengan sepupumu itu"
"Hmmm akan aku usahakan, semoga dia mau menghadiri pesta" . Ucap Aiden akhirnya menyetujui. Dan Andrea pun tersenyum saat mengetahui Aiden menyetujui rencananya.
Flashback end
#################
"Tiara... aku ke minimarket ya" izin Fina pada Ara.
"Mau ku temani?" ujar Ara sambil berjalan turun dari tangga.
"Tidak usah, aku hanya sebentar. Kau jaga rumah saja okay"
"Ah okay, aku titip snack ya fin"
"Iya iya aku belikan nanti. Jaga rumah dengan baik." Ucap Fina dan berlalu pergi.
Fina pun menikmati perjalanan malamnya dengan berjalan kaki sambil mendengarkan musik dari earphone yang dia pasang di kedua telinganya. Fina pun telah tiba di depan minimarket. Dengan segera dia mengambil keranjang kecil dan beralih untuk memilih jajanan yang akan di belinya. Saat fina sedang asyik memilih jajanan snack tiba-tiba dia menabrak seseorang. Fina tidak begitu hati-hati karena telalu asyik memilih jajanan yang terpampang di etalase sehingga tidak melihat kedepan dengan baik saat berjalan.
"Ahh maafkan saya" ucap Fina sambil membungkuk kan badan karena telah menabrak orang tersebut.
"Tidak apa-apa nona" ucap orang tersebut. Mendengar jawaban orang tersebut Fina pun mendongakkan wajahnya. Dan saat melihat orang yang di tabraknya itu Fina dan orang itu pun sama-sama kaget.
"Kakak?" "Fina?" Ucap mereka bebarengan.
###############
Jika suka dengan novelnya shyshy mau ngingetin jangan lupa untuk di like, di komen dan di vote ya readers.
dengan begitu shyshy akan jadi lebih semnagat buat nulis kembali.
terimakasih untuk yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel ku ini.