Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 15



Sepanjang koridor menuju parkiran Fina memberikan senyuman kepada orang-orang yang lewat dan memperhatikannya. Perasaan emosinya sudah terlampiaskan, dan itu membuatnya puas. Hati nya sudah lebih tenang dan bahagia. Ia pancarkan kebahagiaan itu di wajah nya.


"Finaa"


"Fina kau cantik"


"Aku padamu"


"Fina yang terbaik"


mahasiswa lelaki meneriaki nama Fina. Mereka mengagung-agung kan namanya. Fina cukup kaget untuk sekejap. Bahkan disetiap langkah Fina mereka begitu setia mengikuti dan mengekor di belakang Fina. Sungguh Fina bak artis di kampus itu.


"Fina bernyanyi lah"


"Kami ingin mendengar suara mu"


"Fina"


"Fina bernyanyilah"


Para mahasiswa meminta Fina untuk bernyanyi. Fina terkejut mendengar permintaan mereka semua. Benar-benar diluar dugaan. Dia di kampus ini hanya untuk berurusan dengan Revan. Bukan untuk bernyanyi.


"Maaf saya tidak bisa melakukan itu" tolak Fina sopan.


Semua mahasiswa yang mendengar itu menjadi lemas. Melihat ekspresi wajah mahasiswa yang berubah Fina menjadi merasa bersalah.


"Apa saya di bolehkan menyanyi disini?" Tanya Fina dengan begitu lembutnya.


Mendengar itu dengan refleks mahasiswa semuanya mendongakan kepala nya dan memberikan anggukan secara serempak. Fina tersenyum melihatnya.


Akhirnya Fina mengiyakan untuk bernyanyi di tengah taman kampus. Tempat itu dipilih agar tidak menganggu kegiatan perkuliahan. Fina duduk di tengah dengan gitarnya dan para mahasiswa mengelilingi nya. Fina mulai menyanyikan lagu dengan judul "Introduce me a good person"


joheun saram isseumyeon sogaesikyeojwo


ttaeroneun mulcheoreom ttaeroneun bulcheoreom


jinsimeuro namaneul saranghal su inneun


seongsukhago seongsilhan saramiramyeon jokesseo


joheun saram isseumyeon sogaesikyeojwo


sarangedo yeonseubeun inneun geogie


aju jogeuman iredo singyeongeul sseojuneun


sarang gyeongheomi manheun saramiramyeon jokesseo


Suara Fina mengalun indah dilingkungan kampus itu. Mereka yang duduk begitu memperhatikan ketika Fina mulai bernyanyi. Bahkan suara nyanyian nya masih terdengar hingga ruang wakil rektor. Terbukti diruangan itu masih terdapat beberapa orang yang mematung diam untuk mendengarkan nyanyiannya.


"Siapa yang bernyanyi?" Tanya Victoria.


Namun, orang-orang disekelilingnya tidak membantu memberikan jawaban.


"Suara nya begitu indah" Yuna bergumam.


Revan yang masih dengan kesialannya pun merasa nyaman ketika mendengarkan nya. Ia bahkan berjalan keluar untuk melihat siapa orang itu. Diikuti pula Victoria, Yuna dan teman temannya yang merasa penasaran juga.


###############


Faizi telah sampai di kampus Wijaya. Dengan segera ia memarkirkan mobilnya. Setelah nya ia turun dan mulai mencari Fina. Saat berjalan di area parkir kampus, Faizi melihat Mobil Fina terparkir rapi disana. Benar dugaan Faizi jika Fina pasti akan kesini. Dengan segera Faizi bergegas untuk mencari Fina agar tidak menimbulkan masalah yang lebih jauh. Saat Faizi berjalan di sekitar koridor kampus, indra pendengerannya menangkap suara yang sangat ia kenali. Dia berdiam sejenak untuk memastikannya.


joheun saram isseumyeon sogaesikyeojwo


mannam geu jachee yeonyeonhagiboda


hanbeoneul mannadeorado geu ttae bunwigie


Hingga pada akhirnya ia tersenyum tipis, ia paham akan suara itu. Ia balikkan badan nya untuk mencari sumber suara nyanyian itu.


Faizi menemukkan nya, ia melihat gadisnya sedang bernyanyi dikelilingi mahasiswa. Faizi merasa lega kekasihnya aman, dia terlihat begitu bahagia dan sangat cantik. Faizi menyunggingkan senyumannya.


"Dia kekasihku, cintaku, dan belahan jiwa ku. La Fina Agatha" gumam Faizi sambil berjalan mendekat masuk kedalam kerumunan mahasiswa lainnya.


###############


hanbeonjjeumeun siryeone ureosseotdeon


nuni goun saram pume angyeoseo


tteugeopge wirobatgo sipeo


Dari sudut lain kampus beberapa orang merasa kaget, ketika mengetahui siapa yang bernyanyi.


"Aku tak menyangka gadis yang memberikan kesialan untuk Re itu memiliki suara yang indah". Gumam Yuna, teman-teman Revan yang lain menyetujui pendapat Yuna begitu pun dengan Victoria.


Berbeda dengan Revan dia hanya diam, pandangannya tertuju akan gadis itu. Revan merasakan kenyamanan. Terlihat ia menampilkan senyuman yang begitu tipis.


"Nona Agatha, aku pastikan kita akan berjumpa lagi" gumam Revan sambil menatap lurus kearah Fina yang sedang bernyanyi.


###################


saeroun sarami geuriungeolkka


yessarami geuriwojingeolkka


yessarami geuriwojingeolkka


"Terimakasih sudah mengizinkan ku untuk bernyanyi disini. Aku harus pergi. Sampai jumpa di lain waktu."


Fina membungkukkan badannya sesaat lalu melambaikan tangan kepada orang-orang yang telah menontonnya. Setelahnya ia berjalan keluar taman.


###################


"Hey nona" panggil seseorang yang langsung merangkul pundak Fina.


Fina mengenal suara itu, dia hanya membiarkan orang itu merangkulnya.


" kau merindukan ku?" Tanya Fina pada orang di sampingnya itu.


"Tentu aku sangat merindukan kekasihku ini. Ponsel mu tak aktif. Aku menelpon mu berulang kali namun nihil tak dapat tersambung dengan baik." Gerutu orang tersebut.


"Benarkah?" Fina mengecek ponselnya.


Dan benar saja, ia belum menyalakan daya nya sejak berangkat tadi.


"Maafkan aku kak, aku lupa menyalakan nya" sesal Fina.


"Aku maafkan sayang" Kata Faizi lembut sambil mengelus rambut panjang Fina. Mereka berjalan bersama di sepanjang koridor.


################


“Non Tiara .. bibi membawakan bubur jagung dan susu non" Teriak bibi Hanum di depan pintu kamar.


“Hggggggghhhhhh” lenguh Tiara.


Ia terlihat masih terlelap,walaupun sayup-sayup ia mendengar suara yang berteriak memanggil namanya.


“Eoh, tidak dikunci” Ucap bibi hanum ketika ia mencoba membuka pintu kamar Tiara.


Bibi hanum berjalan menuju tempat tidur Tiara.


"Non Tiara bangun non, sarapan" ucap bibi Hanum. Ia mengguncang-guncang tubuh Tiara pelan. Berharap Tiara bangun dari tidurnya.


“badan nya panas” gumam Bibi hanum saat meletakkan telapak tangannya pada dahi Tiara dan ternyata itu panas tinggi.


Ia segera berjalan keluar kamar Tiara menuju dapur lalu menyiapkan alat-alat kompres dan menghubungi Fina untuk memberitahukan kondisi Tiara.


###############


"Kekasihku ternyata begitu populer ya di kampus ini. Aku tak menyangka Fans mu begitu banyak" ucap Faizi sambil menyesap kopi nya.


"Apa kau cemburu kak? Tanya Fina penasaran.


"Awalnya iya, tapi setelah mengingat bahwa kau itu kekasihku. Aku tidak terlalu cemburu.


"Haih kau ini beralasan" ujar Fina sambil meminum es lemonade.


"Tapi jika kau begitu dekat dengan mereka aku akan sangat cemburu hm" ucap Faizi serius.


Fina tersenyum mendengarnya. Hal itu menunjukkan bahwa kekasihnya memang benar-benar mencintainya.


"Aku mencintaimu kak" celetuk Fina sambil mencubit hidung mancung milik Faizi.


"Sakit sayang" rintih Faizi sambil mengelus batang hidungnya.


Fina hanya terkekeh mendengar rintihan Faizi.


"Kau mau makan? Mumpung kita masih di kantin?


"Tidak kak, aku sudah makan. Aku hanya haus sehabis menyanyi tadi"


"Ah baiklah kalo begitu"


Drrrrtttdrrrttt drrrrtt drrrrt


Ponsel Fina bergetar. Tertera di ponsel "Home Calling". Fina segera mengangkatnya.


"Halo"


"Apa?" Teriak Fina kaget.


Faizi yang mendengarnya pun beralih menatap kekasihnya.


"Baiklah aku akan segera pulang".


Panggilan terputus.


"Ada apa?" Tanya Faizi hati-hati.


"Tiara sakit dan dia demam tinggi. Aku harus segera pulang kak" jelas Fina sesaat setelah menerima panggilan dari bibi hanum.


"Aku akan mengantarmu?" Tawar Faizi.


"Aku membawa mobil"


"Biarkan mobil mu disini, aku tak ingin kau menyetir. Akan bahaya jika dalam keadaan seperti ini kau menyetir."


"Baiklah kak" Fina menuruti perintah Faizi. Mereka pun segera keluar dari kantin dan berjalan menuju parkiran kampus.


####################


Shyshy kembali.. Jangan lupa untuk di like komen dan berikan vote kalian pada novel ku ini. Terimakasih semuanya.