
Orang tua Liam sangat marah begitu mendengar kalau anaknya difitnah sekaligus dianiaya. Dengan kekuasaan yang dimiliki dengan cepat Alvin bisa mendapatkan dalang sekaligus pelaku sesungguhnya kasus tersebut. Maya dan juga dua aktor dari video tersebut sudah dikurung dalam penjara. Tinggal menunggu sidang saja. Banyak pasal yang Alvin tuntut kepada mereka salah satunya UU ITE dan pencemaran nama baik. Tidak ada kata ampun bagi ketiga pelaku tersebut. Sedangkan untuk Stefan, Alvin masih bisa memaklumi walau dia belum bisa memaafkan karena Liam harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
Selama Liam dirawat, tak sekalipun Flora absen menjenguknya. Hal itu tentu semakin membuat curiga Stefan dan yang lainnya. Terutama Zayn yang saat ini menjenguk Liam dirumah sakit. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Flora sedang menyuapi Liam makan dengan begitu telaten. Ada bagian hatinya yang begitu ngilu melihat kedekatan Flora dan Liam.
Liam yang dengan gencar merayu dan memanggil Flora dengan sebutan Angel sedangkan Flora walaupun terlihat cuek tapi sorot matanya tidak bisa bohong kalau sebenarnya Flora pun menyukai Liam.
“Al..bagaimana keadaanmu?” tanya Zayn saat mendekati ranjang Liam.
“Aku sudah lebih baik karena ada Angel yang merawatku” jawab Liam.
Flora yang posisinya membelakangi pintu masuk membalik tubuhnya untuk melihat siapa yang datang walau dia hafal siapa pemilik suara tersebut.
“Kak Zayn” sapa Flora dengan tersenyum.
“Kamu disini juga?” ucap Zayn lembut. Flora pun menganggukkan kepala sebagai jawaban.
“Sini biar aku yang suapin” Zayn mengambil alih kegiatan yang dari tadi Flora lakukan.
Liam tentu saja tidak terima.
“Eh… jangan!!!” tolak Liam. “ Biar Angel saja” putusnya kemudian. Dia bahkan menahan tangan Zayn yang hendak mengambil piring di tangan Flora.
Zayn mengalah, walau dia tidak rela membiarkan Flora terlihat perhatian pada Liam tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Flora sendiri tidak keberatan dengan hal itu.
Flora kembali menyuapkan Liam karena sebentar lagi Papa Liam pasti datang. Flora ingat bagaimana Alvin menceramahi Flora dan melarang Flora untuk menjenguk Liam. Padahal Stefan dan kedua orang tuanya sudah meminta maaf tapi Alvin masih enggan memaafkan. Tidak melaporkan Stefan ke kantor polisi saja sudah syukur.
Selesai Liam makan dan minum obat, Flora pun pamit pulang lebih dulu. Walau berat hati terpaksa Liam mengijinkannya. Di ruangan rawat inap itu sekarang hanya ada Liam dan Zayn.
“Bagaimana keadaan kampus? Apa masih ada yang memfitnah Angel?” tanya Liam. Wajah Liam sudah tidak lagi manja seperti tadi saat Flora masih ada disini.
“Kenapa kamu memanggil Anya dengan panggilan Angel?” protes Zayn.
Zayn sudah duduk di tempat yang Flora duduki tadi.
“Karena dia bidadariku” jawab Liam santai.
Zayn hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Apa kamu menyukainya?” tanya Zayn. Sebenarnya dia sudah tau jawabannya. Apalagi beberapa hari lalu Mario sudah menceritakan semua ditambah bumbu-bumbu yang dia karang sendiri.
Dengan mantap Liam menganggukkan kepalanya.
“Hanya dia gadis yang aku cintai sampai kapan pun. Dia cintaku, belahan jiwaku” jawab Liam dengan pandangan mata menerawang jauh.
Zayn menatap tidak percaya dengan apa yang Liam ucapkan. Untuk pertama kalinya sejak mengenal pemuda itu Liam bisa berkata seperti ini tentang cinta.
“Tapi aku juga menyukainya, mari bersaing sehat” ucap Zayn memulai persaingan diantara mereka.
Bersambung...