
Sepulang dari kerja sekaligus liburan, Liam mengantar Flora ke rumahnya. Semenjak Emil kembali mengelola perusahaannya, dia dan keluarga kecilnya sudah pindah ke rumah baru tapi lama yang lebih besar. Rumah yang bisa di sebut mansion karena begitu luasnya. Padahal disana hanya ditinggali mereka dan beberapa pelayan saja. Sebenarnya Melani enggan tinggal di rumah besar tapi merasa sepi, dia lebih senang tinggal di rumah sederhana tapi penuh kehangatan. Tapi mendiang Ibu Emil ternyata sudah menyiapkan rumah ini sejak berpuluh tahun yang lalu dan sudah beberapa kali di renovasi. Rasanya sayang kalau rumah sebenar ini dibiarkan terbengkalai.
Flora merasa heran karena tidak seperti biasa halaman rumahnya di penuhi mobil-mobil berjejer.
"Ada apa bi?" tanya Flora pada asisten rumah tangganya.
"Ada teman-teman Ibu non, banyak artis' jawab asisten rumah tangga tersebut.
Flora menganggukkan kepala, dia dan Liam pun masuk ke dalam rumah.
"Kejutan......" terdengar teriakan kompak semua orang yang ada di rumah tersebut.
Flora dan Liam sama-sama membelalakkan matanya. merena sama sekali tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Anna dan Melani menghampiri anak masing-masing dan menuntun keduanya menuju sebuah kursi yang letaknya di depan sana. Kursi yang di depannya terdapat meja yang berisikan surat-surat pernikahan. Rupanya mereka memberikan kejutan berupa pernikahan sekaligus pesta sederhana untuk keduanya.
Selesai upacara pernikahan sederhana dan penandatanganan berkas-berkas akhirnya Liam dan Flora telah resmi menjadi sepasang suami dan istri.
Liam dan Flora saling berpandangan sambil tersenyum penuh haru. Mereka tidak menyangka kalau orang tua masing-masing telah menyiapkan kejutan ini. Padahal beberapa waktu lalu kakek Flora masih belum setuju karena usia Flora yang masih terbilang muda untuk menikah. Liam masih tidak percaya kalau akhirnya dia bisa memiliki Flora seutuhnya.
Flora mencium punggung tangan Liam dan Liam pun mencium kening Flora.
Melani yang menyaksikan bagaimana aura kebahagiaan terpancar jelas di mata putrinya membuat dia juga ikut bahagia.
Tak hanya teman-teman kedua keluarga yang hadir, teman-teman Liam dan Flora pun banyak yang diundang salah satunya Marvel, Zayn, Stefan bahkan Anya pun hadir. Walau dia tidak mengenal keduanya tapi dia datang bersama Zayn yang saat ini sudah menjadi kekasihnya. Anya sudah banyak berubah, dia menjadi pribadi yang lebih baik dan juga anggun.
"Aku tidak menyangka kalau Alvaro akhirnya menikah dengan wanita lain. Aku kira dulu sudah kalah darinya karena kalian terlihat saling mencintai" gumam Zayn dengan tersenyum kecil.
Anya membalas senyuman Zayn.
"Aku masih tidak percaya kalau pernah menyukainya karena yang ada dalam ingatan dan hatiku hanya aku mencintaimu sejak awal" sahut Anya lembut.
Zayn menggenggam tangan Anya dengan lembut.
"Terima kasih sayang, I Love You" bisik Zayn mesra.
"Love you more" balas Anya ikut berbisik.
Stefan yang mendengar kemesraan adik dan sahabatnya itu hanya bisa mencebikkan bibirnya. Kalau bukan karena paksaan Marvel dia tidak akan mau datang ke acara ini. Rasanya dia masih belum rela melihat Flora menikah dengan Liam walau dia sendiri sudah memiliki tambatan hati.
Marvel yang tahu bagaimana perjuangan Liam dan Flora yang luar biasa itu merasa begitu terharu.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia selalu menyertai pernikahan kalian" ucap Marvel tulus.
Bersambung....