
Happy Reading...
#############
Hari ini benar-benar sangat melelahkan. Fina dan Ifah baru saja menyelesaikan tugas kelompok mereka. Bahkan mereka tidak menyadari bahwa hari sudah sore. Fina mulai gelisah mencari ponselnya. Dia lupa tidak menyalakan kembali ponselnya setelah kelas pagi selesai. Setelah menemukan ponselnya dengan cepat ia nyalakan. Dan benar saja dugaannya. Dia menerima banyak sekali pesan dan telepon masuk. Begitulah dirinya jika sudah berkutat dengan tugas dan buku, dia akan melupakan segala sesuatu dan hanya fokus dengan pekerjaannya.
Terlihat dari kotak masuk ada 25 pesan dengan pengirim yang sama, Kak Izi kekasihnya. Lelaki tersebut memberinya banyak pesan. Dengan segera Fina membaca pesan tersebut.
"Kau sudah selesai?"
"Kau dimana?"
"Kenapa ponsel mu tidak aktif?
"Sayang"
"Aku merindukan mu"
"Dimana kamu"
"Kau sudah pulang kah?"
"Balas pesaku"
"Hey"
"Dear"
Seperti itu lah pesan yang Fina terima. Dia hanya membacanya dan sesekali tersenyum lucu. Ifah yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Sedang kasmaran ya begitu, kau dicariin pangeran ya" goda Ifah.
Mendengar itu Fina hanya mengangguk mengiyakan. Karena tak ingin membuat kekasihnya khawatir Fina pun mulai mengetikkan pesan balasan pada Faizi. Baru saja akan membalas, tiba-tiba ponselnya bergetar.
Drrtt..drrtt..
Terlihat nama yang tertera di ponsel milik Fina. ‘Kak Izi’ calling. Fina pun dengan segera mengangkatnya.
"Halo" ucap fina
"Halo fina sayang, kau dari mana saja, kenapa ponselmu baru aktif" tanya Faizi khawatir.
"Maaf kak, aku baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok dengan Ifah. Dan ponsel ku matikan. Maaf baru memberi mu kabar. Ada apa mencariku kak?" cerita Fina.
Terdengar dengusan pelan
"Aku merindukanmu sayang, apa kau sudah bisa pulang?" Ucap Faizi kembali.
"Sudah kak" balas Fina dengan tersenyum sesaat setelah mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Faizi.
"Ayo kita bertemu!"
"Baiklah, mau bertemu dimana?"
"Di cafe Coffee beans"
"Baiklah kita bertemu di sana ya"
"Kau tidak ingin ku jemput sayang?" Faizi memberikan tawaran pada Fina.
"Tidak usah kak, kita langsung bertemu di cafe saja ok"
"Baiklah .. hati-hati sayang."
"Iya kak"
Dan setelahnya sambungan telepon di matikan.
Setelah selesai membereskan buku-bukunya. Fina dan ifah pun bergegas keluar dari perpustakaan. Mereka berjalan bersama hingga gerbang kampus dan berpisah di sana. Karena Fina memiliki janji dengan Faizi. Dia berjalan belok ke arah kiri menuju Cafe dekat kampus, coffee beans.
Saat fina telah sampai, terlihat Faizi sudah berada disana dengan segelas hot coffee americano kesukaannya.
"Kau sudah lama menunggu ku kak?" Tanyaku sambil menarik kursi di depannya.
"Belum, aku juga baru sampai" ucap Faizi sambil tersenyum ramah.
Kemudian ia memanggil pelayan dan memesankan es cappuchino. Minuman kesukaanku.
"Kau terlihat lelah fin" Faizi memperhatikan wajah Fina.
"Iya kak lumayan melelahkan hm" balas Fina dengan tersenyum kecil.
Sesaat obrolan mereka terhenti karena pelayan datang membawakan minuman pesanan Faizi untuk Fina. Fina dengan segera mengambil es cappuchino nya, dan menyesap nya sedikit untuk menghilangkan dahaga.
"Kenapa kakak meminta bertemu disini?" Tanya Fina pada Faizi.
"Aku merindukanmu dan aku ingin meminum kopi disini bersama mu"
Faizi menatap Fina dan memegang tangannya dengan sesekali mengelus punggung tangan itu. Fina hanya tersenyum melihat manja nya kekasihnya itu.
Lantunan lagu "Two people" milik Sung Si kyung diputar dicafe tersebut. Fina mendengarkan dengan seksama. Memastikan bahwa pendengarannya baik.
"Kau tau kak, aku suka sekali berkunjung ke Cafe ini. Cafe ini sering memutar lagu ini. Aku mengira bahwa pemilik cafe tersebut juga menyukainya, karena lagu ini memiliki lirik yang sangat indah."
Faizi hanya mendengarkan Fina bercerita sambil melemparkan senyumannya pada kekasihnya itu.
Fina mulai mengikuti alunan lagu itu dan mulai ikut menyanyikannya. Faizi begitu memperhatikan Fina yang ikut bernyanyi, tak henti-hentinya ia tampilkan senyuman manisnya. Faizi juga memegang tangan Fina dan mengelusnya pelan.
*Jichin haruga gago dalbitarae du saram.
Hanaui geurimja.
Nun gameumyeon japhildeut aryeonhan. Haengbogi.
Ajik jeogi itneunde.
Ddaeroneun i giri meolgeman boyeodo.
Seogeulpeun maeume nunmuri heulleodo.
Modeun iri chueoki dwiddaeggaji.
Uri du saram seoroui swilgosi dwieo.
Seotulgo ddo bujokhajiman.
Eonjekkajina gyeote isseulqe.
Mojin baram dasi bureowado.
####################
"Kau sudah mendingan". Tanya Aiden pada Tiara. Tiara menyandarkan diri nya di tempat tidur nya sambil meminum cokelat hangat pemberian Aiden.
"Sudah kak, terimakasih. Dan maaf aku telah merepotkanmu". Ucap Tiara tulus.
"Maka dari itu bersikaplah lebih berani agar kau tak merepotkanku" celetuk Aiden dingin.
"Aku mengerti kak, tentu aku tidak akan lemah seperti ini lagi" ucap Tiara sambil memandang ke arah jendela, entah apa yang diucapkannya ini akan terlaksana atau tidak. Yang jelas ia hanya berbicara untuk menguatkan hatinya.
"Kau akan baik-baik saja kan, jika ku tinggal sendiri, aku rasa Fina akan segera pulang".
"Tentu kak, kau bisa meninggalkanku" Tiara berbalik menghadap Aiden dan menyunggingkan senyumannya.
"Pake ini, mata mu terlihat jelek." Aiden memberikan kompresan es batu pada Tiara.
Terlihat bahwa mata indahnya itu bengkak akibat tangisannya yang begitu lama. Sungguh Tiara terlihat seperti panda dengan adanya lingkaran hitam pula pada matanya.
"Terlihat jelas kah?" Tiara menerima kompresan es batu itu.
"Kau bercermin lah, segera kau lakukan sebelum Fina tiba."
"Iya kak, terimakasih" Aiden hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku pergi dulu, beristirahatlah" Tiara mengangguk mengiyakan.
Aiden berlalu meninggalkan Tiara di dalam kamarnya. Sedikit tenang untuk sesaat. Namun, tetap saja perasaannya masih sedikit sakit. Sakit karena dia harus mengingat jati diri nya yang sebenarnya. Yang tumbuh dewasa tanpa orang tua melainkan dengan belas kasihan dari keluarga Adiguna. Miris. Begitulah hidupnya. Entah takdir baik akan berpihak padanya atau tidak. Tiara hanya berharap suatu hari dia akan mendapatkan kebahagiaannya.
##################
Faizi mengantarkan Fina pulang. Dan mobil mereka telah sampai di depan perkarangan rumah Fina.
"Kau tidak mau mampir kak? " tanya Fina sesaat sebelum Fina turun dari mobil.
"Aku tidak ingin menganggu mu. Kau beristirahatlah."
"Baiklah kalo begitu kak, hati-hati dijalan" ucap Fina sambil memeluk Faizi.
Faizi membalas pelukannya. Namun, sesaat mata hitam nya menangkap seseorang yang sangat ia kenali keluar dari rumah Fina.
"Bukankah itu Aiden" gumam Faizi pelan, namun cukup terdengar ditelinga Fina. Fina melepaskan pelukannya, dan berbalik arah menatap pada pintu rumahnya.
"Benar, itu kak Aiden. Kenapa dia kerumahku?" Ucap Fina penasaran.
Fina pun segera turun dari mobil diikut Faizi yang ikut turun.
"Kak Aiden" panggil Fina dengan sedikit keras.
"Eoh Fina, Faizi kau disini?". Tanya Aiden saat melihat Faizi berjalan dibelakang Fina.
"Aku mengantarkan Fina pulang" jelas Faizi memberikan jawaban pada Aiden.
"Kau kenapa disini kak?" Tanya Fina penasaran melihat Aiden keluar dari rumahnya.
"Aku baru saja mengantarkan Tiara pulang"
"Kau ada hubungan dengan Tiara kak?"
"Tidak fin, tidak sengaja aku bertemu dan mengantarkannya pulang" ucap Aiden
"Kenapa sampai masuk kedalam rumah, biasanya juga kau jarang mau jika aku tidak memaksa mu." Kata Fina mengintrogasi Aiden.
"Kau ini, aku hanya singgah sebentar untuk minum." Aiden berusaha mengelak. Ini bukan kewenangannya untuk bercerita mengenai masalah Tiara.
"Kau berbohong ya kak, mengakulah. Aku tau kau sedang berbohong". Fina menyudutkan Aiden.
Perasaan Fina mengatakan bahwa kakak sepupunya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Faizi yang berdiri disamping Fina hanya memperhatikan perdebatan itu, tanpa berniat untuk ikut bergabung.
"Aish kekasih mu ini bak cenayang Zii. Kau berhati-hatilah". Ungkap Aiden pada Faizi. Mendengar itu Faizi hanya menautkan kedua alisnya.
"Tidak usah mengalihkan, jawab jujur saja kak". Desak fina sambil berjalan mendekat kearah Aiden.
"Baiklah aku akan memberi tahumu." Aiden menyerah pasrah.
"Aku akan mendengarkannya hem".
##################
Fina berjalan memasuki kamar Tiara. Terlihat Tiara sedang merengkuh diri diatas tempat tidur. Fina mendekati tempat tidur itu, menghampiri Tiara dengan berjalan pelan agar Tiara tidak terbangun. Namun, tanpa diduga sebelum Fina mendekatinya Tiara sudah berbalik dan terbangun.
"Kau sudah pulang Fin?" Tanya Tiara ketika melihat Fina berada didekatnya.
Dilihat di mata Fina bahwa Tiara sedang dalam kondisi tidak baik. Sungguh dia ingin membalas penghinaan yang diterima oleh sahabat itu.
"Aku baru saja tiba" balas Fina singkat.
"Kau ada masalah?" Tanya fina saat melihat Tiara lebih banyak diam dan tidak cerewet seperti biasanya.
"Tidak" jawab Tiara singkat.
"Jangan berbohong Ara, aku tau kau ada masalah. Ceritakan padaku." Ucap fina yang mengetahui bahwa Tiara berbohong.
Fina sudah mengetahui cerita dari Aiden, tapi dia juga ingin mendengar cerita langsung dari Tiara.
"Kau menganggapku keluarga kan" imbuh Fina.
Tiara menatap mata Fina dan mengangguk mengiyakan.
"Aku tidak sengaja menumpahkan minuman di baju Yuna, kekasih Revan wijaya." Cerita Tiara, karena dia juga tidak sanggup kalau tidak menceritakan masalahnya kepada sahabatnya itu.
"Lalu, kau minta maaf kan? Tanya Fina kembali.
"Iya aku melakukannya fin, tapi tanpa di duga Revan ikut campur. Revan menghinaku di depan umum bahwa aku gadis kumel, yang tidak pantas berkuliah dikampus itu jika bukan karena belas kasihan. Dia mengungkit almarhum orang tua ku juga"
Tiara tidak bisa menahannya. Dia menangis kembali. Fina melihatnya tidak tega, dia menarik Tiara untuk masuk kedalam pelukannya. Menenangkan sahabat kecil nya itu.
"Sudah lah Ara, kau jangan menangis. Revan sialan itu memang perlu didikan dalam berbicara. Kau anggap saja angin lalu. Aku berjanji akan memberikan perhitungan pada Revan. Akan ku balas penghinaanmu pada nya." Emosi Fina meluap.
Fina sangat tidak suka jika orang terdekatnya disakiti. Jika dia berada di posisi Tiara tentu saja dia akan melawan Revan wijaya bocah tengik itu.
###################
Shyshy selalu mengingatkan jangan lupa untuk like, komen, dan berikan vote nya.
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca novel ku ini.