Way Back Into Love

Way Back Into Love
Aku Mohon



Begitu mendengar pertanyaan Anya, Liam langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Vel...kenapa aku disini? Siapa dia?" Anya bertanya pada Marvel yang masih membeku di tempatnya.


Marvel mendekat ke arah Anya.


“Dia Alvaro, temanku” jawab Marvel.


“Aku pikir aku sudah meninggal, kecelakaan itu sangat mengerikan Vel” Anya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Mengingat bagaimana kejadiaan naas yang menghampiri dirinya.


Anya melihat penampilannya, memeriksa luka-lukanya.


“Kenapa aku baik-baik saja Vel? Tidak ada luka sama sekali” Anya kembali memeriksa tubuhnya memastikan apakah ada sesuatu yang buruk pada tubuhnya itu.


Marvel menghela nafas kasar. Walau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi dia bisa membaca berdasarkan situasi yang terjadi. Jiwa Anya dan Flora telah tertukar.


“Aku akan menghubungi Stefan dan Mama Papamu agar mereka datang kesini ya”.


Marvel tidak menjawab pertanyaan Anya dan lebih memilih menghubungi keluarganya.


“Memangnya Stefan mau datang? Dia tidak peduli padaku” ucap Anya sedikit kesal.


Marvel kembali tidak menjawab, dia sudah sibuk menelpon Stefan.


Selesai menghubungi Stefan, Marvel kembali menghampiri Anya.


Saat ini Anya sudah duduk bersandar di kepala ranjang.


“Vel, kenapa kamu terlihat tua? Pakaianmu juga tua sekali” celetuk Anya. Anya yang dulu sudah kembali, tidak ada lagi Flora yang lemah lembut.


Marvel hanya geleng-geleng kepala. Tidak juga berniat menjelaskan.


“Vel.. Aku kangen Zayn…” ucap Anya tiba-tiba.


“Apa kamu tidak memberitahunya kalau aku masuk rumah sakit?” lanjutnya pula.


“Aku bingung bagaimana caranya menjelaskan padamu ya?” Marvel bergumam.


Tak berapa lama setelah itu Stefan datang dengan wajah paniknya.


“Kamu kenapa?” tanya Stefan sambil menangkup wajah adiknya.


Anya langsung mendelik, tidak menyangka sama sekali kalau Stefan akan berbuat seperti ini padanya.


“Anya sudah tidak lupa ingatan tapi dia melupakan ingatannya saat dia lupa ingatan itu. Gimana cara menjelaskannya ya? Ya begitulah pokoknya” Marvel pun bingung sendiri.


“Jadi kamu sudah mengingat semuanya?” tanya Stefan.


Anya semakin tidak mengerti. Kepalanya malah menjadi berputar-putar. Anya pegang kepalanya yang berdenyut hebat itu.


“Panggil dokter Vel!!!” pekik Stefan karena melihat adiknya yang kesakitan.


Dalam kesakitannya Anya bisa melihat kalau Stefan begitu perhatian padanya.


….


Liam keluar dari rumah sakit dengan menahan sesak di dada.


“Tuhan… kenapa engkau memisahkan kami lagi? Apa salahku Tuhan….”.


Liam menjadi pria yang begitu cengeng bila berhubungan dengan Flora. Samuel yang setia menemani benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. Bila boleh jujur sebenarnya kepalanya sudah berputar-putar saking tidak mengertinya.


“Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak mengerti !!!!” Samuel berteriak dalam hati.


Liam duduk di salah satu bangku yang ada di halaman rumah sakit. Dia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan berat.


“Cobaan apalagi ini Tuhan? Aku mohon pertemukan kami kembali” Liam terisak. Orang-orang yang lalu lalang di sana pun menatap iba padanya. Mereka tidak tahu apa yang terjadi tapi mereka bisa menebak kalau Liam baru saja kehilangan.


Samuel merasa kasihan melihat Boss nya yang terpuruk seperti itu. Tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa.


"Tuhan izinkan aku bertemu kembali dengannya, Aku mohon Tuhan..." Liam memohon dalam hati.


Bersambung...