Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 10



Jadi di episode 10 ini shyshy lebih mencondongkan akan kedekatan Fina dan Faizi dalam satu part. Tanpa menunggu lama.


Sok mulai baca Readers. Selamat menikmati.


##########


Faizi mengajak Fina menikmati udara malam yang dingin namun menyejukkan. Bukit dibelakang bangunan tinggi pencakar langit menjadi tempat kebersamaan mereka. Pemandangan yang indah di suguhkan dengan kelap kelip lampu yang menerangi kota ini.


"Bagaimana indah bukan?" Tanya Faizi sesaat setelah mereka sudah mulai duduk.


"Sangat indah. Aku baru mengetahui ada tempat seperti ini" ucap Fina pada Faizi


"Akan lebih indah jika langit cerah. Maka kau akan melihat bintang." Ucap Faizi sambil menatap ke atas langit yang sedikit mendung dan sepi tanpa hadirnya bintang yang menerangi.


"Tak ada bintang, lampu kota pun ada. Ini juga indah kak"


"Kau mau makan ice cream?" Tanya Faizi. Dan Fina mengangguk mengiyakan.


Karena sebelum sampai di bukit mereka terlebih dahulu mampir untuk membeli ice cream kesukaan Fina. Betapa heboh nya saat di mobil ketika Fina masih enggan untuk ikut pergi dengam Faizi. Pada akhirnya Faizi pun membujuk Fina dengan membelikan ice cream kesukaannya.


Faizi memberikan Fina satu cone ice cream dan tanpa menunggu lama Fina langsung membuka bungkusnya lalu memakannya. Menikmati indahnya kota di malam hari dengan memakan ice cream merupakan hal paling menyenangkan bagi Fina. Fina begitu asyik menjilati ice cream cone rasa coklat vanilla dalam genggamannya. Disamping Fina masih tersedia 4 ice cream dengan rasa lain yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam box pendingin agar tidak meleleh dengan cepat.


“Kau yakin tidak mau mencobanya kak?” Fina menyodorkan ice cream nya ke arah Faizi.


Faizi mengamati box ice cream dan ice cream yang ada didepannya bergantian sebentar lalu kemudian Faizi mendorong pelan Ice cream milik Fina dan dia arahkan kembali pada Fina.


"Tidak. Untukmu saja. Aku tidak begitu suka ice cream." Jawaban Faizi sedikit membuat Fina mengerucutkan bibir nya sebal.


Pria disampingnya memang sungguh aneh. Bagaimana bisa dia tidak menyukai Ice cream. Padahal hampir penduduk di dunia ini sangat menyukai ice cream.


“Kau aneh. Kebanyakan orang menyukai ice cream tapi kau sangat berbeda”


Fina mulai mengambil satu lagi ice cream dari dalam box pendingin. Membuka bungkusnya hati-hati dan kemudian memakan ice cream keduanya untuk malam ini.


“Kukira hanya dirimu yang mengidolakan ice cream dan cokelat begitu dalam. Aku khawatir kau mungkin akan menangis histeris saat persediaan ice cream dan cokelat didunia ini habis” Faizi tersenyum tipis.


Membayangkan Fina dengan wajah sebal nya saat di mobil tadi terasa lucu dan menggemaskan baginya. Dia cukup mempunyai cara jitu agar wanita disampingnya itu tidak merajuk kembali. Hanya dengan memberikan makanan kesukaannya mood wanita itu akan kembali membaik.


“Itu sangat mustahil. Mana mungkin persediaan ice cream di dunia akan habis hm”


Fina mengarahkan mata nya pada pemandangan indah didepannya. Hingga matanya menangkap sesuatu yang bercahaya melesat dengan kecepatan tinggi dan hilang sekejap begitu saja. Fina terbelalak terkejut.


“itu bintang jatuh. Cepatlah buat permohonan" Fina berseru dengan begitu hebohnya pada Faizi sambil menepuk-nepuk pundak pria disebelahnya itu.


Setelahnya, Fina mengatupkan kedua tangannya dan mulai membuat permohonan pada Tuhan. Faizi memandang Fina dengan heran nya.


"Apa kau percaya akan hal seperti itu?"


Faizi bertanya penasaran setelah sebelumnya menunggu Fina menyelesaikan permohonan panjangnya pada Tuhan. Mendengar pertanyaan Faizi, Fina segera menolehkan wajahnya ke arah pria yang ada disampingnya itu.


"Apa benar akan dikabulkan?" Faizi menanyakan kembali pada Fina. Dan Fina hanya mengangguk yakin.


“Bagaimana jika permohonan kita tidak dikabulkan?”


“Aku yakin dan pasti dikabulkan. Maka sekarang sebaiknya cepat kau katakan permohonan mu kak?."


Suasana hening sesaat


Fina menatap Faizi dengan senyuman. Sedangkan Faizi menatap Fina dengan pandangan ragu dan sedikit tidak yakin.


Setelah begitu lama berdebat dengan pikiran rasionalnya, Faizi mulai menyerah. Dia menghembuskan nafas nya sebentar dan kembali menatap dengan pandangan serius kearah Fina.


“Aku ingin menjadikan mu sebagai kekasihkku, Fina" itu lah permohonan Faizi.


Dengan berani dan gugup ia ucapkan secara langsung pada wanita didepannya itu. Senyum yang semula terpatri di bibir manis nan imut milik Fina perlahan hilang.


Fina yang mendengar akan permohonan Faizi mulai terdiam kaku. Cukup membuatnya kaget. Mata hitam yang kelam dan tajam milik Faizi menatap lurus pada mata almod sendu milik Fina. Tatapan yang terpancar itu membuat Fina menjadi diam seribu kata.


Apa ini? Kak izi menyatakan cinta padaku? Apa ini mimpi? Aku tidak salah mendengar kan? Oh tuhan, siapa pun itu tolong sadarkan aku. Agar aku tidak bermimpi terlalu lama." Begitulah isi hati dan pikiran Fina saat itu.


"Kau berkata padaku jika Tuhan akan mengabulkan permohonan kita. Jadi, mau kah kau menjadi kekasihku. La Fina agatha?" Suara yang begitu lembut Faizi keluarkan dan membuat Fina tersadar akan lamunan dari sikap diam nya itu.


Tangan Faizi mulai menyentuh pipi mulus milik Fina dengan lembut. Membawakan sensasi aneh pada diri Fina yang merasakan sentuhan tangan halus itu. Pria didepannya itu kini telah berubah menjadi makhluk paling romantis. Fina menatap dengan dalam pada mata hitam milik Faizi. Sesuatu yang begitu dalam pada mata itu mengatakan bahwa Faizi begitu tulus pada perasaannya. Hati Fina menghangat, sebuah senyuman terukir dibibir nya dengan diikuti anggukan yang Fina berikan sebagai sebuah jawaban akan pertanyaan yang dilontarkan oleh Faizi. Senyum kelegaan mulai terpatri di wajah Faizi dengan begitu jelasnya.


Jujur saja, Faizi sempat khawatir dan berfikir bahwa dirinya mungkin saja ditolak, mengingat apa yang dikatakan Aiden tentang bagaimana susahnya menaklukkan hati seorang La Fina Agatha. Namun, nyatanya pemikiran hal itu tidak terjadi. Hari ini dia telah menyatakan cintanya pada Fina dengan seadanya dan tanpa persiapan sama sekali. Tidak ada yang menyangka, bahwa percobaan pertama nya ini akan berhasil. Faizi sungguh beruntung.


Faizi mengarahkan pandangannya pada Fina. Wajah cantik nya masih mengarah padanya. Dengan penuh keberaniannya Faizi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Fina. Hingga sebuah sentuhan yang begitu hangat basah dan kenyal dari bibir nya telah menyentuh bibir Fina. Fina hanya diam menikmati setiap detik dari peristiwa indahnya itu. Faizi mulai menggerakan bibirnya di atas bibir Fina. Mencoba menyesapi lebih dalam rasa manis cokelat vanilla dari ice cream yang sebelumnya di makan oleh Fina, terasa manis dan lembut.


Faizi tidak akan melupakan rasa ini. Bibir Fina bagaikan surga yang begitu memabukkan dan Faizi seolah-olah enggan untuk mengakhirinya. Dia sungguh berharap waktu saat itu juga berhenti. Agar dia bisa menikmati kebersamaan nya dengan Fina begitu lama dengan posisi nyaman seperti itu.


Setelah lama mereka dengan posisi itu, Faizi kemudian mengakhiri kontak keduanya. Faizi tak ingin membuat dirinya dan Fina mati karena kehabisan nafas akibat ciuman yang mereka lakukan. Faizi melihat wajah Fina yang begitu merona merah akibat tindakannya itu.


Faizi mengangkat pelan wajah Fina yang tertunduk dan tak lupa memberikan senyuman tulusnya.


"Dengarkan aku, aku memang tidak begitu menyukai hal yang terlalu manis seperti ice cream. Tapi, aku sangat menyukaimu yang begitu manis dan cantik ini. Aku rela jika harus terkena diabetes akibat melihat dirimu setiap hari yang sangat begitu manis ini".


Sungguh gila. Seorang Faizi jarang sekali melakukan hal romantis seperti ini. Pada mantan nya pun tidak seperti itu. Faizi berfikir bahwa dirinya telah gila karena menyukai Fina yang belum lama dikenalnya itu.


Cinta pada pandangan pertama membuatnya gila. Tapi, bukankah cinta memang membuat gila? Perasaan berdebar pada seseorang yang membuat jantungmu berdetak tak karuan. Bagaimana bisa cinta melakukannya? Tapi menurutnya, cinta adalah hal paling menakjubkan yang bisa tuhan berikan pada manusia. Perasaan yang selalu membuat Faizi tersenyum setiap hari bahkan meski hanya memikirkan La Fina Agatha saja. Bodohnya dia. Begitulah orang jatuh cinta.


############


sudahi dlu ya.. shyshy sengaja dijadiin part in untuk mereka berdua. biar istimewa gitu. hehehe


tetap shyshy gk lupa buat readers ku jangan lupa untuk like, komen dan berikan vote kalian pada novelku ini.


terimakasih semuannya