Way Back Into Love

Way Back Into Love
Heran



Liam menempelkan wajahnya di jendela tapi mendekat dengan kursi yang Flora duduki hingga jarak dirinya dengan Flora begitu dekat.


Jangan tanyakan bagaimana debaran jantung Flora saat ini. Jika boleh ingin sekali dia memeluk pria yang pernah berstatus sebagai suaminya itu. Tapi rasa sakit hati membuat Flora membentengi diri untuk dekat dengan Liam. Apalagi yang saat ini dengan gencar Liam dekati adalah Anya bukan dirinya. Tambah sakit hati Flora menerima fakta ini.


Pantas saja Liam sampai depresi saat ditinggal selingkuh oleh Anya. Ternyata seperti ini perjuangannya untuk bendapatkan gadis itu dulu.


Flora yang awalanya menyender di jendela seperti yang dilakukan Liam memilih untuk menegapkan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Liam.


Flora menggigit bibirnya agar tidak menangis. Dia semakin merasa sesak ketika kembali disadarkan kalau yang Liam perjuangkan kali ini bukan dirinya melainkan Anya.


Vivi yang berada disebelahnya tentu menyadari kalau Flora sedang tidak baik-baik saja.


"Ada apa sebenarnya? Anya seperti menyimpan sebuha rahasia..." gumam Vivi dalam hati.


Liam sendiri entah apa yang dia pikirkan tapi satu yang pasti dia tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati Flora.


Saat itu juga ponsel Liam berdering.


Nama Marvel tertera di layar ponselnya. Liam pun menerima panggilan tersebut.


"Dimana?" tanya Marvel diseberang sana.


"Aku sedang bersama Angel dan temannya. Tunggu aki disana ya" jawab Liam.


Marvel yang mendengar jawaban Liam hanya bisa geleng-geleng kepala saking herannya dengan sikap terang-terangan Liam dalam mendekati Flora.


Marvel pun menutup panggilan tersebut.


"Al...Al...ck ck ck...."Marvel pun berdecak saking herannya.


Beberapa menit kemudian, mereka bertiga pun sampai di halaman rumah Stefan. Liam turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Flora.


"Tuhan...cobaan apa lagi ini. Aku sungguh tidak sanggup melihat perhatiannya dia pada wanita lain. Aku tidak bisa Tuhan" Air mata Flora sudah semakin tidak dibendung lagi. Dia berlari kecil meninggalkan Liam serta Vivi yang diliputi banuak pertanyaan di kepalanya.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa Anya terlihat bersedih dan menghindari Alvaro?" batin Vivi.


"Terima kasih Vivi" ucap Liam sambil membungkukkan tubuhnya lalu masuk ke dalam rumah menyusul Flora.


"Ah...bikin pusing saja" gerutu Vivi lalu menekan pedal gas nya dan meninggalkan rumah mewah milik Stefan.


Untung saja Rina sedang berada di kamarnya saat Flora tiba hingga Flora tidak harus mencari alasan kenapa dirinya sampai menangis pada sang bunda.


Belum sempat masuk ke dalam kamar, Liam sudah menahan lengannya.


"Angel...Aku minta maaf kalau sudah buat kamu tidak nyaman" ucap Liam dengan tatapan penuh mohon. Tatapan kesungguhan yang Flora begitu hafal. Dan tatapan yang semakin menyadarkan Flora kalau Liam begitu mencintai Anya.


Lelah... Flora lelah berpura-pura. Dia tidak lagi bisa menahan air matanya.


"Aku minta maaf. Tapi aku bukan orang jahat. Aku hanya ingin dekat denganmu. Aku bersungguh-sungguh" ucap Liam terdengar serius.


Flora melepas paksa genggaman Liam dan segera masuk ke dalam kamarnya. Untungnya Flora tidak sampai membanting pintu.


Liam menghela nafas kasar. Tapi Liam sudah bertekad tidak akan menyerah. Bagaimana pun caranya Liam akan mencari cara agar Flora mau dekat dengan dirinya. Setidaknya Flora mau berteman dulu, Liam tidak akan buru-buru. Asal Flora tidak menghindarinya lagi dia sudah bersyukur.


Bersambung...