Way Back Into Love

Way Back Into Love
Aku Kembali



Kedip kedip mata Flora terbuka secara perlahan. Pantulan cahaya terlihat jelas walau dia belum bisa memastikan penglihatannya tapi dia bisa menebak sedang berada dimana. Suara alat-alat medis terdengar memenuhi ruangan tersebut. Beberapa menit penglihatannya masih samar hingga akhirnya dia bisa melihat dengan jelas dan memang dia berada di ruangan ICU. Tidak ada siapapun disana, Flora seorang diri.


Flora merasa kepalanya berputar-putar dan ingin muntah. Dia memencet tombol darurat yang letaknya masih dalam jangkauan tangannya. Tak berapa lama petugas medis pun datang dan begitu terkejut karena pasien yang selama ini koma akhirnya terbangun.


“Apa aku boleh minum sus? tenggorokan ku kering” tanya Flora.


Suster menganggukkan kepala dan mengambilkan minuman untuk Flora.


Dengan telaten suster tersebut membantu Flora untuk minum.


“Apa yang kamu rasakan?” tanya suster tersebut.


“Pusing dan mual” jawab Flora.


“Sungguh keajaiban karena kamu sudah koma selama empat tahun” ucap perawat tersebut.


“Hah?” Flora begitu terkejut. 


“Lalu dimana Liam suster?” tanya Flora pula.


“Siapa Liam?” tanya tenaga kesehatan tersebut.


“Suamiku” jawab Flora cepat. Suster tersebut bersusah payah menahan tawanya karena tidak baik menertawakan pasien yang baru sembuh.


“Beristirahatlah dulu, aku akan memanggil dokter dan juga Mamamu” ucap suster tersebut lalu keluar dari ruangan tersebut.


Flora begitu kebingungan, bagaimana ceritanya dia bisa koma selama 4 tahun?. Matanya kesana kemari guna mencerna sesuatu hingga tanpa sengaja dia melihat pantulan wajahnya di meja aluminium.  Flora pegang wajahnya.


“Aku kembali?”. Dia terus pegang wajahnya seolah tidak menyangka kalau dia sudah kembali ke tubuhnya sendiri.


“Ini mujizat, kondisimu normal” ucap dokter tersebut.


“Sudah kamu hubungi keluarganya?” tanya dokter pada perawat.


“Sudah dok, Mama pasien masih dalam perjalanan”.


Setelah melakukan observasi selama satu jam, Flora pun dipindahkan ke ruang rawat inap biasa tapi selama itu pula keluarganya belum ada yang datang.


Flora mengambil infusnya dan berjalan-jalan seorang diri hingga ke halaman depan rumah sakit dan disana dia bertemu dengan pujaan hatinya yang saat ini sedang menangis sambil memegang dadanya sendiri.


“Liam….” panggil Flora dan berlari sekuat yang dia bisa.


Mendengar namanya dipanggil Liam pun mengangkat kepalanya.  Matanya semakin berkaca-kaca ketika melihat wanita yang begitu dia cintai datang sambil berlari. Liam berdiri dan berlari ke arah Flora. Saat jarak mereka sudah dalam jangkauan satu sama lain, Liam langsung membawa Flora ke dalam pelukannya.


“Sayang… Aku sudah sangat frustasi tadi. Aku kira akan kehilangan kamu lagi” ucap Liam yang sudah bercucuran air mata. Dengan masih memegang infus, Flora membalas pelukan Liam. Dia tidak berucap apapun, yang bisa dia lakukan hanya ikut menangis seperti Liam.


Samuel yang melihat itu langsung merasakan kepalanya berputar. Dia bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi.


“Ya Tuhan…ada apa ini?” gumam Samuel dalam hati.


Marvel yang baru tiba disana begitu terkejut melihat Liam sedang memeluk seorang gadis. Gadis yang dia lihat di foto. Marvel melengkungkan senyum, akhirnya dia paham apa yang terjadi. Dia bahagia melihat sahabatnya terlihat bahagia walau dengan berderai air mata tapi Marvel tahu kalau Liam saat ini sangat bahagia.


Liam urai pelukannya dan menangkup wajah Flora yang sudah basah oleh air mata.


“Aku mencintaimu” ucap Liam lalu kembali membawa Flora ke dalam pelukannya.


Bersambung...