
Di dunia kerja memang ada saja hal yang membuat kita tidak nyaman. Kadang sudah cocok dengan salary tapi rekan kerjanya yang bermasalah. Sudah cocok dengan rekan kerja, dengan salary yang bermasalah. Sudah Cocok dengan rekan kerja dan salary, dengan bossnya yang tidak nyaman. Serta masih banyak lagi lika liku dunia kerja.
Ada juga beberapa pendapat bahwa dalam dunia kerja jangan terlalu menunjukkan kemampuan nanti kalau mau cuti susah dan apa-apa kita yang mengerjakan tanpa tambahan salary.
Jangan terlalu royal dengan pekerjaan karena dunia kita bukan hanya tentang pekerjaan.
Dan masih banyak lagi hal-hal yang terjadi di dunia pekerjaan. Sama seperti apa yang Flora rasakan saat ini.
Dia nyaman dengan pekerjaannya , dengan tugas dan tanggung jawabnya tapi tidak dengan rekan kerjanya.
Semenjak teman seruangannya tahu kalau dia kenal akrab dengan Marvel dan apa-apa Marvel selalu mendahulukan Flora membuat beberapa pekerja terutama yang perempuan menjadi iri.
Marvel memang bukan orang yang sangat berpengaruh di perusahaan, tapi di divisi mereka Marvel lah yang menjadi ketua team nya hingga tak heran bila mereka melihat Marvel mengistimewakan Flora maka tak sedikit yang merasa iri akan hal itu.
"Yuk guys..kita makan siang bareng. Yang itu gak usah di ajak. Nanti juga dia makan sama atasan" sindir Wanda sambil melirik jahat ke arah Flora.
Flora sama sekali tidak ambil pusing, diajak atau tidak itu tidak masalah buatnya. Yang penting dalam pekerjaan masih profesional.
"Kenapa gak diajak? Nanti kita di laporin sama si atasan gimana?". Ada lagi Valeria yang menjadi kompor.
"Benar juga ya... Tapi malas gak sih ngajak orang seperti itu?" ucap Wanda menimpali.
Flora masih diam saja, selagi namanya tidak disebut dia akan pura-pura tidak tahu.
Tapi tentu tidak semua yang ada diruangan itu yang seperti Wanda dan Valeria. Ada juga yang netral dan tidak memihak siapapun.
"Mau makan bareng?" ajak Nando pada Flora.
Flora berpikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya.
Dia dan Nando pun berjalan bersama-sama menuju restoran yang sering Flora dan Marvel kunjungi saat makan siang. Selama sebulan ini Flora dan Marvel memang sering makan siang bersama. Bukan sering bahkan setiap waktu kecuali kalau Marvel sedang ada pekerjaan seperti sekarang.
"Mungkin kamu harus belajar berbaur dengan mereka, makan, nongkrong supaya tidak jadi bahan gibahan" ucap Nando yang bisa membaca situasi yang terjadi di divisinya.
Padahal awal-awal Flora sudah berusaha berbaur tapi memang mereka yang tidak mau mengajak Flora masuk ke dalam cyrcle mereka.
"Iya Kak, Akan aku coba lagi" jawab Flora sambil tersenyum. Senyum yang tentu saja menular pada Nando.
"Aku tidak mengerti kenapa mereka bisa tidak suka padamu. Sepertinya mereka punya penyakit iri" ucap Nando dengan terkekeh.
"Aku tidak pernah memasukkan ke dalam hati omongan mereka karena mereka juga tidak menyebut namaku. Aku anggap mereka membicarakan orang lain".
"Baguslah kalau begitu, masih ada Aku kalau mereka sering menyudutkanmu. Kalau mereka berbuat jahat jangan segan bilang padaku ya" ucap Nando.
Flora pun menganggukkan kepala.
"Terima kasih kak". Tak lupa dia tersenyum manis saat mengatakannya. Senyum itulah yang sebenarnya membuat Flora dibenci. Flora dikira tebar pesona karena tersenyum kepada siapa saja.
Bersambung...