Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 8



Fina dan Faizi telah sampai di sebuah cafe. Coffee beans cafe menjadi tempat pilihan mereka untuk menikmati kopi. Karena ditempat itulah yang menyediakan jenis kopi pilihan dari seluruh daerah terkenal akan hasil kopinya. Mereka pun duduk di pojok cafe yang mengarah ke jalan raya dan taman sehingga lebih bagus untuk memandangnya sambil menikmati kopi. Pelayan mulai mendekati mereka dan menanyakan mengenai menu apa yang akan mereka pesan.


"Kau mau apa kak?" Tanya Fina pada Faizi.


"Ice Americano dan toast beef special" jawab Faizi


"Kami pesan ice Americano, ice coffee latte, toast beef special, waffle dengan saos maple serta es krim di atasnya, lalu yang terakhir french fries. Sudah itu saja" ucap Fina pada pelayan cafe.


Mendengar itu pelayan tersebut segera mencatatnya kedalam note yang dia bawa.


"Baik, mohon tunggu sebentar" seru pelayan tersebut dengan begitu sopan dan berlalu pergi untuk menyiapkan pesanan.


Selagi menunggu pesanan datang mereka pun selingi dengan obrolan ringan dan canda tawa. Bahkan Fina tak berhenti tersenyum saat faizi menceritakan sebuah cerita lucu. Setelah beberapa lama akhirnya pesanan mereka pun telah tiba. Mereka mulai menikmati pesanannya.


"Kau sangat menyukai waffle fin?" Tanya Faizi saat melihat begitu lahap nya Fina memakan wafflenya.


"Sangat kak, waffle di cafe ini sangat lembut dan es krim yang ada diatasnya ini dibuat sendiri dengan bahan-bahan rendah kalori." Seru Fina sambil menjelaskan pada Faizi.


Mendengar itu Faizi pun tersenyum lucu. Pasalnya Fina memakan makanan kesukaannya begitu lahap tanpa memikirkan penampilan nya. Bahkan sepertinya dia tidak menyadari akan noda es krim yang menempel di sudut bibirnya itu.


"Aku tau kau menyukainya, setidaknya kau harus menjaga penampilanmu juga, kau seperti bocah sd saja hm" ucap Faizi seraya mengelap sudut bibir Fina dengan tisu secara perlahan.


"Haih kakak seharusnya kau beritahu aku saja, aku malu" celetuk Fina dengan pipi merona merah akibat ulah Faizi yang tiba-tiba seperti itu.


"Untuk apa malu aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan" kata Faizi santai sambil menyesap ice americano nya. Fina hanya tersenyum mendengar penuturan Faizi padanya.


"Kau mau mencobanya kak?" Tawar Fina sambil mengarahkan wafflenya pada Faizi.


"Tidak fina, aku cukup sering memakan waffle. Untukmu saja." Jawab Faizi sambil memakan toast beef nya.


"Faizi" panggil seseorang dengan berjalan mendekat ke kursi Faizi.


Mendengar itu Faizi pun mendongakkan kepalanya. Dia sedikit kaget melihat seseorang yang sangat dikenalnya berada disini.


"Kau disini dengan si.... " tanya seseorang itu.


Namun, tak selesai pertanyaan itu dilontarkan pandangan orang itu sudah mengarah ke seorang wanita yang ada disebelahnya.


"Fina kau disini" seru orang tersebut ketika melihat bahwa yang pergi dengan Faizi adalah Fina.


"Kak Aiden" panggil Fina santai. Berbeda dengan Faizi yang sedikit gugup. Pasalnya dia membawa Fina yang merupakan pacar Aiden itu nongkrong bersamanya.


Apa dia ketahuan? Bagaimana pandangan Aiden terhadap nya? Apa dia akan marah?. Begitulah pemikiran Faizi saat ini.


Aiden pun langsung mengambil duduk disamping Fina.


"Aku bergabung ya" ucap Aiden seadanya. Faizi hanya mengangguk mengiyakan.


"Kau kenapa kesini kak?"tanya Fina pada Aiden.


Pasalnya kehadiran Aiden membuat nya terganggu. Berbeda dengan Faizi yang melihat Fina begitu santainya menanggapi Aiden yang datang tiba-tiba.


"Tentu saja untuk minum kopi". Balas Aiden dengan senyuman.


"Tumben, biasanya juga di bawa pulang."


"Tadinya begitu, tapi saat melihat kalian aku jadi mengurungkan niatku" celetuk Aiden sambil menyesap kopinya yang baru saja di antar.


"Kalian berdua sedang apa disini?" Tanya Aiden penuh selidik sambil menatap kearah Fina dan Faizi secara bergantian.


"Aku mentraktir kak izi kopi karena dia sudah membenarkan mobilku" jawab Fina dengan melipatkan kedua lengannya di depan dadanya.


"Oh begitu. Kau kenapa diam saja Izi?" Tanya Aiden saat melihat Faizi lebih banyak diam.


"Apa aku mengganggu kalian?" Sambungnya karena tidak mendapatkan respon jawaban dari Faizi.


Apa maksud pertanyaannya? Dialah yang sekarang seperti pengganggu dan nyamuk untuk pasangan itu. Begitulah pemikiran Faizi saat ini.


Dia tahu bahwa kehadirannya itu sangat mengganggu Faizi. Tujuan dia bergabung pun hanya ingin melihat seberapa kemajuan nya hubungan mereka. Setelah melihat nya dia tahu bahwa tanpa bantuannya, semesta telah membantu mereka menemukan takdirnya. Tinggal dari pemerannya saja yang menentukan pilihan nya. Akhirnya Aiden pun memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya.


"Kau mau kemana kak?" Tanya Fina ketika melihat Aiden mulai beranjak dari kursinya. Pasalnya belum lama dia duduk sekarang sudah berdiri kembali.


"Aku ingat masih ada urusan, jadi aku harus pergi. Kopi ku jangan lupa kau bayar ya. Dan Izi tolong jaga Fina ku okay. Aku pamit". Jawab Aiden cepat berlalu meninggalkan Fina dan Faizi.


Faizi yang melihat nya sedikit bingung. Entah dia harus senang atau sedih. Dia sungguh bingung mengekspresikannya.


"Dasar merepotkan" gumam Fina sesaat setelah Aiden pergi.


Faizi cukup mendengarnya. Tapi dia hanya diam tanpa berniat menyahuti. Pikirannya kemana-kemana. Perasaan galau menyelimuti hatinya. Penuh keraguan dan tidak percaya diri.


##################


Fina dan Faizi telah sampai di sebuah apartemen milik Faizi. Dia mengantarkan Faizi pulang setelah dari cafe.


"Terimkasih sudah mengantarku fin, dan juga untuk traktirannya" ucap Faizi tulus.


"Sama-sama kak. Aku senang bisa mengobrol dan minum kopi bersamamu kak" seru Fina jujur.


Mendengar itu Faizi sangat senang. Tanpa sadar tangannya pun mengacak rambut Fina dan mengelusnya. Tindakan Faizi ini sungguh membuat jantung Fina benar-benar berdetak begitu kencangnya.


"Ya sudah kau pulang lah, dan hati-hati dijalan" seru Faizi sambil berlalu keluar dari mobil Fina.


Fina pun segera sadar dari keterkejutannya. Dan dia hanya mengangguk pelan mengiyakan. Setelahnya mobil fina berlalu meninggalkan perkarangan apartemen milik Faizi.


Faizi memasuki apartementnya dan berbaring di sofa panjang. Banyak pikiran yang berlalu-lalang di otaknya. Perasaan senang dan galau bersaman menyelimuti hatinya. Dia membutuhkan teman curhat. Dia membutuhkan kakak nya saat ini yang akan rela mendengar curhatannya itu.


##############


Suara teriakan yang diciptakan oleh segelintir petir yang telah menyelimuti kesunyian malam dengan guyuran hujan deras. Lentera dan lampu-lampu jalan bergoyang seakan menandakan hujan ini begitu derasnya dengan disertai angin kencang. Faizi, lelaki itu baru saja tiba disebuah rumah mewah dengan dominasi chat warna putih. Dia berlari masuk menuju pintu rumah tersebut. Faizi mengunjungi rumah kakak perempuannya yang baru saja pulang dari Eropa sesaat setelah menerima panggilan dari kakaknya bahwa dia sudah kembali. Entah ikatan batin atau apa, karena siang tadi dia baru saja memikirkan bahwa dia rindu dan ingin berkeluh kesah dengan kakak perempuannya yang cantik itu. Seuntai pikiran kembali membebaninya, Faizi kembali datang pada Citra yang tak lain kakaknya itu untuk mengadu berbagai masalah yang menimpa hidupnya. Masalah hati, tentang masalah cinta yang sedang terjadi pada dirinya.


Melihat kedatangan adik satu-satunya itu membuat Citra begitu senang. Sekian lama dia tidak berjumpa dengan Faizi. Cokelat hangat pun telah disiapkan Citra untuknya. Sedikit basa-basi cerita dilontarkan Citra mengenai kehidupannya di Eropa. Sampai akhirnya Faizi memulai bercerita tentang kegundahan hati yang dia rasakan. Citra terdiam untuk sesaat. Dia mendengarkan cerita dari adik satu-satu nya itu dengan baik dengan wajah yang berubah-ubah.


"Aku bertemu dengan seorang gadis" ucap Faizi memulai ceritanya.


"Dia wanita yang sangat cantik, baik hati. Namanya La Fina Agatha. Aku berusaha mendekati nya. Dekat dengan nya membuatku nyaman. Dia pelipur lara ku. Dia berbeda dengan nya yang membuatku sakit."


Citra menghela nafasnya berat, Faizi masih merasakan sakit atas pengkhianatan yang dilakukan oleh wanita yang dulu sangat dicintainya. Hal ini membuat Faizi sedikit ragu untuk memulai cintanya kembali, dan Citra mengetahui nya.


"Aku menyukai cara bicaranya yang sangat cerdas. Dia sangat manis dan imut saat tersenyum. Senyumannya membuatku tenang dan berdesir hatiku saat bersamanya. Dia begitu berani."


Citra tersenyum saat lelaki itu terus menceritakan bagaimana La Fina Agatha, gadis yang menjadi cinta pandangan pertama adik nya itu.


"Aku menyukainya. Aku menyukai Fina. Tapi aku takut"


Ketakutan akan ingatan buruk itu selalu terekam jelas pada otak Faizi. Pengkhianatan yang dilakukan mantan pacarnya membuat dia merasakan berbagai penderitaan hingga dia harus mengalami sakit usus buntu dan dioperasi.


"Kau begitu bodoh. Tidak bisakah kau melupakannya. Dan memulainya dengan baik?"


Citra hanya ingin adikknya itu merasakan kebahagiaan. Kebahagiannya akan datang jika dia mulai melupakan masa lalu yang menyakitkan dan menjadikan itu sebagai pelajaran untuk kedepan yang lebih baik. Bukan untuk dijadikan sebagai bomerang yang menakutkan. Citra pun hanya sedikit memberikan nasihat dan masukan untuk faizi. Berharap dia mau mendengarkan masukannya itu.


################


Faizi menghembuskan nafasnya pelan sebelum membuka pintu apartemennya, hatinya sedikit merasakan kelegaan setelah bercerita banyak pada Citra kakaknya. Berbagai masukan dan nasihat ia dapatkan dari wanita cantik itu. Pemikirannya saat ini bahwa dia akan memperjuangkannya. Dia akan berterus terang pada Aiden jika dia menyukai Fina. Dia rela jika harus berebut secara sportif untuk mendapatkan Fina.


##################


Shyshy kembali..


Jangan lupa untuk di like, dikomen dan di vote ya untuk novelku ini. Biar shyshy semangat buat nulisnya.


Terimakasih semuanya.