Way Back Into Love

Way Back Into Love
Marvel



Hari pertama kerja Flora sudah mencuri perhatian satu ruangan di divisinya karena penampilannya yang berbeda dari yang lain. Mengingat perusahaan ini adalah perusahaan yang bonafit dan fashionable , hampir semua karyawannya mengenakan pakaian yang modis dan up to date. Berbeda dengan Flora yang boleh dibilang sangat biasa dan terkesan sopan.


Dia mengenakan oversized shirt berwarna sage green dan white jeans serta heels berwarna putih. Flora sangat cantik tapi penampilannya paling sederhana dibanding karyawan yang lain yang kebanyakan mengenakan dress dan pakaian minim bahan.


"Anya, kamu karyawan baru disini?" Marvel nampak terkejut melihat kehadiran Flora disana.


"Kak Marvel kerja disini juga?" bukannya menjawab Flora malah ikut mengajukan pertanyaan.


Marvel yang awalnya duduk di bilik kerjanya langsung menghampiri Flora.


"Iya, aku sudah kerja hampir setahun disini" jawab Marvel. Dia mengulurkan tangannya dan tentu saja Flora menerima uluran tangan tersebut.


"Selamat bergabung ya, semoga kamu betah." ucap Marvel seraya tersenyum.


"Terima kasih kak, Mohon bimbingannya" balas Flora dengan tersenyum juga. Senyum yang begitu manis dan bisa menular pada siapa saja yang melihatnya.


"Kamu kenal?" tanya salah satu rekan kerja Marvel yang terhipnotis dengan senyum manis Flora. Dia merangkul pundak Marvel sambil menunggu jawaban.


"Iya, dia adik temanku" jawab Marvel.


"Hai Anya, selamat bergabung ya" ucap orang itu yang bernama Nando.


"Terima kasih kak" sahut Flora.


....


Jam istirahat, Marvel mengajak Flora makan siang bersama di restoran yang letaknya tepat diseberang kantor mereka. Hanya perlu jalan kaki tak sampai lima menit untuk mencapai tempat tersebut.


"Bagaimana kabar Stefan? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Mungkin sudah 6 bulanan" ucap Marvel yang memang semenjak dia bekerja sangat jarang berkumpul dengan Stefan dan kawan-kawan.


Marvel kembali melanjutkan pendidikan S2 nya di luar negeri dan baru kembali setahun belakangan. Itu juga alasan dia jarang kumpul dengan Stefan lagi.


Marvel menganggukkan kepala tanda mengerti. Dia sudah sangat hafal bagaimana sifat sahabat baiknya itu.


"Kamu harus sabar menasehatinya, Aku yakin suatu saat nanti dia bisa berubah".


"Iya kak. Aku juga harap begitu" ucap Flora.


"Zayn ada menghubungimu?" tanya Marvel, " Aku dengar sebentar lagi dia lulus dan akan kembali ke tanah air" lanjutnya pula.


Flora menganggukkan kepala. Zayn memang sering menghubunginya walau mereka terpisahkan oleh jarak. Semenjak lulus S1, Zayn kembali melanjutkan S2 di luar negeri sama seperti Marvel. Mario pun sama, hanya Stefan yang tidak mau kuliah maupun bekerja.


"Kamu masih lupa ingatan? Kamu benar-benar tidak ingat bagaimana dulu kamu mengejar-ngejar Zayn? " Tanya Marvel penasaran.


"Aku tidak ingat kak dan aku juga sudah tidak berniat sama sekali untuk mengingat masa lalu. Biarlah yang lalu menjadi masa lalu" jawab Flora dengan tersenyum.


Lagi-lagi Marvel menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar, kita jangan terbelenggu masa lalu" ucap Marvel menimpali.


"Lalu dengan Al? Kamu mendengar kabarnya?" tanya Marvel pula.


Flora menggelengkan kepala.


"Kakak yang harusnya lebih tahu kan?, aku sudah tidak bertemu Liam sejak tiga tahun lalu. Om Alvin sangat marah karena Kak Stefan memukul Liam seperti itu" jawab Flora.


Marvel menghela nafas panjang. Jujur dia pun tidak tahu bagaimana kabar Liam saat ini.


Bersambung. ..