Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 3



Kadang untuk mempercayai sesuatu perlu adanya keyakinan. Sebuah kejadian yang kebetulan terjadi tidak membuat kita percaya.


Kadang lebih percaya pada pertemuan yang dirancang secara diam-diam.


Masing-masing dari kita punya garis kehidupan yang telah digambarkan.


Dan masing-masing dari kita, kalau diizinkan, akan saling bersinggungan.


##########


Author pov


Fina masih kaget akan keadaan yang menimpa dirinya saat ini. Lelaki yang menolong nya merupakan lelaki yang dia tolong saat kecelakaan itu. Entah mimpi apa yang dia lalui hingga bisa berjumpa dengan lelaki yang sekarang sedang mengobati luka kakinya. Ingin sekali dia bertanya mengenai keadaan lelaki tersebut. Namun, hal itu tidak membuat dia berani mengutarakannya.


"Nah sudah selesai" ucap lelaki itu pada Fina sesaat setelah memberikan plester pada kakinya.


Fina masih belum sadar akan lamunannya. Sampai pada akhirnya sebuah tangan menyentuh punggung tangannya.


"Kau kenapa?" Tanya lelaki itu dengan lembutnya.


"Aku tidak apa apa tuan. Ah terimakasih atas bantuan mu" ucap Fina sambil menatap mata lelaki tersebut dengan tulus.


"Tidak perlu sungkan, aku tadi hanya lewat dan melihatmu aku tidak tega".


"Sekali lagi terimakasih tuan"


"Kau imut sekali, dan lagi jangan memanggil aku tuan. Panggil aku Izi."


"Ah iya kak Izi, aku Fina."


"Baiklah Fina apa kau mau turun ke pesta"


"Iya aku harus kembali ke pesta. Dia pasti khawatir karena aku tidak kunjung balik."


"Ayo kita jalan bersama, aku akan menuntun mu". Ucap Faizi sambil mengulurkan tangannya pada Fina. Fina pun menerima uluran tangan tersebut. Mereka pun berjalan berdampingan.


Terlihat bahwa semua orang yang hadir di pesta ini berpakaian spektakuler, dengan gaun rancangan terbaru dari desainer terkenal. Para laki-laki berjas tampak berkumpul dan mengobrol di satu sudut dekat perapian, dan para perempuan tampak berkelompok dengan sahabat-sahabatnya menyebar di semua sisi ballroom itu. Sebuah meja sajian besar di sudut menyajikan berbagai jenis makanan mewah. Bartender di satu sudut sibuk melayani permintaan tamu dan para pelayan berpakaian hitam putih hilir mudik, menawarkan nampan-nampan hidangan dan sampanye yang mengalir tak ada habisnya.


Ketika Fina dan Faizi menuruni tangga, semua pandangan tertuju padanya, hingga Fina merasakan tangannya mulai berkeringat. Sesekali Faizi pun memandangnya, bahwa terlihat dari raut wajah Fina yang sedang gugup. Pasalnya semua orang yang hadir melihat mereka dengan pandangan yang bermacam-macam. Ada yang suka ada juga yang tidak. Fina mencari-cari Aiden, tetapi lelaki itu sepertinya tidak ada. Dengan gugup, dan merasa terasing di keramaian walaupun dia bersama dengan Faizi tetap saja rasanya berbeda ketika dia bersama dengan Aiden. Faizi izin untuk menyapa teman temannya. Fina pun hanya mengangguk dan mulai berjalan kembali untuk menemukan Aiden.


“Itu kekasih Faizi yang terbaru?”, sebuah suara sinis terdengar, rupanya pemilik suara sengaja supaya Fina mendengarnya.


"Bukankah dia yang berjalan bersama dengan Aiden tadi" ucap suara lainnya.


Fina menoleh dan mendapati segerombolan perempuan-perempuan cantik tengah berbisik-bisik dan menatapnya dengan tatapan benci. Salah seorang perempuan, yang paling cantik dengan gaun hitamnya yang sangat seksi terang-terangan mengamati Fina dengan pandangan meremehkan dari atas ke bawah.


"Dia terlihat cantik tapi sayang sikap dia tidak mencerminkan hal itu" perempuan dengan gaun merah muda menyahuti.


"Dia murahan bisa menggoda banyak pria. Pria terkenal seperti Faizi dan Aiden. Yang banyak digilai wanita. Sungguh murahan" perempuan yang bergaun biru ikut berbisik untuk memanaskan suasana.


Pipi Fina memerah mendengar hinaan-hinaan yang dilemparkan terang-terangan kepadanya, Sabar Fina, desisnya dalam hati. Perempuan-perempuan ****** itu terbiasa hidup kaya sehingga kadang tak punya sopan santun. Fina bisa saja membalasnya, tapi dia tak ingin melakukan tindakan yang murahan seperti itu. Bahkan jika ingin dia bisa saja memberitahu siapa dia sebenarnya, jika mereka tau siapa Fina pasti mereka akan memohon untuk berkawan dengannya.


“Kau kemana saja, Fina sayang?” suara Aiden terdengar dekat sekali di belakang Fina hingga ia terlonjak kaget. Fina menoleh dan mendapati Aiden berdiri dibelakangnya.


"Ahh kakak, kau menyebalkan sekali. Aku susah sekali menemukanmu" ucap Fina sambil memeluk Aiden.


"Aku berbincang-bincang dengan Andrea dan teman ku lainnya". Ucap Aiden setelah melepaskan pelukannya.


"Aiden" panggil Faizi pada Aiden. Sesaat Aiden dan Fina pun berbalik ke arah sumber suara.


"Yak Izi, kenapa kau baru muncul". Ucap Aiden pada Faizi.


"Aku sedang ada urusan tadi".


Fina hanya menundukkan kepalanya dia merasa malu pada Izi.


"Ah hampir lupa, ini pasanganku Fina." Ucap Aiden memperkenalkan Fina pada Faizi.


Faizi sedikit terperangah untuk beberapa saat mendengar ucapan Aiden.


"Ah iya, aku Faizi" ucap Izi mengenalkan diri. Seolah olah mereka baru pertama kali berjumpa.


"Iya.. aku fina. Senang berkenalan denganmu". Ucap Fina dengan lembut.


Fina memandang dekat Faizi dia sedikit terkesiap dengan ketampanannya. Lelaki didepannya memang tampan, Fina menggumam dalam hati.


Dengan rambut hitam yang sedikit acak-acakan, mata hitam yang dalam tapi tajam, bibir tipis yang melengkung jantan, dan tulang pipi tinggi yang membentuk sudut wajahnya sedemikian rupa, diimbangi dengan jas hitam legam yang membungkus tubuh ramping berototnya dengan pas, membuatnya tampak seperti malaikat tampan dengan nuansa yang mempesona.


Faizi tampaknya tahu sedang diperhatikan dengan terkesima oleh Fina. Matanya terpaku menatap Fina yang sangat cantik dan manis ketika dilihat lebih dekat dan senyum yang muncul di bibirnya.


"Sungguh sangat manis" guman Faizi dalam hati.


"Kau benar benar pintar memilih wanita Aiden. Fina sangat lah cantik" puji Faizi.


Fina yang mendengar pujian dari Izi hanya menunduk malu.


"Dia memang cantik dan istimewa untukku." Ucap Aiden dengan sepenuh hati. Fina pun mendongakan wajahnya dan menyunggingkan senyumannya pada Aiden.


Faizi melihat senyuman Fina merasa begitu mententramkan. Walaupun senyuman itu tidak ditunjukkan padanya.


"Selamat malam para hadirin semuanya. Karena kita akan memasuki acara puncak perayaan ulang tahun jurusan. Maka dipersilahkan untuk para hadirin berkumpul di lantai dansa. Ucap Mc memberikan informasi.


"Ayo Fina kita kelantai dansa" ajak Aiden


"Ah iya" fina mengiyakan ajakan Aiden.


"Izi kami duluan ya" pamit Aiden pada Izi. Izi hanya mengangguk mengiyakan. Dia menatap kepergian Aiden dan Fina dengan pandangan yang datar.


#############


Acara dansa pun telah dimulai. Semua hadirin beserta pasangannya berdansa mengikuti alunan musik. Semua orang begitu menikmatinya. Tak lain dengan pasangan Aiden dan Fina. Mereka begitu menikmati dansanya. Bahkan mereka melakukan dansa begitu romantis seperti pasangan pada umumnya. Sekeliling mereka begitu takjub akan dansa yang mereka lakukan. Mereka menjadi pusat perhatian semuanya. Tak terkecuali dari seorang lelaki yang memandang mereka dari jauh. Lelaki tersebut adalah Faizi. Dia melihatnya dengan muka datar dan intens. Seolah-olah menunjukkan mimik ketidaksukaan.


"Kenapa kau tidak ikut turun?" Tanya Andrea pada Izi yang duduk sambil menatap lurus ke arah pasangan dansa.


"Aku masih sedikit merasakan nyeri, jadi tak memungkinkan untuk banyak gerak" jawab Izi seadanya.


"Baguslah kalo begitu"


"Iya"


"kau lihatlah Aiden dan Fina, mereka berdansa dengan sangat menikmati. Seolah olah acara ini adalah milik mereka berdua. Aku tidak menyangka jika dia memiliki gadis yang cantik" kata Andrea sambil menatap lurus kearah pasangan dansa.


Faizi hanya mendengarkannya tanpa ada niatan untuk menjawab.


###############


"Apa kau menikmatinya Fina?" Tanya Aiden.


"Maka dari itu cepatlah cari pasangan, agar kau ada yang menemani berdansa hem."


"Hati ku belum menemukannya, biarkan mengalir apa ada nya lah kak."


"Iya iya aku mengerti, apa kau merasa risih karena orang-orang bahkan melihat kita dan berbisik-bisik tidak jelas". Tanya Aiden sambil berbisik di telinga Fina.


"Biarkan saja mereka, aku hanya ingin menikmati dansanya" jawab Fina seadanya.


Mereka pun melajutkan dansanya, menggerakan kaki ke kanan kekiri maju mundur dan berputar secara berulang ulang.


Hingga pada akhirnya alunan musik berhenti, dan acara dansa pun telah selesai. Suara riuh tepuk tangan orang orang pun bergema di seluruh ballroom. Mereka semua telah menikmati acara puncaknya dengan baik.


###########


"Ayo fin kita pulang, aku akan mengantarmu" Ajak Aiden pada Fina.


" iya kak, aku juga lelah". Ucap Fina sambil berjalan berdampingan dan memeluk lengan Aiden.


"Dasar gadis lemah" ucap Aiden sambil mengacak rambut Fina. Fina hanya memanyunkan bibir nya melihat kelakuan kakaknya itu. Di tempat lain seseorang mengawasi gerak gerik mereka.


"Mereka begitu serasi" gumam seseorang tersebut.


##############


" terimakasih untuk malam ini, esok akan ku tepati janji ku" ucap Aiden setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah Fina.


"Kau harus melakukannya. Baiklah aku turun ya kak. Hati-hati dijalan salam untuk bibi" kata Fina dan berlalu turun dari mobil Aiden.


##########


"Bagaimana reaksinya?"


"Seperti dugaanmu, ini akan berhasil kan?" Jawab seseorang yang ada diseberang telefon.


"Tentu, aku yakin" ucap seseorang dengan penuh keyakinan.


"Baiklah kita lanjutkan besok". Panggilan pun di akhiri, seorang lelaki hanya tersenyum setelah menerima panggilan itu.


#############


Author pov


Pagi hari yang indah, Fina telah bersiap untuk kuliah pagi dengan pakaian kemeja kotak dan celana jins panjang. Terlihat santai dan nyaman.


Fina mulai mengeluarkan mobil nya dari bagasi. Setelahnya dia bersiap untuk berangkat kuliah. Seperempat perjalanan telah Fina lalui, tiba-tiba mobil yang di kendarai Fina mogok. Dia pun mulai panik. Karena jam sudah menunjukkan pukul 08.30. dan perkuliahan dimulai pukul 09.00. Disaat kebingunan itu terlihat sebuah mobil sport mewah berwarna hitam berhenti di depan mobil Fina.


"Fina, Ada apa dengan mobil mu?" tanya seseorang lelaki yang baru turun dari mobilnya.


"Kak izi! sepertinya mobil ku mogok. jelas Fina pada Izi.


"Dan aku ada kuliah pagi jam 9 kak" imbuh Fina menjelaskan dengan sedikit panik.


"kau berangkat bareng aku aja, kampus kita kan sama" tawar Izi pada Fina.


"apa tidak merepotkan kak?"


"tentu tidak, biarkan mobil mu disini nanti biar orang suruhan ku yang mengurusnya"


"Baiklah kalo begitu, terimakasih kak" .


setelah Fina menerima ajakan dari Faizi. mereka pun mulai memasuki mobil dan berangkat menuju kampus. Di dalam mobil suasana begitu hening dan sedikit canggung. Sampai pada akhirnya Faizi mulai memecahkan keheningan.


"kenapa kau tidak berangkat bersama Aiden? Tanya Izi pada Fina.


"tidak kak, aku sudah terbiasa berangkat sendiri."


"Oh begitu".


"Kak bolehkah aku bertanya?" tanya Fina pada izi dengan sedikit hati-hati.


"Hemm, silahkan fin"


"bagaimana keadaan kakak saat ini?"


"huh.. maksudnya?


"aku bertanya, bagaimana keadaan kakak?"


"aku baik-baik saja fin."


"apa masih sakit setelah operasi?"


"bagaimana kau tau aku baru melakukan operasi?" tanya Izi penasaran.


"Saat kejadian aku yang membawa kakak ke rumah sakit. maaf kak aku sempat berfikiran jelek tentangmu. Tapi kau juga salah kak, kau seharusnya sayangi badanmu. sudah tau kondisi mu tidak baik tapi masih tetap menyetir. Dan ujungnya mobil ku pun ikut lecet karena ulah mu. Aku bahkan merutuki dirimu bodoh". cerita Fina saat mengingat kejadian kecelakaan itu.


"Jadi, kau yang menyelamatkan ku?" tanya Izi lagi memastikan. Fina hanya mengangguk mengiyakan.


"kenapa kau tidak cerita sedari awal?"


"karena aku belum mengenalmu kak, sejak kejadian itu bahkan aku kepikiran mengenai keadaan mu. karena aku meninggalkanmu sendirian di rumah sakit. Maaf." ucap Fina sedikit menyesal.


"Tidak apa-apa. Terimakasih fin" ucap Izi dengan tulus.


"kita impas kak. kau tak perlu berterimakasih."


Mereka pun bercerita mengenai satu sama lain begitu nyamannya. sampai waktu terasa begitu cepat. Akhirnya mereka telah sampai di depan kampus. Izi pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir kampus.


"Terimakasih atas tumpangannya" ucap Fina sesaat setelah turun dari mobil.


"Sama-sama fin, nomorku jangan lupa disimpan. kau bisa memintaku untuk mengganti mobilmu yang rusak"


"baiklah kak, aku akan menyimpannya. Haih aku juga mampu melakukannya sendiri."


"Dasar kau ini." Mereka pun tertawa bersama-sama. Dan mulai berjalan beriringan menuju kelas. Tanpa mereka sadari seorang wanita dengan rambut panjang dan pakaian modisnya menatap tidak suka kearah Fina dan Faizi.


"Dasar wanita murahan, beraninya dia mendekati Izi. Awas saja kau" gumam wanita itu dengan penuh dendam dan amarah.


#########


Hai readers .... Shy shy tetep selalu mengingatkan...jangan lupa untuk like, vote dan juga komen ya. Berikan komentar kalian yang membangun biar Shyshy tetap semangat buat nulisnya. kritik dan saran sangat sangat diperlukan dalam penulisan novel ini. setiap episode ada kejutan yang akan menantimu.


stay tune.


Dan terimakasih.