
Lantunan lagu jadul era 90 an berkumandang nyaring di sebuah kamar minimalis dengan dominan cat warna biru dan juga pink.
Dan tak heran pula sang pendengar lagu itu pun ikut menyanyikannya.
ne pume (I believe)
Angin neo e mishoga, yeongwonhi bichireuni neo gaji ankhe.
Cause you love me so sweet.
You re my everything.
Jeongmal bame dan kkume jjojo
Haru hajiana eonjena ne wihan.
Byeonhaji anhneun sarangdeulo
All I ever want is... your love.
"Yakkk... bisa tidak kau kecilkan volumenya hm!". Ucap seseorang yang langsung masuk kedalam kamar.
"Haish sejak kapan kau datang? Aku tak mendengarmu." Jawab seorang gadis sambil mengambil remote untuk mengecilkan volume audionya.
"Aku baru saja datang, bagaimana bisa kau mendengar jika kamar mu saja terlalu bising. Apa begini cara hidup mandiri dirumah yang cukup besar huh?" Tanya gadis dengan rambut pendek berponi.
"Aku hanya sedang menghibur diri, tugas di kampus begitu banyak. Apa kau membawa makanan Ara? tanya sang pemilik kamar.
"Dasar Fina.. giliran soal makanan begitu antusias. Ayo turun kita makan, aku bawa ayam krispi kesukaanmu." Jawab Ara sambil berlalu pergi keluar kamar.
"Ahhh okay Ara sayang" ucap Fina sambil berlalu mengikuti Ara keluar kamar.
##########
Fina pov.
Namaku La Fina Agatha aku merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Aku mahasiswa jurusan bisnis. Aku tak tinggal dengan keluargaku. Karena mereka ada di luar negeri. Tinggal dirumah sendiri yang begitu besar bukan masalah untukku. Karena aku menyukainya. Kesendirian membuat ku damai dan bebas. Semua aku lakukan sendiri di rumah ini. Hanya kadang ada pembantu yang datang 1 minggu sekali untuk membersihkan rumah dan mengisi bahan bahan makanan di kulkas. Seperti biasanya aku suka santai di kamar ku. Hingga kesantaian ku terganggu akan kedatangan temanku yang bernama Ara. Dia teman masa kecil ku saat kita berumur 5 tahun. Aku mengenal Ara saat kunjungan santunan di sebuah panti asuhan yang sering dilakukan oleh keluargaku. Dia anak yatim piatu yang cantik dan manis. Dan hati ku berkata aku bisa berteman baik dengannya. Dan beginilah sekarang kami berteman hingga saat ini. Dia yang selalu mengerti aku. Walau kita berteman sejak kecil bukan berarti kita akan selalu bersama-sama. Karena pada dasarnya sejak masuk perkuliahan, kita mengambil pilihan kampus yang berbeda. Ara melanjutkan perkuliahan dimana dia mendapatkan beasiswa full. Sedangkan aku, berkuliah di kampus favoritku sejak masa SMA. Walaupun begitu kita tetap berkomunikasi dengan baik.
"Ara, apa kau nanti sore ada kelas?" Tanyaku kepada Ara sambil memakan ayam krispi kesukaanku.
"Haih bodoh, makan lah dulu baru bertanya. Iya aku ada kelas. Oleh sebab itu aku mampir ke rumahmu." Jawab Ara.
"Sudah ku duga, kau selalu seperti ini hm" ucapkku sambil mengakhiri acara makan siang ku.
"Lagian kau selalu mau jika aku meminta mu mengantarku hem." Ucap Ara.
"Karena aku temanmu" kataku seenaknya.
"Aku menyayangimu Fina" ucap Ara sambil berlalu mencium pipiku dengan gemasnya.
"Haih kau terlalu berlebihan" ucapku sedikit menjauh.
"Okay Fina sayang, sekarang kau bersiaplah mandi, dan mengantarku." Ucap Ara sambil mendorong ku masuk ke kamar mandi.
Aku hanya menuruti kemauannya. Dan berlalu menuju kamar mandi. 30 menit berlalu aku pun telah bersiap dan merias diri ku. Hari ini aku hanya mengenakan baju casual hangat karena cuaca sedang dingin.
"Kau sudah siap?" Tanya Ara saat melihatku turun tangga. Aku hanya mengangguk mengiyakan.
"Cepat bawa tas mu, kau bisa terlambat nanti." Kataku pada Ara sambil berlalu keluar rumah.
Setelah aku mengatakan itu, aku mendengar langkah kaki yang mengikutiku dan aku yakini itu adalah langkah kaki Ara.
"Ahh menyenangkan sekali bisa hidup seperti mu." Tanya Ara tetiba saat kami sudah didalam mobil.
"Apa yang menyenangkan, aku hidup sama seperti mu hm". Ucapku menjawab pertanyaan Ara.
"Menyenangkan lah, kau tinggal mandiri dirumah yang cukup besar, kau memiliki mobil pribadi dan keluarga yang menyayangimu". Ucap Ara sambil berlalu menatap kearah keluar jendela.
"Apa yang kau bicarakan Ara, kau juga bagian dari keluargaku. Jangan lagi kau mengatakan hal aneh seperti ini. Aku tidak menyukainya." Kataku sedikit kesal, namun tetap fokus menyetir.
"Maafkan aku Fina, aku hanya merasa iri. Lupakan saja apa yang aku katakan tadi." Ucap Ara sedikit menyesal.
Aku hanya mendengarkannya tanpa berniat untuk menjawab.
########
Tak berapa lama kita pun sampai di depan kampus. Aku mulai memarkirkan mobil ku di area parkir depan kampus.
Tetiba saat kami akan turun dari mobil aku melihat ke spion terlihat dari arah belakang begitu banyak kerumunan mahasiswa laki laki yang mendekat ke arah mobil kami.
"Ara , ada apa dengan mereka semua?" Tanyaku terheran heran saat melihat disekeliling mobilku.
"begini lah kalau aku pergi denganmu Fina sayang. Kau itu begitu populer dikampusku. Kau tak berniat pindah ke kampus ini. Jika itu terjadi, pasti akan begitu menyenangkan kekekekek." Ucap Ara begitu antusias.
"Haih dasar wanita licik, aku tak suka hal seperti itu. Jadi, aku harus turun atau tidak?". Tanyaku pada Ara.
"Fina ..fina kau terlihat cantik".
"Fina ..aku mengagumimu"
"Fina .. I love you"
Begitulah mereka meneriaki namaku. Haih sungguh menggelikan sekali. Aku sungguh bingung, bagaimana mereka bisa menyukaiku. Entahlah aku tak tahu. Yang ku tahu dari Ara, mereka begitu menyukaiku saat aku tampil di acara music festival tahunan. Sejak saat itu mereka membuntuti Ara dan menanyakan apapun tentangku pada Ara.
"Lihatlah mereka, setidaknya kau menyapa dan mengucapkan terimakasih" ucap Ara sambil bersiap untuk turun dari mobil.
"Haih aku curiga ini rencana mu Ara" ucapku sedikit berbisik sambil bersiap keluar dari mobil.
"Selamat sore semuanya, terimakasih untuk sambutannya. Aku mohon untuk bersikaplah dengan tertib." Kata Ara pada para mahasiswa sesaat setelah keluar dari dalam mobil.
Aku sedikit bingung harus bertidak seperti apa. Ini pengalaman pertamaku. Aku pun mulai menyapa mereka semua.
"Selamat sore semuanya, senang berjumpa dengan kalian. Terimakasih". Kata ku memberi salam.
"Fina bolehkah kita mengambil gambar mu?" Teriak salah seorang mahasiswa.
" kita bahkan bisa mengambil gambar bersama-sama". Ucapku seadanya.
"Baiklah atur posisi kalian, aku akan mengambil gambar untuk kalian semuanya." Kata Ara mengajukan diri untuk mengambil gambar kami semua.
"Kau berasa artis Fina. Aku senang berteman dengan mu hahah". Ledek Ara sesaat setelah para mahasiswa itu berlalu pergi.
"Ini semua rencana mu kan? Kau menyebalkan Ara".
" aku tak bermaksud, mereka semua memaksaku. Dan aku hanya bisa mengalah. Jadi, Fina terimakasih sudah membantuku dan mengantarku. Aku menyayangimu. Aku akan pulang malam. Kau pulanglah, aku tidak akan mengganggu mu." Ucap Ara panjang lebar.
"Aku mengerti, belajarlah yang rajin." Ucapku sambil berlalu memeluk Ara dan berpamitan.
Aku pun mulai menjalankan mobilku untuk pulang.
"Halo?" Ucapku menjawab panggilan telepon.
"Ahh kakak, aku sedang menyetir ada apa?"
" iya sebentar lagi aku akan sampai rumah" jawabku sambil mematikan sambungan telepon.
#######
Author pov
Selang beberapa menit akhirnya Fina sampai dirumahnya. Didepan rumahnya terlihat mobil honda jazz warna hitam terparkir dengan rapi. Fina sudah mengetahui siapa pemilik mobil tersebut. Dia pun mulai memarkirkan mobilnya ke bagasi. Setelahnya Fina berjalan keluar menghampiri seseorang yang berada di mobil tersebut.
"Kak Aiden, kenapa kau tidak masuk?" Sapa fina pada seorang lelaki yang bernama Aiden tersebut.
"Akan lebih sopan jika aku menunggu sang empu rumah datang". Jawab Aiden sambil berjalan keluar mendekati Fina.
"Baiklah masuklah kak, kita bicara di dalam" Fina mempersilahkan Aiden untuk masuk kedalam rumahnya.
"Aku akan membuatkan mu kopi terlebih dahulu. Kau tunggu di ruang tamu ya kak" ucap Fina sambil berjalan menuju dapur.
Lelaki yang bernama Aiden itu hanya berdehem mengiyakan sambil berlalu berjalan menuju ruang tamu.
"Kau abis dari mana fin? Bukankah kau tidak ada kelas?" Tanya Aiden ketika melihat Fina datang dengan membawa dua cangkir kopi hangat.
"Tadi aku pergi mengantar Ara ke kampus kak. Dia ada kelas sore". Ucap Fina sambil duduk di kursi sebelah Aiden.
"Kau sendiri ada apa menemuiku kak.. tumben sekali". Tanya Fina bermaksud menanyakan alasan kehadiran lelaki yang ada di sampingnya tersebut.
"Aku merindukanmu" Jawab Aiden seadanya.
"Bohong, katakan sejujurnya maksud dan tujuanmu kak?" Tanya Fina sedikit memaksa.
"Baiklah aku mengerti, dengarkan aku baik baik ya Fina sayang. Aku tidak akan mengulangnya lagi." Ucap Aiden.
Dan Fina hanya berdehem mengiyakan. Sebelum memulai bercerita Aiden meminum kopinya terlebih dahulu.
"Lusa malam merupakan puncak acara ulang tahun jurusan ku. Dan diperayaan tersebut, ada acara berdansa. Dan diwajibkan harus membawa pasangan." Cerita Aiden.
"Lalu?" Tanya Fina tetiba,
Fina sebenarnya tahu akan maksud sebenarnya Aiden kerumahnya setelah mendengar sedikit cerita dari Aiden tersebut. Dia hanya ingin mendengarkan lebih jelas dari sesosok lelaki yang sudah dianggap kakaknya tersebut.
"Aku berniat mengajak mu kesana sebagai pasanganku. Apakah kau mau La Fina Agatha?". Ucap Aiden mengakhiri ceritanya.
"Jika aku mau, kau harus membelikanku coklat. Bagaimana?". Tanya Fina pada Aiden.
"Itu mudah, aku akan membelikan mu satu kotak coklat." Aiden menyanggupinya tanpa ragu.
Sejujurnya hal itu sangat mudah bagi Aiden karena dia merupakan anak dari pengusaha terkenal. Walaupun dia anak orang kaya, untuk masalah percintaan tak pernah mulus. Dia hanya berpacaran dan putus dengan mudahnya jika merasa sudah tidak ada chemistry. Pacaran Aiden paling lama pun hanya dua bulan. Bersyukurnya dia memiliki saudara perempuan yang cantik dan mengerti dirinya. Sehingga dia akan lebih mudah untuk meminta tolong.
"Tepati saja janji mu kak, kadang kau hanya menyepelekannya. Dan aku tak suka itu. Mengerti?". Ucap fina pada Aiden.
"Baiklah Fina sayang. Lusa aku akan menjemputmu tepat jam 7 malam. Pakailah gaun yang cantik dan berias diri yang natural tapi elegan okay. Urusan ku sudah selesai aku pamit dan terimakasih untuk kopinya. I love you" ucap Aiden panjang lebar sambil mencium pipi Fina dan berpamitan untuk pulang.
Fina hanya menggeleng melihat tingkah laku saudara lelakinya tersebut.
"Dasar kekanakan" ucap Fina sesaat setelah Aiden berlalu pergi meninggalkan rumahnya.
Setelah kepergian Aiden, Fina pun berlalu masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tugas kuliahnya. Dia pun tak lupa menyalakan audionya untuk mendengarkan musik.
Lagu yang didengarkan nya kali ini milik Aloha dengan judul "One Summer drive" alunan bit halus dan easy going mulai terdengar sampai seisi ruang kamar. Sesekali Fina pun ikut bernyanyi saat mendengarkan lagu tersebut.
Waktu pun berlalu begitu cepatnya. Hari sudah begitu malam, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Fina mulai merasa lapar dan juga mengantuk. Karena mengantuknya begitu kuat akhirnya Fina memutuskan untuk pergi ke tempat tidurnya. Dan dia pun mulai tertidur.
######
Matahari mulai menampakan diri dan sinarnya sudah menyilaukan menandakan bahwa hari sudah pagi. Namun, hal tersebut malah tidak menjadikan seorang gadis untuk bangun dari tidurnya.
Sampai jam yang bertengger tegak di meja samping tempat tidur berbunyi membuat sang pemilik kamar menjadi terganggu. Gadis tersebut dengan enggannya mengambil jam tersebut dan mematikannya dengan sedikit kesal.
"Huh.. kenapa cepat sekali pagi" ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Fina.
Fina segera bangun dari tempat tidurnya dan mulai beranjak untuk mandi. Setelah selesai mandi dan berias diri Fina menuju dapur untuk menyiapkan sarapan paginya. Sarapan yang dibuat pun cukup sederhana hanya nasi goreng dan telur dadar.
Fina menikmati sarapannya sambil sesekali mengecek ponselnya untuk membaca berita atau info lainnya yang muncul di layar ponsel tersebut. Setelah menyelesaikan sarapannya Fina bergegas bersiap untuk pergi ke toko buku.
Fina mengendarai mobil nya ke toko buku. Di setengah perjalanan tiba-tiba dari arah belakang ada mobil yang menabrak bagian belakang mobil miliknya. Fina yang kaget dan sedikit kesal dengan ulah pengemudi yang tak tahu diri itu pun akhirnya keluar untuk menghampiri supir mobil yang ada dibelakangnya.
"Kau bisa menyetir tidak?" Ucap Fina dengan makian sambil menggedor jendela mobil.
"Hey keluarlah dan mari kita berbicara. Kau harus mengganti kerugian atas kecelakaan ini." Ucap Fina sedikit teriak dengan menepuk-nepuk secara kasar kaca mobil yang menabrak mobil miliknya.
Sampai pada akhirnya sang pemilik mobil itu keluar. Sang pemilik ternyata seorang lelaki dengan perawakan tinggi dan memiliki wajah yang tampan. Itu lah pandangan Fina sesaat setelah melihatnya keluar. Namun, wajah lelaki tersebut terlihat begitu pucat dan lemas.
"Maaf nona.. aku tidak sengaja. Aku aaa kkan me ngg ahhh kepalaku" ucap lelaki tersebut dengan sedikit gagap. Belum selesai lelaki tersebut melanjutkan kata kata nya dia sudah pingsan. Fina yang melihatnya pun dengan sigap menompangnya agar tidak terjatuh ke aspal.
"Yak.. Hei sadarlah. Kau tidak apa apa. Omo badan dia panas sekali. Aku harus membawanya kerumah sakit." Ucap Fina pada lelaki didepannya setelah memeriksa kondisi sekitar badan nya.
Fina menompang tubuh lelaki itu dan membawanya masuk kedalam mobil untuk di bawa kerumah sakit.
"Haih... dasar bodoh. Sudah tau dalam kondisi yang tidak baik. Bisa bisanya dia nekat menyetir. Jika dijalan terjadi hal yang tidak-tidak bagaimana. Untung dia menabrak mobilku. Jika dia yang tertabrak truk bagaimana? Dasar lelaki bodoh." Fina mengumpati laki-laki yang ada disampingnya.
Sampai di rumah sakit, lelaki tersebut langsung di bawa ke IGD. Fina yang merasa tugasnya sudah selesai pun segera pergi dari tempat itu. Sesaat, ketika akan beranjak pergi. Seorang suster berlari kecil ke arahnya.
"Maaf nona, apa nona yang mengantar pemuda tadi?" Tanya seorang suster pada Fina.
" iya sus.. ada apa? Aku tidak mengenalnya. Aku hanya menemukannya pingsan di jalan. Dan membawa nya kerumah sakit." Fina memberikan penjelasan pada suster didepannya.
"Begini nona, pasien harus segera dioperasi karena pada saat pemeriksaan ada usus buntu. Sedangkan, kami tidak mengetahui keluarganya. Oleh sebab itu, kami meminta persetujuan nona untuk operasi" jelas suster pada Fina.
"Baiklah kalo begitu suster, aku akan menandatangani persetujuan itu" ucap Fina mengiyakan.
"Baik nona.. Anda dapat menandatangani disini. Lalu anda menyelesaikan biaya administrasi di loket. " jelas suster itu memberikan pengarahan prosedur.
#########
bersambung..
siapa lelaki yang di temui Fina?
Akankah Fina jatuh cinta padanya?
tunggu cerita lanjutannya ya..
jangan lupa vote dan berikan komentar yang membangun.
Terimkaasih