Way Back Into Love

Way Back Into Love
Aku Serius



Sebenarnya Alvin bukannya tidak mengizinkan Liam untuk berhubungan dengan Flora. Dia bukanlah orang yang suka membeda-bedakan status sosial seseorang. Hanya saja Alvin masih belum bisa menerima alasan kenapa putranya bersikap aneh dan terkesan cepat berpaling.


Kalau berdasarkan cerita dari Samuel, sikap Liam seolah diluar nalar. Orang-orang tidak akan ada yang bisa percaya. Alvin sendiri masih percaya tidak percaya. Alvin bisa menduga kalau sebenarnya anaknya baik dulu maupun sekarang sebenarnya menyukai jiwa yang sama walau dengan tubuh berbeda. Tapi apa yang seperti itu masuk akal?. Berulang kali Alvin ingin memikirkan hal lain tapi berdasarkan cerita dan juga pengamatan yang dia lakukan, Liam memang seperti itu adanya. Dari awal dia memang menyukai Flora dan diduga awalnya Flora memang berada di dalam tubuh Anya.⁹


Alvin menghela nafas berkali-kali. Rasanya sangat sulit menerimanya tapi itulah yang terjadi.


...


"Pa..." Liam menyapa Papanya yang saat ini sedang berada di taman burung di belakang rumahnya.


Alvin tidak menoleh, dia tetap sibuk melihat burung-burungnya.


"Bisa kita bicara?" tanya Liam terdengar tegas.


Alvin bergeming, tidak menjawab. Menoleh pun dia enggan.


Saat ini Liam sudah berada disebelah Ayahnya. Mereka tidak menoleh satu sama lain tetapi memandang lurus ke depan.


"Aku menghormati Papa sebagai orang tuaku. Tapi aku tidak akan pernah menuruti lagi keinginan Papa untuk menjauh dari wanitaku. Kalaupun Papa ingin aku keluar dari rumah seperti di film-film aku juga akan lakukan. Aku sangat mencintai dia pa. Jadi aku mohon restui kami" ujar Liam panjang lebar.


Alvin sudah bisa menebak kalau hal yang ini akan Liam lontarkan. Dia sudah hafal betul bagaimana sifat sang putra.


Anna yang menguping dari jauh pembicaraan putra dan suaminya langsung mendekat.


"Awas ya kalau Papa sampai seperti itu pada anak sendiri. Mama gak bakalan maafin Papa" Anna menggerutu pada suaminya.


Alvin menatap tajam pada anaknya. Gara-gara Liam, Anna sampai berkata seperti itu padanya.


"Sekak kapan papa membeda-bedakan status sosial?" Anna kembali berucap.


"Bukan begitu ma, Papa hanya tidak mau Liam menyesal. Mereka kan baru kenal. Kenapa sudah sampai mencarikan apartemen segala? Biaya rumah sakit juga dia yang bayar Ma. Papa takut Liam dimanfaatkan" jawab Alvin.


Anna memandang putranya yang terlihat sangat serius itu. Untuk pertama kali Liam memperjuangkan wanita seperti ini.


"Sudahlah Pa, restui saja. Kita hanya perlu mendoakan yang terbaik untuk anak kita" ujar Anna sambil mengelus lengan suaminya.


Alvin menghela nafas berat.


"Ada satu hal lagi Ma. Kalau gadis itu adalah anak dari Emil." ucap Alvin.


Anna menutup mulutnya tidak percaya.


"Papa dan Mama mengenal Papanya Flora?" tanya Liam yang tidak bisa menutupi rasa terkejutnya. Liam kini mengakui kalau Papanya ini memang hebat dan cepat mendapatkan informasi.


Alvin mengangguk. Begitu juga Anna.


"Emil adalah anak dari teman Opa Yudi. Tuan Hans. Walau usianya lebih muda dari kami tapi dulu sebelum dia koma, kami berteman akrab" Anna yang menjawab.


"Koma? Jadi Papa Flora koma?".


Lagi-lagi kedua orang tuanya mengangguk.


"Papa tidak tahu kalau Tuan Hans setega itu pada cucunya. Andai Papa tidak mencarintahu tentang asal usul pacarmu. Papa tidak akan tahu hal jahat seperti itu yang sudah Tuan Hans lakukan".


"Hal jahat apa pa?" kini Anna yang penasaran.


"Dia tega membuang cucunya agar Emil tidak tahu kalau dia mempunyai anak dari mantan pacarnya. Keluarga Tuan Hans mengatakan kalau mantan pacar Emil sudah meninggal bersama anak yang ada di dalam kandungannya. Emil menjadi frustasi ketika mendengar kabar itu. Di hari pernikahannya dengan wanita yang orang tuanya jodohkan, dia bunuh diri hingga sekarang masih koma padahal sudah hampir 20 tahun lamanya" jelas Alvin panjang lebar.


Liam dan Anna sama-sama terkejut. Anna pikir selama ini Emil koma gara-gara kecelakaan, ternyata alasannya karena dia berniat bunuh diri.


Bersambung..