Way Back Into Love

Way Back Into Love
Angel



"Halo adik manis, terima kasih ya buahnya" ucap Liam sambil mengambil nampan yang Flora bawa. Liam tidak mau Flora kabur lagi jadi dia buru-buru mengambil nampan tersebut. Bukan tidak sadar, tapi dia yakin 100 persen kalau Flora menghindarinya.


Flora tidak menjawab sama sekali, dia memilih bungkam dan pergi saja dari sana.


Untung saja Stefan maupun Marvel tidak melihat, kalau mereka sampai tau sikap dingin Flora pada Liam mereka pasti bertanya-tanya.


Liam sendiri tidak menyerah, dia bahkan tidak tersinggung sama sekali atas perlakuan dingin Flora. Padahal Flora adalah gadis ramah yang baik pada siapa saja. Hanya pada Liam dia tidak mau menoleh apalagi tersenyum. Rasanya melihat Liam saja dia enggan. Padahal yang sebenarnya terjadi Flora sedang mati-matian menekan perasaannya agar tidak sampai memeluk pujaan hatinya saking dia sangat rindu dengan pria yang pernah berstatus sebagai suaminya di masa depan itu.


Liam tersenyum melihat kepergian Flora walau matanya menyiratkan kesedihan. Tapi Liam tidak akan menyerah. Dia akan berusaha mendapatkan hati Flora.


....


"Kenapa?" tanya Marvel saat Liam masuk membawa nampan berisikan buah. Rupanya Stefan yang keluar membawa mobil Liam untuk membeli sesuatu. Wajah Liam terlihat sedikit murung walau dia masih bisa tersenyum.


Liam hanya menggelengkan kepala lalu meletakkan nampan itu di sebelah Marvel.


"Itu pasti dari Anya ya? Dia kabur lihat kamu?" tebak Marvel. Dari yang Marvel amati sepertinya Flora memang menghindari Liam.


Liam tidak menjawab. Yang dia lakukan hanya tersenyum.


Marvel menghela nafasnya kasar. Dia tidak tau apa yang Flora pikirkan tapi kalau tentang Liam dia yakin sekali kalau Liam begitu menyukai Flora.


"Kasihan...sekalinya jatuh cinta malah begini jadinya" gumam Marvel dalam hati.


"Coba kenalan dulu sama Anya. Supaya dia tidak takut lagi sama kamu" saran Marvel kemudian.


Liam menganggukkan kepala.


"Iya, aku akan berkenalan dengan gadis cantik itu" sahut Liam.


"Namanya Anya. Dari kemarin kamu selalu bilang gadis itu. Nyebut namanya aja kamu gak bisa, gimana dapetin hatinya" seloroh Marvel heran.


Lagi Liam tersenyum.


"Aku akan memanggil dia dengan sebutan Angel karena dia adalah bidadariku" ucap Liam yang seketika membuat Marvel tertawa.


"Ada-ada saja... " celetuk Marvel merasa lucu. Ternyata temannya itu sudah begitu mencintai Flora.


...


Flora ingin menghindar tapi dia tidak mau membuat Stefan bertanya-tanya kenapa dirinya menghindari Liam.


Liam mengulurkan tangannya.


"Kita belum berkenalan" ucap Liam berusaha berkenalan dengan Flora. Flora melirik tangan yang Liam ulurkan. Hatinya semakin sakit ketika mengetahui cara Liam berkenalan dengan Anya. Melihat Mamanya datang membuat Flora terpaksa menerima uluran tangan tersebut.


"Anya" balas Flora.


Liam menggenggam erat jemari tangan Flora seolah enggan untuk melepaskan.


"Liam...lepaskan" ucap Flora tanpa sadar.


"Kamu tau namaku?" tanya Liam.


Apalagi Marvel yang mengintip. Tidak ada yang memanggil Liam dengan sebutan Liam kecuali keluarganya. Lalu dari mana Flora tau?.


Glek.


Flora bingung harus menjawab apa.


"Lepaskan, aku mau pergi" daripada menjawab Flora memilih kabur.


Melihat Rina yang semakin mendekat membuat Lia terpaksa melepas genggaman tangannya.


"Hati-hati ya Angel" pesan Liam saat dia sudah melepas genggaman tangannya.


"Kok Angel?" bukan Flora yang bertanya tapi Rina. Dia mendengar samar-samar kalau Liam memanggil anaknya dengan nama Angel.


Liam terkekeh.


"Dia seperti bidadari tante" jawab Liam malu-malu. Rina tentu saja tertawa mendengarnya. Sedangkan Marvel yang bersembunyi hanya bisa menepul jidatnya. Sahabatnya ini memang terang-terangan sekali. Dia tidak main-main dalam mendekati Flora.


Bersambung....