Way Back Into Love

Way Back Into Love
Lalu Siapa?



Setelah Marvel memarahinya panjang lebar dan mengeluarkan uneg unegnya, baru Flora berani menjawab.


"Maaf kak kalau aku lancang, tapi aku sudah mengirimkan proposal sesuai yang kakak setujui. Kakak sendiri yang menjawab proposal sudah bisa dikirim" jawab Flora.


Marvel mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak pernah menjawab email yang Flora kirimkan.


Marvel menyerahkan proposal yang Flora kirimkan pada klien kemudian meminta Flora membacanya.


"Aku tidak mungkin meng acc proposal seburuk ini Anya" elak Marvel.


Flora mengambil proposal itu dan membacanya. Dahi Flora berkerut karena itu bukanlah proposal yang dia buat.


"Tapi ini bukan proposal yang aku buat kak. Aku berani bersumpah" ucap Flora. Kalau bukan Flora mungkin Marvel akan langsung meragukannya. Tapi karena dia sudah tahu Anya seperti apa maka dia akan memberikan satu kesempatan lagi.


“Kalau bukan kamu lalu siapa yang membuat dan mengirimkan email ini menggunakan akun mu?” ucap Marvel penuh tekanan.


“Kita bisa mengecek menggunakan IP address nya kan kak? Aku tidak pernah mengirimkan proposal ini. Aku berani bersumpah kak” Flora berusaha menjelaskan yang sebenarnya.


“Tapi kamu mengatakan kalau kamu mengirimkan yang sudah aku acc, tapi aku sama sekali belum ada meng acc proposal mu. Bahkan tidak ada proposal yang masuk ke email ku” ucap Marvel.


“Ayo kita lihat dulu website dan IP address si pengirim”. Flora yakin kalau ada yang sudah menjebak dirinya.


Marvel setuju. Dia dan Flora bergegas memanggil Nando yang memang ahli dalam bidang IT untuk membantu mengecek kejanggalan yang terjadi.


Nando mengetuk pintu ruangan Marvel, setelah diizinkan masuk dia pun langsung masuk ke bilik kerja milik Marvel.


“Ada yang bisa saya bantu pak?” tanya Nando. Walau dia dan Marvel berteman baik tapi bila dalam urusan kerja dia akan tetap menghormati atasannya itu.


Nando menganggukkan kepala. Dia kembali ke tempatnya dan mulai mengerjakan apa yang Marvel perintahkan.


Melihat wajah Nando yang tegang saat kembali ke mejanya membuat Wanda bertanya-tanya.


“Kenapa? Kamu kena marah juga?” tanya Wanda penasaran.


Nando menggelengkan kepala kemudian kembali menjalankan tugasnya. Wanda mendengus sebal, Nando memang tidak bisa diajak bekerja sama. Orangnya terlalu lurus dan enggan ikut campur urusan orang dan tentunya tidak suka orang lain ikut campur urusan dia.


Di Ruangan Marvel, dia dan Flora juga mengecek email yang masuk ke akunnya. Memang tidak ada email yang Flora maksud. Flora juga membuka emailnya dan memang benar tidak ada email masuk dan email keluar yang dikirimkan pada Marvel. Yang ada malah hanya email yang salah terkirim itu.


“Aku sangat yakin karena aku selalu double check sebelum kirim. Aku tidak mungkin salah mengirimkan proposal” Flora masih berusaha membela diri.


Marvel hanya bisa menghela nafas pasrah. Tidak tahu harus percaya atau tidak pada Flora.


“Sampai belum ditemukan siapa pelaku sebenarnya, kamu ikut aku ke shopping center. Kita harus bertemu dengan CEO nya dan meminta maaf secara langsung” terang Marvel. Marvel tidak ingin perusahaan rugi besar atas insiden ini.


“Print proposal yang memang sudah kamu buat dan akan aku periksa. Kalau sudah oke kita berangkat langsung” lanjutnya pula.


Flora menganggukkan kepala kemudian segera menuju meja kerjanya dan menjalankan perintah Marvel.


Wanda dan Valeria saling pandang dan tersenyum bangga karena untuk pertama kalinya mereka melihat wajah pucat Flora.


Bersambung...