
Vivi berlari dengan begitu kencangnya. Nafasnya begitu memburu dan wajahnya memerah. Dia marah sekali saat ini. Mata Vivi celingak celinguk mencari seseorang.
“Lihat ini” Vivi menyerahkan ponselnya pada Flora. Rupanya yang dia cari-cari dari tadi adalah Flora.
“Apa ini?” tanya Flora sambil menerima ponsel tersebut.
Vivi mendudukkan tubuhnya di sebelah Flora dan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Dia menangis dengan tersedu-sedu.
“Kamu kenapa?” Flora tidak jadi melihat apa yang Vivi berikan. Dia memilih menenangkan sahabatnya itu.
Bahu Vivi semakin naik turun yang artinya tangisnya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Flora memeluk sahabat baiknya itu.
“Kenapa?” ulang Flora lembut.
Vivi tidak bisa menjawab pertanyaan Flora, yang bisa dia lakukan hanya menangis.
Cukup lama Vivi seperti itu, setelah emosinya sudah mereda dengan masih sesenggukan dia pun mulai buka suara.
“Ada yang memfitnahmu. Tapi Aku yakin itu bukan kamu” ucap Vivi dengan terbata.
“Memfitnah bagaimana?” tanya Flora tidak paham.
“Seseorang mengirimkan video asusila yang diduga dirimu dan Alvaro, mahasiswa baru di kampus ini” jawab Vivi.
“Apa? Itu semua tidak benar” sanggah Flora.
“Iya aku percaya, tapi pakaian yang kalian kenakan sama persis dengan orang yang di video itu. Mereka banyak yang percaya kalau itu kamu. Mereka bahkan membuat petisi untuk mengeluarkan kamu dari kampus ini” ucap Vivi pula.
“Ini pasti ulah Maya. Sudah beberapa kali dia mengancamku untuk menjauhi Zayn. Ternyata seperti ini rencana kotornya” ucap Flora yang tidak bisa menahan rasa kesalnya.
….
Di tempat berbeda, Zayn merasakan dadanya bergemuruh dengan begitu hebatnya. Dia yang sedang ada acara keluarga menjadi tidak fokus sama sekali. Padahal hari ini adalah pernikahan pamannya yang sudah melajang hingga berusia 40 tahun. Pernikahan yang sudah ditunggu-tunggu seluruh anggota keluarga tapi Zayn malah berwajah murung.
“Tidak mungkin, Aku yakin ini bukan dia”. Zayn tidak berani melihat video itu karena tidak pantas untuk dilihat. Tapi kalau foto yang tertera di sana memang adalah Flora dan Liam. Pakaian orang di video dan di foto itu pun memang sama. Sayangnya wajah keduanya tidak terlihat. Hanya siluet tubuhnya saja yang memang menyerupai keduanya.
Video yang sudah diputar dan di share berkali-kali di web khusus mahasiswa sudah banjir dengan ratusan komentar.
Zayn membuka link petisi untuk mengeluarkan Flora serta Liam dari kampus yang jumlahnya sudah mencapai tiga ratusan orang. Mereka tidak ingin orang-orang seperti Liam dan Flora membawa dampak buruk bagi kampus ini.
Dengan membulatkan tekad Zayn terpaksa memutar video asusila itu. Dari suaranya Zayn berani jamin kalau itu memang bukan Flora. Apalagi Liam. Dia kenal betul bagaimana suara Liam.
Deg.
“Tunggu dulu, kenapa Alvaro bisa berfoto dengan Anya? Ada apa ini sebenarnya?” Zayn sama sekali tidak tau kalau Liam sudah pindah dari kampusnya yang lama.
Daripada melihat video yang diduga Flora itu, Zayn malah lebih berdebar setelah mengetahui kalau orang yang diduga partner ranjang Flora di video adalah Liam.
Di Foto yang beredar terlihat kalau Liam terlihat tersenyum dan berbicara sesuatu. Sedangkan Flora terlihat cuek dan tidak melihat ke arah Liam sama sekali.
Selama Zayn mengenal Liam, baru kali ini dia melihat Liam tersenyum seperti ini pada seorang gadis.
Bersambung...