Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 9



Ketika hati mu sudah mulai yakin akan sesuatu hal, maka lakukanlah. Lakukan dengan baik jangan buat dirimu menyesal dikemudian hari.


##############


Faizi tengah duduk disebuah cafe menyesap kopi kesukaan nya. Pagi ini begitu cerah, jam dinding Cafe menunjukkan pukul 9. Faizi sedang menunggu seseorang sambil sesekali memandang pintu masuk untuk memastikan kehadiran orang tersebut.


"Kau sudah menunggu lama" ucap seseorang yang baru saja tiba.


"Tidak begitu, aku juga sudah memesan kopi untukkmu" kata Faizi pada orang tersebut yang sudah duduk didepannya.


"Terimakasih, ada apa kau meminta ku bertemu?" Tanya orang tersebut sambil meminum kopi nya.


"Aku ingin bercerita Aiden" ucap Faizi pada orang tersebut yang tak lain adalah Aiden. Dia yang telah meminta Aiden untuk bertemu. Faizi hanya ingin jujur akan perasaannya.


"Ada apa?"


"Aku menyukai fina" celetuk Faizi lirih namun masih cukup terdengar di telingan Aiden.


Ucapan Faizi tidak membuat Aiden kaget. Dia sudah mengetahui bahwa sahabatnya itu memang menyukai sepupunya. Aiden hanya diam. Dia menunggu cerita selanjutnya dari sahabatnya itu.


"Aku tau aku salah, aku rela jika harus berseteru secara gentle dan sportif denganmu. Maafkan aku Aiden aku tidak bermaksud merebut pacarmu" kata Faizi sendu.


Aiden hanya tersenyum kecil. Ingin sekali dia menertawai sahabat itu. Dia mengakui bahwa sahabatnya itu memang bodoh.Bahkan Faizi masih menganggap dirinya dan Fina adalah pasangan kekasih. Aiden berusaha menahan tawanya. Ingin dia melanjutkan sandiwara itu. Tapi, perasaannya sedikit tidak tega melihat sahabatnya itu. Mata Faizi terlihat tulus dan jujur. Tak ada cela bahwa dia berbohong atau apa. Semua menjelaskan bahwa memang benar adanya Faizi mulai menyukai Fina.


"Apa yang kau sukai dari Fina?" Tanya Aiden dengan melipat kedua lengannya dan mata nya menatap lurus pada Faizi.


"Semuanya, dia baik hati, cantik, senyumnya begitu manis. Dan aku merasa nyaman berada dekat dengannya" jawab Faizi jujur.


Melihat tekad Faizi yang berani mengutarakannya langsung membuat Aiden yakin bahwa Faizi memang benar-benar sudah menyukai sepupunya itu. Dengan kata lain Faizi sudah sedikit bisa melupakan mantan kekasihnya itu. Aiden bersyukur bahwa rencana nya dengan Andrea membuahkan hasil yang begitu memuaskan.


"Aku merestui mu bersamanya" kata Aiden singkat.


Penuturan Aiden membuat Faizi sedikit bingung. Dia mengangkat alisnya.


Apa maksud nya merestui? Apa kah mereka sudah putus atau bagaimana? Kenapa Aiden berbicara seperti itu? Gumam Faizi dalam hati.


Melihat Faizi yang begitu bingung akhirnya Aiden pun menjelaskannya.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan. Fina itu sepupuku" celetuk Aiden to the point.


Cukup kaget mendengar ucapan Aiden itu. Faizi sedikit berfikir. Jadi selama ini mereka bukan sepasang kekasih melainkan saudara sepupu. Mendengar itu sedikit membuat kelegaan dihatinya. Tapi, kenapa saat itu Aiden mengenalkannya sebagai pasangan. Banyak pertanyaan yang ingin Faizi ajukan pada Aiden. Namun, rasanya bibirnya kelu untuk mengucapkannya. Faizi hanya ingin mendengar cerita dari Aiden sendiri.


"Aku dan Fina hanya sepupu. Saat itu aku meminta dia untuk menjadi pasanganku di pesta. Karena pada dasarnya sangat susah mencari wanita, jadi aku memintanya" cerita Aiden menjelaskan.


"Tapi, kenapa kau tidak bicara jujur jika Fina sepupumu?" Tanya Faizi pada Aiden.


Karena pada dasarnya Faizi sendiri telah salah mengira mengenai hubungan mereka.


"Aku merasa tidak perlu, kau sendiri juga tidak menanyakannya dengan jelas. Dan lagi kau yang begitu berlebihan menganggap ku dan Fina adalah pasangan kekasih. Kau bodoh tidak berfikir panjang huh." seru Aiden terkekeh geli melihat kelakuan Faizi yang sedikit bodoh.


"Aku tidak bodoh" gerutu Faizi merasa tidak terima dengan ucapan Aiden.


"Sudahlah, sekarang lebih baik kau dekati Fina. Tak mudah mendekati dia."


"Aku akan berusaha. Seberapa susah itu aku akan berusaha mendapatkan hatinya" seru Faizi dengan yakin.


"Berusahalah. Dan jangan sakiti adikku hem" pesan Aiden pada Faizi.


"Tentu, aku akan membuatnya bahagia." Kata Faizi dengan begitu bahagianya dan mengangguk yakin.


Aiden ikut tersenyum melihatnya. Dia tahu jika Faizi akan cocok bersanding dengan Fina. Dia hanya berdoa semoga segala sesuatu nya dilancarkan untuk keduanya. Dan dia juga berharap akan mendapatkan kisah cinta yang baik juga dalam hidupnya. Doa terbaik yang dia panjatkan untuk orang orang terdekatnya.


##############


Seorang gadis berjalan perlahan menuju sebuah ruangan. Ruangan yang menjadi tempat favoritnya. Perpustakaan. Tempat itulah yang ingin gadis itu datangi. Tangannya membuka pintu putih itu. Terlihat suasana menyejukkan seperti biasa, sangat tenang disini. Orang-orang begitu fokus dengan buku mereka masing-masing.


Fina berjalan mengitari setiap sudut dan setiap rak yang ada disana. Terlihat buku yang tersusun rapi di rak tersebut. Cover buku yang warna-warni terlihat bagus untuk dipandang.


Fina terus berjalan untuk mencari buku pilihannya. Dan setelah lama memilih, akhirnya Fina menemukan buku pilihannya untuk di baca. Fina mencari tempat duduk yang pas untuk dia membaca. Dia mulai membaca bukunya dengan wajah serius. Tak lupa ia gunakan kaca matanya yang sudah terpasang rapi dan bertengger manis di hidungnya.


“Fina ! Kau sedang membaca apa?"


Suara halus dari lelaki membuat Fina menatapnya. Cukup kaget saat melihatnya. Lelaki didepannya akhir-akhir ini selalu membuat jantungnya berdegup kencang. Dia selalu saja hadir dan bertindak secara tiba-tiba.


"Tentu aku menemuimu." Jawab Faizi santai.


Seharian dia mencari gadis didepannya ini. Sampai pada akhirnya dia harus bertanya pada Aiden mengenai tempat mana saja yang suka gadis ini kunjungi.


"Kau tidak ada kerjaan kak?"


"Tentu saja aku ada kerjaan"


"Lalu kenapa kau disini dan mengganggu ku?"


"Kerjaan aku memang disini. Mengganggu mu"


"Huh pergilah kak, aku sedang ingin membaca." kata Fina pada Faizi.


"Aku ingin pergi ke suatu tempat" ucap Faizi singkat.


"Tapi, kenapa kau malah disini dan mengganggu ku?" Tanya Fina lagi.


"Karena aku akan pergi bersamamu fina" jawab Faizi sambil tersenyum.


"Apa? Kenapa kau ingin bersama ku? Tanya Fina yang masih belum mengerti akan ucapan yang Faizi lontarkan padanya.


"Jangan banyak tanya, kau rapikan saja buku mu. Dan kita pergi sekarang" ucap Faizi sambil melipat buku yang baru saja di baca oleh Fina. Dan mulai menarik tangan Fina untuk berjalan keluar dari perpustakaan.


"Tapi..." saat didepan pintu keluar Fina mau menolak tapi Faizi langsung memotong ucapannya.


"Tidak ada tapi-tapian maupun penolakan dan semacamnya. Mengerti" potong Faizi cepat dan menarik Fina kembali untuk mengikuti langkahnya. Fina pun mulai pasrah.


###############


"Kita akan kemana kak?" Tanya Fina saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Nanti, kau juga akan tahu." Jawab Faizi dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area kampus.


"Tingkah mu aneh kak, menyebalkan" celetuk Fina sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tingkah mu sangat menggemaskan" seru Faizi saat melihat Fina yang sedang sebal.


"Kau meledek ku kak ish" ucap Fina dengan begitu sebalnya.


Faizi hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Fina yang seperti itu. Sangat menggemaskan, pikir Faizi. Tangan nya terasa gatal ingin sekali mencubit pipi chubby nya jika saja dia tidak sedang menyetir mobil.


#############


"Kau datang sendiri, dimana Faizi?" Tanya Andrea ketika melihat Aiden yang berjalan masuk ke basement seorang diri.


" Faizi sedang pergi dengan dia" jawab Aiden singkat.


"Dia.... "ucap Andrea menggantungkan ucapannya.


"Iya, Faizi pergi dengan Fina" ujar Aiden yang seolah mengerti akan ucapan Andrea selanjutnya.


"Jadi, mereka sudah jadian?"tanya Andrea penasaran.


"Belum, masih proses. Izi sedang berjuang". Balas Aiden sambil memainkan game di ponselnya.


"Tapi rencana kita berhasil kan?" Tanya Andrea lagi.


"Jika untuk menyembuhkan luka hati Izi kita berhasil. Tapi jika untuk menyatukan mereka itu masih belum" ucap Aiden menjelaskan. Aiden begitu paham akan karakter Fina maupun Faizi. untuk Fina sendiri hanya butuh pembuktian diri dan perasaannya. Sepenuh hati milik Fina ia gunakan untuk bisa menemukan teman hidupnya. Sedangkan jika Faizi bisa menemukan seseorang yang nyaman maka ia akan berusaha setulus hati untuk mendapatkannya.


"Tidak masalah untuk itu, aku yakin semesta akan membantu mereka untuk dekat. Jodoh tidak akan kemana" kata Andrea sedikit puitis.


Aiden hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabat nya itu. Sungguh aneh jika seorang Andrea yang begitu acuh dengan lingkungan sekitar, namun bisa begitu puitis saat membahas mengenai hal percintaan.


############


Shyshy kembali readers..


Jangan lupa untuk like, komen dan berikan vote pada novel ini ya. Biar shyshy jadi semangat nulisnya. Terimakasih semuanya.