Way Back Into Love

Way Back Into Love
Asing



Walau Flora saat ini masih bisa tersenyum, tapi Marvel bisa melihat kesedihan di mata indahnya.


"Kamu pasti terkejut melihat Alvaro seperti tidak mengenali kita ya?" tanya Marvel tanpa melihat ke arah Flora. Saat ini mereka berdua sedang berjalan menyusuri koridor perusahaan menuju basement kantor.


Flora tersenyum.


"Tapi kami memang tidak saling mengenal kak. Aku baru bertemu beberapa kali" jawab Flora.


Bila ditelaah lebih jauh memang benar adanya, tapi kenapa waktu itu terlihat jelas kalau keduanya saling mencintai? Lalu kenapa sekarang Liam seolah tak mengenali Flora sama sekali?. Padahal Marvel ingat sekali bagaimana perjuangan Liam bisa dekat dengan Flora. Bahkan dia rela pindah kampus. Apa mungkin itu hanya cinta sesaat saja?.


Marvel kembali menghela nafas. Dia tepuk-tepuk puncak kepala Flora berharap bisa menghilangkan sedikit saja gundah di hatinya.


Marvel hendak merangkul Flora untuk melanjutkan perjalanan mereka tapi dia urungkan niatnya ketika melihat Liam melewati mereka begitu saja. Jangankan menyapa, tersenyum pun tidak. Marvel tidak mengerti kenapa Liam seperti itu. Dia merasa begitu asing.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan Flora saat ini, dia merasa sedih karena Liam seperti jijik bila melihat dirinya. Itu terbukti ketika Liam lewat dia akan memalingkan wajahnya.


Marvel menepuk pundak Flora.


"Ayo kita jalan" ucap Marvel sambil tersenyum. Dia ingin sedikit menghibur Flora dengan senyumannya.


Flora mengangguk lalu mereka kembali berjalan menuju basement kantor.


...


"Pak, siapa mereka?" tanya Samuel asisten pribadi Liam. Bukan tanpa alasan Samuel bertanya seperti itu karena ternyata dari tadi mereka terus memperhatikan kedua orang tersebut sejak pertemuan mereka di lift tadi.


"Bukan siapa-siapa" jawab Liam ketus.


Samuel semakin terheran dengan boss nya itu karena dia yang selama ini ramah sejak pagi tadi berubah garang dan ketus. Sensian dan kesabarannya setipis tisu di bagi dua kena air.


"Apa mungkin mantan pacar Pak Al ya?" gumam Samuel dalam hati.


"Pak, nanti ada meeting tentang rundown acara kegiatan akhir tahun. Bapak bisa hadir?" tanya Samuel pula.


Entah sudah berapa kali Samuel dari tadi mengelus dada karena perubahan sikap Liam.


"Dia kenapa sih? Sensi sekali" keluh Samuel dalam hati.


"Baik pak" jawab Samuel pasrah.


Dia kembali mengikuti Liam yang hari ini wajahnya begitu seram dan mengerikan.


Bahkan saat melewati beberapa karyawan yang menyapanya dengan ramah, Liam hanya menganggukka kepala tanpa senyum sama sekali.


Nando salah satu yang menyapa atasannya itu.


"Lah...kenapa dengan di boss baru? Kemarin aja ramah banget... " gumam Nando terheran.


....


"Aku merasa begitu asing dengan Al yang sekarang" keluh Marvel saat dalam perjalanan menuju Shopping Center.


Flora yang awalnya melihat ke jendela seketika menoleh ke arah Marvel.


Flora bisa melihat tatapan kecewa dari mata Marvel.


"Dulu kami berteman begitu akrab, kemana-mana selalu bersama. Tapi semenjak insiden itu dia menghilang di telan bumi. Aku tidak mengerti kenapa dia seolah tidak mengenaliku. Padahal aku sudah menganggapnga seperti adik sendiri" ucap Marvel mengeluarkan isi hatinya.


"Pasti ada alasannya kak. Kakak yang lebih mengenali Liam daripada aku" hibur Flora.


Jujur Liam yang sekarang Flora tidak mengenalinya sama sekali karena di kehidupan yang berbeda sosok Liam selalu hangat dan perhatian padanya.


Bersambung...