Way Back Into Love

Way Back Into Love
Di rumahkan



Selagi menunggu Nando menyelesaikan tugasnya, Flora dan Marvel bergegas menuju kantor pusat Shopping Center untuk pengajuan proposal sekaligus permohonan maaf atas kekeliruan yang sudah terjadi. Marvel yang biasanya banyak bicara kini hanya diam saja. Dia masih kalut karena kerugian besar akan menimpa perusahaan apabila Shopping Center batal menjalin kerjasama.


Flora tentu menyadari kalau Marvel sedang marah besar padanya, tapi Flora sama sekali tidak salah. Dia tidak pernah mengirimkan proposal yang Marvel bawa. Itu bukanlah proposal yang dia buat. Tapi mau bagaimana lagi, proposal itu terkirim atas akunnya. Semoga saja orang itu tidak mengirimnya lewat komputer Flora. Bila iya satu-satunya cara adalah dengan melihat CCTV di jam tersebut. Dan semoga saja CCTV nya tidak dimatikan. Bila sampai dimatikan berarti memang pelakunya bermain begitu rapi.


"Kalau kamu memang mengirimkan proposal yang ini kenapa yang sampai bisa proposal jelek itu? Lalu kemana larinya proposal yang kamu buat?" Marvel sampai memijit keningnya karena benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.


"Aku juga tidak tahu kak, Aku bukanlah ahli dalam bidang teknologi. Tapi aku berani bersumpah kalau bukan aku yang mengirimkan proposal itu" jawab Flora. Tidak ada ketakutan sama sekali di raut wajahnya karena dia memang tidak bersalah.


Marvel hanya menghela nafas. Dia sering mendengar cerita Stefan kalau adiknya tidak salah dia akan tetap bilang tidak walau terdesak. Dan sekarang sepertinya juga seperti itu. Marvel pun jauh dilubuk hatinya ingin percaya pada Flora. Namun sayangnya bukti bukti belum mendukung kalau Flora memang tidak bersalah.


Kembali terjadi keheningan diantara keduanya hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di kantor pusat Shopping Center.


Marvel keluar lebih dulu dari mobil disusul oleh Flora yang mengekori dari belakang. Semoga saja mereka tidak menyecewakan CEO dari SC sehingga kerjasama masih bisa berlanjut.


...


Marvel, Flora dan CEO dari Shopping Center saat ini sudah duduk berhadapan. Untung saja CEO tersebut masih menyambut hangat kedatangan Marvel serta Flora.


"Sebenarnya saya menyayangkan bagaimana bisa perusahaan sebesar Pierry bisa salah dalam mengirimkan proposal. Sesuatu yang sangat sangat disayangkan. Tapi saya akan memberikan satu kesempatan kali ini. Jadi mohon jangan disia-siakan" ucap CEO tersebut tegas.


Mereka mulai membicarakan tentang kerjasama tersebut dan saat itu juga langsung menandatangi kontrak kerjasama.


Walau semua sudah bisa diselesaikan tapi masih ada satu masalah. Kejadian ini sudah di dengar oleh direktur utama Pierry hingga Flora terpaksa harus dirumahkan sementara.


....


Flora merapikan barang-barangnya sebelum menjalankan hukuman yaitu dirumahkan selama 1 bulan tanpa gaji. Valeria dan Wanda tersenyum senang melihat itu. Dia tidak menyangka kalau secepat ini Flora akan mendapatkan hukuman. Padahal baru beberapa bulan saja dia bekerja di Pierry tapi dia sudah melakukan kesalahan yang begitu besar hingga hampir saja kerjasama dengan market place besar terancam batal.


Wajah Flora tampak tenang dan tidak berkecil hati sama sekali. Dia yakin kalau sebentar lagi kebenaran akan terungkap. Tidak apa dirumahkan sementara yang penting dia tidak sampai di PHK.


"Ya Ampun... Ada yang di rumahkan...." ejek Wanda tanpa melihat ke arah Flora.


"Ya mau gimana lagi, kerjanya gak becus sih... Maklum fresh graduated memang begitu say..." ucap Valeria menimpali.


Flora tidak menjawab, dia bahkan tersenyum sangat manis. Selama dia tidak salah Flora tidak akan pernah takut.


Bersambung...