Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 11



Apapun itu aku ingin melaluinya bersamamu. Aku ingin menghapus setiap kenangan burukku, dangan kenangan indah saat bersamamu.


#############


HAPPY READING


Malam yang dingin ini menjadi saksi dari dua hati yang telah menjadi satu. Fina dan Faizi telah menjadi pasangan kekasih. Senyum bahagia terpancar jelas di wajah mereka berdua. Tak henti-henti nya mereka menyatakan pujian dan gombalan satu sama lain. Hingga pada akhirnya kegiatan tersebut harus mereka akhiri karena mobil yang dikendarai Faizi telah sampai di depan rumah Fina.


"Sudah sampai, kau masuk dan beristirahatlah" ucap Faizi pada Fina.


"Baiklah.. kau juga pulanglah kak. Dan terimakasih untuk malam ini". Balas Fina dengan senyuman manisnya.


Faizi hanya mengangguk mengiyakan. Fina bersiap untuk keluar dari mobil. Namun, tangannya di tahan oleh Faizi.


"Kau melupakan sesuatu" kata Faizi lembut.


"Apa?" Fina bertanya balik pada Faizi.


"I love you sayang" ucap Faizi sambil memeluk Fina. Fina membalas pelukan Faizi


"I love you too kak"


Setelahnya Fina melepaskan pelukannya dengan Izi dan berlalu keluar dari mobil itu. Faizi pun langsung menyalakan mobilnya dan berjalan keluar dari perkarangan rumah milik Fina. Sepeninggal Faizi, Fina memasuki rumahnya dengan senyuman yang terpatri manis di wajahnya. Hingga dia tidak menyadari bahwa dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi nya dengan wajah yang keheranan dan penuh tanda tanya.


" kau pulang larut lagi fin?" Ucap sebuah suara yang membuat Fina kaget.


"Haih Ara, kau mengagetkanku" Fina mengelus dadanya pelan akibat keterkejutan akan kedatangan Tiara.


"Biasanya juga kau tidak sekaget itu. Kenapa kau baru pulang? Kau kan tidak ada kelas sore? Dan lagi kenapa wajah mu terlihat berseri? Kenapa kau pulang dengan senior mu itu lagi? Dimana mobil mu? Apa kalian sudah begitu dekat? Hubungan apa? Apa berkencan?" Tiara memborbardir banyak pertanyaan untuk Fina.


Mendengar Tiara yang begitu cerewet dan banyak tanya ini membuat Fina melongo.


"Tidak bisakah kau bertanya satu-satu?"


Fina cukup paham akan sikap Tiara jika dia sedang dalam mood ingin tahu lebih banyak. Pasti dia akan menanyakan hal sedetail apapun yang muncul diotakknya. Karena hal itu pula yang membuat Tiara mengambil jurusan hukum. Agar dia bisa menjadi seorang pengacara yang hebat nantinya.


"Kau sudah mendengar pertanyaanku, maka sekarang tugasmu menjawab pertanyaanku satu per satu" kata Tiara sambil menyodorkan air putih dingin untuk Fina.


Fina meminumnya terlebih dulu. Dan menghela nafasnya sebentar.


"Aku pergi jalan-jalan dengan kak izi"


"Lalu?"


"Kita pergi ke sebuah bukit dengan pemandangan lampu yang begitu indah sambil memakan es krim"


"Kita? Apa maksud dari kata kita?


"Huh... dia menembakku" ucap Fina lirih. Tiara kaget mendengar itu.


"Kau menerimanya?" Selidik Tiara penasaran.


"Aku... em.." ucap Fina sambil di ikuti anggukan pelan sebagai jawaban.


Tiara yang mengerti itu pun kaget. Tak disangka bahwa dia akan mendengar berita ini begitu cepatnya. Baru beberapa hari yang lalu dia dan Fina membicarakannya. Dan sekarang mereka sudah menjadi pasangan kekasih. Tiara senang bahwa Fina telah mengakui akan isi hatinya sendiri.


"Ahhhh aku ikut berbahagia untuk mu fina sayang" seru Tiara memeluk Fina.


Fina membalas pelukan tersebut.


"Terimakasih Ara" balas Fina.


"Bagaimana kalo kita pesan ayam krispi kesukaanmu dan minum cola sebagai perayaan hm" Tiara memberikan ide untuk merayakan hari jadian Fina.


"Ide bagus, aku juga ingin sekali makan ayam krispi" seru Fina menyetujui akan ide yang dilontarkan oleh Tiara.


Dengan cekatan Tiara langsung menghubungi restoran ayam dengan layanan pesan antar.


##############


Dua orang lelaki sedang asyik dengan obrolan mereka, pertemanan yang dibangun saat menjadi mahasiswa di kampus ini sudah terbilang erat. Dua lelaki yang memilik paras tampan kaya dan banyak diminati wanita ini sedang bertukar pendapat mengenai bisnis. Dua lelaki yang tak lain Aiden dan Andrea begitu asyik jika mereka sudah mengobrol mengenai bisnis.


Hingga obrolan tersebut terganggu karena kehadiran sosok lelaki yang ikut duduk bergabung.


"Ada angin apa ini kau ke basement tengah malam hm?" Tanya Aiden pada lelaki yang ada disampingnya itu.


"Aku sedang bahagia" balas lelaki itu dengan tersenyum kecil.


"Kau sudah jadian dengan Fina?" Andrea bertanya to the point.


Mendengar pertanyaan Andrea membuat Aiden menjadi penasaran. Apa benar Faizi sudah menjadikan fina kekasih? Kenapa cepat sekali mereka jadian? Begitulah pemikiran Aiden saat ini.


"Sudah" jawab Faizi singkat.


"Ckck cepat sekali gerakan mu bro" seru Aiden.


"Karena aku tidak suka menundanya. Fina sangat istimewa untukku" Faizi memberikan senyumannya.


"Jika aku melihat Fina menangis karena mu. Kau bersiap berhadapan dengan ku, izi" kata Aiden memberikan peringatan pada Faizi.


"Tidak ada kesedihan, aku akan membuat dia selalu bahagia. Itu janjiku." Ucap Faizi dengan penuh keyakinan.


##############


Seorang lelaki dengan mobil sport mewahnya berhenti di depan rumah Fina. Ya lelaki itu tak lain adalah Faizi. Ia turun dengan kaca mata hitamnya. Ia tersenyum menyambut pagi yang terlihat cerah. Pagi ini dia menjemput Fina, kekasihnya yang baru diresmikan kemarin malam. Ia ikut melambaikan tangannya saat seorang wanita cantik yang tak lain itu Fina meneriaki namanya.


"Kak Izi" lelaki itu berjalan mendekati gadisnya itu. Memberikan pelukan hangat sebagai ucapan selamat pagi.


"Kau datang pagi sekali, ada apa kak?" Ucap Fina di sela-sela pelukannya.


"Aku merindukanmu sayang, kau tidak merindukanku" manja Faizi sambil mempererat pelukannya pada Fina.


"Aigoo, semalam kita bahkan bertemu kak. Kau ini. Aku harus berangkat kuliah." Ujar Fina


"Aku akan mengantarmu sayang" Faizi melepaskan pelukannya dan mengelus lembut pipi mulus fina.


"Fina kenapa kau meninggalkan aku" teriak Tiara di balik pintu rumah.


"Omo, kalian masih pagi sudah bermesraan saja" goda Tiara pada Faizi dan Fina.


Faizi sedikit bingung dengan wanita disebelah gadisnya itu. Dia hanya mengangkat alisnya dan memandang Fina dengan penuh tanda tanya. Seakan mengerti Fina pun memperkenalkan Faizi dengan Tiara.


"Kenalkan kak, dia Tiara sahabat kecilku" ucap Fina memperkenalkan sahabatnya itu.


"Aku Tiara dan kau pasti Faizi kan? Pacar dari fina" Tiara mengulurkan tangan nya pada Faizi.


Faizi menerima uluran tangan tersebut. Tak disangka bahwa wanita didepannya sudah mengenal dirinya.


"Yasudah ayok kita berangkat" ajak Faizi.


"Kau ikut dengan kami saja Tiara" ajak Fina pada Tiara. Tiara menggeleng.


"Kalian berangkat bersama saja, aku akan naik busway. Aku sungguh tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara kalian."


"Kau ini, lagian kak Izi juga tidak merasakan keberatan mengantar kita, iya kan kak?" Fina memandang Faizi. Dan Faizi mengangguk mengiyakan.


"Haih itu sangat tidak baik, sudah lah sana kalian berangkat. Aku duluan. Bye Fina" kekeh Tiara dan sambil berlalu jalan meninggalkan Fina dan Faizi.


"Yak..."teriak Fina pada tiara yang sudah berjalan cepat meninggalkannya.


"Yasudah Fina sayang, ayok berangkat. Kau bisa terlambat nanti" ajak Faizi kembali dan menarik tangan Fina.


Fina mengikuti langkah Faizi. Faizi membukan pintu mobilnya untuk Fina. Setelah dia pun masuk ke mobil dan mulai mengendarai mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Fina.


################


Tiara berjalan menuju halte. Dia menunggu busway untuk berangkat ke kampusnya. Tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah mobil yang berhenti disamping Tiara.


"TIiiiiiiiiiiinnn" seseorang yang ada didalam mobil tersebut membunyikan klakson mobilnya.


Tiara menoleh ke samping. Dia terkejut melihat mobil tersebut. Tiara sangat paham akan pemilik mobil itu. Tak berapa lama kaca mobil itu diturunkan.


"Naiklah, aku akan mengantarmu" ajak orang itu pada Tiara.


"Tidak usah kak, ini merepotkan". Tolak Tiara sopan.


"Kita searah, aku ada urusan disana. Jadi naiklah sebelum kau terlambat" ajak orang itu lagi.


Tiara memandang ragu, sesaat dipandangnya jam arloji yang melingkar indah di tangannya. Benar saja. Jika dia paksakan naik busway pasti dia akan terlambat. Dan dia sangat tidak suka akan keterlambatan. Setelah menimbang begitu lama, akhirnya Tiara menyetujui ajakan orang itu. Tiara berjalan memasuki mobil milik Aiden. Ya orang itu adalah Aiden yang menawarkan diri untuk mengantar nya ke kampus.


Didalam mobil begitu hening, hingga Aiden mulai bersuara.


"Kau tidak berangkat dengan Fina?"


"Tidak kak, tadi pagi kak Faizi menjemputnya. Aku tak mau menjadi obat nyamuk. Jadi ku putuskan berangkat sendiri." Cerita Tiara.


"Jadi Izi menjemputnya" gumam Aiden pelan namun masih sedikit didengar oleh Tiara.


###############


Fina dan Faizi telah sampai di kampus. Mereka berjalan beriringan. Senyum cerah nan bahagia mereka pancarkan selama berjalan bersama disepanjang koridor kampus. Tangan mereka bergandengan seolah-olah tak ingin melepasnya. Bersyukur Faizi tidak memiliki jadwal kelas pagi. Sehingga dia bisa leluasa mengantar gadisnya itu aman sampai depan kelasnya. Orang-orang yang berlalu lalang melihat mereka dengan pandangan iri. Namun, fina dan Faizi tidak begitu menghiraukannya.


"Mereka semakin dekat. Awas kau gadis murahan. Aku akan membalas penghinaan mu padaku" gerutu seseorang dengan kesalnya ketika tanpa sengaja melihat Fina dan faizi berjalan bersama.


###############


Shyshy selalu mengingatkan..


Jangan lupa untuk di like komen dan berikan vote kalian pada novel ku ini.


Terimakasih banyak readers..