Way Back Into Love

Way Back Into Love
Andai



Maya hendak melayangkan tamparan ke wajah Flora tapi dengan cepat Flora menahan tangan itu dan menghempaskannya.


"Dengar ya... Aku tidak pernah takut dengan ancaman kamu! Kamu kira aku cewek lemah yang bisa kamu ancam-ancam?" Flora sudah mulai geram dengan sikap Maya.


"Dan satu hal yang harus kamu tau. Aku dan Kak Zayn tidak ada hubungan apa-apa. Bagaimana dia mau suka dengan mu kalau begini jeleknya sifatmu?".


Maya tidak terima dengan kata-kata yang Flora ucapkan. Tangannya sudah melayang di udara siap menampar pipi mulus Flora lagi tapi dengan cepat Flora kembali menepis tangan itu.


"Kamu pikir kalau aku menjauh dari Kak Zayn maka dia akan mau sama kamu?".


Maya menggeram kesal. Dia tidak menyangka kalau Flora yang akhir-akhir ini lebih pendiam ternyata malah seberani ini.


"Dasar mulut sampah, beraninya kamu bicara seperti itu pada senior?" teriak Maya geram.


"Kenapa jadi aku yang bermulut sampah?" tanya Flora santai.


Tangan Maya sudah melayang lagi tapi kali ini bukan Flora yang menahan tangan itu, melainkan tangan seorang pemuda yang tentu saja Flora tau siapa pemiliknya.


"Senior macam apa yang beraninya sama adik tingkat?" pemuda itu mencekal erat tangan Maya hingga Maya mengaduh kesakitan.


"Sekali lagi kamu mengganggu My Angel, kamu berurusan sama aku" tegas pemuda yang tak lain adalah Liam.


Liam menghempaskan tangan Maya hingga Maya hampir saja terjatuh.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Liam sambil memegang kedua pundak Flora.


Flora dengan cepat menggelengkan kepalanya.


Maya sendiri langsung pergi dari sana dengan menggeruti. Tidak berhasil dengan cara seperti ini dia akan bermain secara halus.


Bagi Maya tidak ada kata menyerah sebelum dia berhasil mendapatkan Zayn.


...


"Kenapa dia mengancammu seperti itu?" tanya Liam pada Flora. Dia khawatir kalau Maya sampai bermuat nekat pada Flora.


"Dia mengira aku ada hubungan dengan Zayn" jawab Flora sejujurnya.


"Tidak perlu, aku bisa menjaga diri sendiri. Kalau hanya dengan kata-kata seperti itu aku sudah terbiasa. Kamu tidak perlu khawatir"ucap Flora.


"Tapi dia juga beberapa kali hendak menamparmu. Aku melihatnya" ucap Liam yang tidak bisa menutupi rasa khawatirnya.


"Aku bisa menjaga diri" ucap Flora sambil melepas tangan Liam yang masih berada di pundaknya.


Liam yang tersadar masih memegang kedua pundak Flora pun melepas sendiri pegangan tangan tersebut.


"Maaf aku sudah lancang" ucap Liam.


"Tidak apa-apa" sahut Flora.


"Kamu kenapa bisa disini?" tanya Flora.


"Aku pindah ke kampus ini" jawab Liam.


"Apa?" Flora begitu terkejut karena Liam pindah ke kampusnya. Setaunya dulu Liam tidak kuliah di kampus ini.


"Aku mulai hari ini pindah kesini. Kita akan semakin sering bertemu" ucap Liam tersenyum.


Deg


Deg


Deg


Bukannya senang Flora malah semakin sakit hati. Andai semua usaha Liam untuknya, Flora pasti akan menjadi wanita paling beruntung sedunia. Sayangnya Liam berjuang sampai pindah kampus bukanlah untuk dirinya melainkan untuk Anya. Cinta pertama Liam sendiri.


Tanpa berucap apapun Flora pergi dari sana membawa luka hati yang tak berkesudahan.


"Andai saja perjuangan ini untuk ku, Andai saja kamu mencintaiku, Aku pasti menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini" gumam Flora dalam hati.


Bersambung...