Way Back Into Love

Way Back Into Love
Part 7



Keesokan harinya Fina sedang menyiapkan peralatan untuk kuliahnya. Hari ini dia memiliki jadwal kelas pagi. Setelah selesai menyiapkan kebutuhan untuk pekuliahannya, dia pun langsung turun dari kamarnya menuju ruang makan. Terlihat di ruang makan sudah ada Tiara sedang menunggunya dan menyiapkan sarapan pagi. Tiara memang sesekali tidur di rumahnya, kadang Fina sendiri yang memintanya untuk menemaninya dirumah.


"Selamat pagi Ara" ucap Fina memberikan salam pagi pada Tiara yang sedang menyiapkan nasi telor dan salad sayur untuk sarapan.


"Selamat pagi juga Fina" balasnya seraya meletakan dua piring nasi telor dengan salad di atas meja makan.


"Tidur mu nyenyak, kau bangun pagi untuk menyiapkan ini?" Tanya Fina sambil menarik kursi untuk duduk.


"Tentu sangat nyenyak. Aku tidak biasa makan roti jadi aku lebih baik memasak sarapan sederhana ini. Kau menyukainya?". Ucap Tiara seraya memulai sarapannya.


"Aku suka, kau lebih baik tinggal disini saja selamanya. Biar aku bisa makan makanan yang bergizi hem". Seru Fina pada Tiara.


Fina begitu menyukai keberadaan Tiara karena pada akhirnya ada teman yang menemaninya makan. Sejujurnya Fina sangat tidak suka jika makan sendiri, itu membuatnya sedikit kurang berselera. Jadi kadang dia hanya menyediakan makanan yang sederhana saja.


"Akan ku pikirkan hm" jawab Tiara sekenannya.


Mereka pun menikmati sarapananya, dengan diselingi obrolan santai.


"Kau ada kuliah pagi juga Ara?" Tanya Fina kembali saat melihat pakaian Tiara yang begitu rapi dan sopan.


Pasalnya sekarang merupakan hari Rabu, Tiara hanya memiliki jadwal kelas saat sore hari saja. Jangan ditanya bagaimana Fina mengetahui jadwal perkuliahan Tiara. Karena Fina hafal ketika Tiara memintanya mengantarkannya ke kampus.


"Seharusnya tidak ada, Tapi dosen ku meminta kelas tambahan." Jelas Tiara pada sahabatnya itu.


"Kalau begitu, cepat kau habiskan sarapanmu. Kita berangkat bersama". Ajak Fina sambil menyudahi sarapannya.


"Naik apa? Bukankah mobil mu masih di bengkel? Tanya Tiara mengingatkan pada Fina perihal mobilnya yang mogok kemarin.


Fina pun seketika mengingatnya dan menepuk jidatnya karena lupa mengenai kejadian itu.


"Ah iya aku lupa, jadi hari ini kita naik busway dong?". Ucap fina dengan wajah sedikit lesu.


"Iyalah.. aku sudah selesai makannya. Kau habiskan teh mu. Aku akan ambil tas dan bersiap berangkat" jelas Tiara seraya berlalu menuju kamarnya untuk mengambil tas.


Fina pun menurut akan perintah Tiara. Dia menghabiskan teh hangat nya sambil menunggu Tiara kembali. Setelahnya mereka pun keluar rumah.


Tanpa diduga sebuah mobil honda jazz hitam baru saja tiba dan terparkir rapi di depan rumah. Fina dan Tiara begitu mengetahui pemilik mobil itu.


"Kak Aiden" pekik Fina seraya berjalan mendekati mobil itu.


"Masuklah aku antar kalian ke kampus" ucap Aiden dari dalam mobil.


Tanpa basa basi Fina pun langsung membuka pintu mobil bagian belakang.


"Kenapa kau duduk dibelakang, kau kira aku supirmu huh?" Tanya Aiden saat melihat Fina lebih memilih duduk di belakang dari pada duduk didepan samping Aiden.


"Aku ingin duduk dibelakang. Tiara kau saja yang duduk di samping kak Aiden" ucapnya singkat seraya menutup pintu mobil.


Mendengar penuturan Fina, Tiara begitu kaget. Pasalnya ini kali pertama dia bisa begitu dekat dengan Kak Aiden walaupun hanya duduk disamping nya saja. Perlu diketahui Tiara begitu menyukai sosok pria seperti Aiden. Tapi, karena nyalinya yang kecil membuatnya tidak berani mengungkapkan nya apalagi berfikir untuk bersanding dengannya, sungguh sangat tidak pantas. Dan pada akhirnya dia hanya bisa memendam perasaaan itu diam-diam.


"Yak kenapa kau melamun Tiara, ayo masuk. Kita bisa terlambat nanti" pekik Fina dari dalam mobil yang membuat Tiara tersadar dari lamunannya. Dia pun sesegera mungkin masuk kedalam mobil dan duduk di samping Aiden.


"Selamat pagi kak Aiden" ucapnya memberi salam ketika sudah berada di dalam mobil.


"Selamat pagi juga, Ara". Balas Aiden sambil menyunggingkan senyumannya. Setelahnya mobil yang dikendarai Aiden pun melaju meninggalkan perkarangan rumah Fina.


"Kau tumben pagi-pagi sudah kerumah dan menjemputku" tanya Fina pada Aiden.


Karena pada dasarnya sangat jarang seorang Aiden dengan baik hati mau mengantarkannya ke kampus. Kecuali jika dia sedang menginginkan sesuatu pasti dia akan melakukannya.


"Bukankah mobilmu mogok". Jawab Aiden sekenannya.


"Kau mengetahuinya" tebak Fina.


Dan Aiden hanya berdehem mengiyakan. Terfikirkan diotak Fina jika Kak Izi yang telah memberitahunya. Setelah obrolan itu suasana didalam mobil menjadi hening. Hanya terdengar suara mesin dan kendaraan yang berlalu lalang. Fina sudah asyik sendiri dengan earphone yang terpasang rapi di telinganya, mendengarkan musik favoritnya. Sedangkan Tiara hanya diam dan menatap ke luar jendela, kadang sesekali dia melirik ke arah Aiden yang begitu fokus menyetir.


"Dilihat dari dekat dia begitu tampan walau hanya dari samping" gumam Tiara dari dalam hati saat memandang dan mengagumi ketampanan Aiden dari samping.


Fina menyadari akan pandangan Tiara pada Aiden walau hanya sekedar melirik. Dia pun hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabat kecilnya itu.


Beberapa menit kemudian mobil Aiden telah sampai diparkiran kampus Fina. Fina pun bersiap untuk turun dari mobil.


"Tiara, kak Aiden aku duluan ya" ucap Fina seraya keluar dari dalam mobil.


"Semangat kuliahnya" ucap Tiara pada Fina seraya mengepalkan tangannya memberikan semangat pada Fina. Dan Fina hanya menganggukan kepalanya.


"Kak Aiden, antarkan Tiara dengan selamat ya. Jangan mengebut. Awas saja kau" pesan Fina pada Aiden.


"Aku mengerti, sudah sana masuk. Kami pergi dulu". Pamit Aiden dan mulai menjalankan mobilnya menuju kampus Tiara.


Didalam mobil cukup hening. Tidak ada obrolan sama sekali. Aiden tetap fokus menyetir dan Tiara hanya menatap jalanan dibalik jendela mobil.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Aiden tiba-tiba berusaha memecahkan suasana.


Karena sesekali di melirik dan melihat Tiara yang hanya memandang keluar jendela dengan memainkan jarinya di kaca jendela mobil.


Tiara yang mendengar pertanyaan itu pun mengalihkan pandangannya pada Aiden.


"Tidak ada, hanya melihat lihat jalanan saja kak" ucap Tiara dengan mengembangkan senyum dibibirnya.


"Jangan melamun, tidak baik" pesan Aiden dengan singkatnya.


Mendengar itu Tiara hanya mengangguk mengiyakan. Sungguh begitu canggung suasana ini. Tiara bingung harus bertindak seperti apa. Dekat dengan Aiden dan satu mobil seperti ini membuatnya serba salah jika bertingkah. Alhasil dia hanya diam saja di dalam mobil.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan kampus Tiara.


"Terimakasih kak, kau sudah mengantarku" ucap Tiara sebelum turun dari mobil.


"Sama-sama. Semangat belajar."seru Aiden seraya memberi semangat pada Tiara, tak hanya itu dia juga memberikan senyuman kecil padanya.


Tiara yang melihat nya pun membalas senyuman itu. Dan mengangguk pasti pada Aiden. Setelah Tiara turun dari mobil. Aiden beserta mobilnya berlalu meninggalkan perkarangan kampus. Hari ini dia tidak memiliki jadwal perkuliahan. Dia pun berencana untuk pergi ke pusat kebugaran untuk melakukan gym.


#############


"Sudah beres kak Faizi. Kau bisa membawanya." Jawab lelaki tersebut sambil menunjuk ke arah sebuah mobil.


Pagi ini Faizi ke bengkel untuk menanyakan perihal mobil Fina kepada sahabatnya yang tak lain merupakan juniornya dulu saat di sekolah menengah atas.


"Lecet pada mobil kau benarkan juga kan?" Tanya Faizi kembali seraya mengecek keadaan sekeliling mobil milik Fina.


"Seperti yang kau lihat kak. Sudah aku buat mulus seperti baru. Untuk mesin hanya masalah kurang perhatian si pemilik mobil saja kak. Mungkin jika rutin di service tidak akan mogok" jelas lelaki itu pada Faizi.


"Kerja bagus Tian, kau memang ku andalkan. Jadi mobil ini sudah bisa ku bawa ya". Seru Faizi pada juniornya yang tak lain bernama Tian.


"Tentu kak, sebentar aku ambilkan kunci mobilnya". Jawab Tian seraya berlalu menuju ruangan untuk mengambil kunci mobilnya.


" ini kak kunci mobilnya" ucap Tian sambil menyerahkan kunci mobil milik Fina pada Faizi.


"Terimakasih. Aku langsung pergi ya. Dan nanti akan ada orang yang mengambil mobilku." Pesan Faizi pada Tian.


" baik Kak.. hati-hati di jalan".


Faizi pun berlalu pergi dengan membawa mobil milik Fina. Sedangkan mobil pribadinya dia tinggalkan di bengkel milik Tian. Dia tidak khawatir pasalnya dia sudah menyuruh orang untuk mengambil mobilnya nanti.


Suasana hatinya sedang baik karena dia aku berjumpa dengan Fina. Bahkan saat berada di dalam mobil Fina. Aroma parfum milik Fina seolah-olah tertinggal didalam mobil itu. Dan pastinya membuat Faizi merasa Fina ada disampingnya. Entah apa yang difikirkan Faizi yang jelas dia merasa tenang dan nyaman.


##############


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Dan perkuliahan pada kelas Fina telah berakhir. Setelah dosen yang mengajar memberikan salam penutup pertanda berakhirnya perkuliahan. Fina segera membereskan bukunya.


Drrrttt ddrrtt


Ponsel Fina bergetar. Pertanda ada sebuah panggilan untuknya. Dia pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo" seru Fina saat menerima panggilan.


"Kau sudah selesai kuliah?". Ucap seseorang dari seberang.


"Baru saja berakhir kak, ada apa?" Tanya Fina sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Aku di parkiran basement, temui aku".


"Ah okay, aku segera kesana" ucap fina seraya mengakhiri panggilan tersebut.


Fina pun bergegas keluar dari kelas dan langsung berjalan menuju parkiran basement kampus.


############


"Kak Izi" panggil Fina sesaat setelah melihat lelaki beperawakan tinggi yang sedang bersandar di sebuah pagar sambil menikmati hembusan angin.


Lelaki yang menggunakan baju kemeja biru dongker perpaduan celana jeans dan tambahan aksesoris jam serta kacamata hitam yang bertengger dengan rapi di hidungnya yang mancung itu membuat Fina sedikit tersentak untuk tidak mengagumi sosok lelaki didepannya.


"Tampan" begitu lah yang terlintas dipikiran Fina setelah memandangnya dari jarak cukup dekat.


"Kau menunggu lama kak?" Tanya Fina basa-basi. Karena sejujurnya dia tahu bahwa lelaki tersebut baru saja sampai sesaat setelah menghubunginya.


"Tidak begitu lama". Celetuk Faizi sambil berjalan mendekat agar sejajar dengan Fina.


"Ada apa menemuiku kak?" Tanya fina kembali bermaksud menanyakan kehadirannya yang tiba-tiba seperti ini.


"Tentu saja untuk mengantarkan ini" ucap Faizi seraya mengeluarkan sebuah kunci dengan gantungan bertuliskan simbol FA.


"Lalu dimana mobilku kak?" Tanya Fina kembali. Karena dia belum melihat keberadaan mobil nya itu saat berjalan di sepanjang parkiran basement.


" itu di samping kanan mu" jawab faizi memberitahu dan menunjuk mobil yang ada disamping kanan mereka.


Fina pun segera berbalik ke samping kanan. Dan benar saja mobil kesukaannya dengan warna biru itu ada di depannya. Dia begitu takjub akan keadaan mobilnya seperti baru. Bahkan dia sendiri tidak meyadari saat sedang menghampiri Faizi.


"Ini benar mobilku?" tanya fina lagi memastikan bahkan dia berkeliling disekitar mobil itu. Untuk mengecek benar tidak nya itu mobil miliknya. Dan Faizi pun hanya menangguk mengiyakan.


"Oh tuhan, kau apakan mobilku kak. Kenapa begitu mulus seperti baru lagi" celetuk Fina saat melihat kondisi mobil nya saat ini.


"Hanya memperbaiki sedikit dan mempercantik nya fin" jelas Faizi


"Terimakasih kak" ucap Fina seraya mendekat ke arah Faizi dan memeluknya.


Faizi cukup tersentak dengan perlakuan fina yang tiba-tiba memeluknya.


"Terimakasih banyak kak. Aku menyukainya" ucap fina disela-sela pelukannya pada Faizi.


Karena tidak mendengar jawaban Faizi, Fina pun mendongakkan wajahnya menatap lelaki yang sedang dia peluk. Sampai akhirnya dia sadar dan mulai melepaskan pelukannya pada Faizi. Faizi pun mulai sadar dari keterkejutannya.


"Maafkan aku kak, aku tidak sengaja. Aku hanya merasa bahagia" sesal Fina.


"tidak apa-apa fin. Hem bagaimana jika kau mentraktirku dengan segelas coffee." Ucap faizi berusaha mencairkan suasana kembali.


"Tentu, aku akan mentraktirmu apa saja kak. Tidak hanya coffee kau bebas mau apa saja kak" jawab Fian menyetujui tawaran Faizi.


"Siap-siap saja uang mu terkuras habis" tantang Faizi pada Fina.


"aku tidak takut" ucap Fina remeh tidak memperdulikan perkataan faizi.


"biar aku saja yang menyetir" ucap Faizi pada fina. Fina pun menyerahkan kunci mobilnya dan berlalu masuk kedalam mobil. Begitupun dengan Faizi. setelah nya mobil Fina berlalu menjauh keluar dari parkiran basement kampus menuju cafe.


#############


mulai pendekatan lebih nih ...


always stay tune ya guys.


shyshy juga selalu mengingatkan jangan lupa untuk like, komen dan berikan vote kalian untuk novel ini.


terimakasih banyak readers..