
"Ini hanya mimpi, aku akan bangun setelah beberapa menit," ucap Elena menepuk kedua pipinya.
Louis menahan tangan Elena seraya menggeleng pelan, "Ini kenyataan. Fil adalah peneliti metode pelatihan ini, dia bahkan merahasiakan hal itu dari ku. Lalu bagaimana bisa itu kau tahu, kecuali kau mencuri itu darinya atau mengingat metode itu."
Elena melepaskan tangannya dari tangan Louis. Ia berdiri dari ranjang lalu mengusap tangannya dengan kasar, "Bagaimana bisa? kau mengulang kehidupan sebanyak 3 kali demi aku? apa kau punya keahlian mengendalikan waktu?"
"Tidak. Tapi ibu ku punya, dia memberikan aku 3 mutiara yang diwariskan turun temurun dalam keluarganya. Dia memberikan itu pada ku agar aku bisa mengulang kehidupan jika sesuatu terjadi pada ku saat menjadi kaisar nanti, dan aku yang tidak tertarik menjadi kaisar apalagi tidak berniat menggunakan benda itu, sampai kabar kematian sampai ke telinga ku. Di saat itu ada perasaan sedih, kecewa, dan tidak rela dalam hati ku. Aku pun menggunakan benda itu dengan harapan semuanya akan berubah. Namun tidak ada yang berubah, kau masih tetap sama sampai hari di mana kau masuk ke akademik 5 tahun lebih cepat dan memutuskan hubungan mu dengan Ernest."
"Kenapa aku harus aku? kau mengulang kehidupan ku agar aku tetap hidup. Tapi tanpa sadar kau telah membuat ku menderita berkali-kali, kenapa tidak kau katakan kebenaran tentang Ernest pada ku sejak awal?"
"Kau tidak ingat. Saat pertama kali aku mengulangi kehidupan ini, aku mengatakan semua keburukan Ernest pada mu. Kau tau apa yang kau katakan pada ku? omong kosong, Ernest bukan pria berhati buruk sepertiku. Bukan hanya sekali kau mengutuk ku, aku tahu mengulang kehidupan itu kesalahan yang besar karena kau tidak akan ingat apa pun. Aku bisa apa? aku ingin tetap berharap walau pun demikian, aku ingin mencintai mu dengan cara ku. Maafkan aku Elena, salah ku ini semua salah ku."
Louis turun dari ranjang lalu ia berlutut di depan Elena, "Tolong maafkan aku. Aku hanya buta mencintai, sampai membuat kau menderita bahkan selalu saja aku datang terlambat sampai kau harus mati berkali-kali. Aku bersumpah, demi apa pun aku hanya ingin kau bahagia."
Elena tidak bisa menatap Louis, ada perasaan aneh bercampur aduk dalam hatinya. Ia tidak tahu harus berterima kasih atau marah dengan kenyataan ini, jika ia berterima kasih maka apa yang terjadi setelah ini? dan jika dia marah maka dia akan menjadi orang paling jahat di dunia
"Istirahatlah," ucap Elena. Ia bergegas meninggalkan Louis begitu saja. Hatinya berada didalam dilema yang besar.
*****
Hari sudah gelap dan Elena belum datang menemui Jolycia, ia tidak bisa menunggu Elena lebih lama lagi untuk mengatakan pesan dari Rani kepada para pengikut Alden.
Jolycia meminta Hydra mengantarkannya ke dunia bawah di Kerajaan Monster, Hydra awalnya enggan untuk pergi karena Elena tidak mengatakan apa pun dan belum datang mengunjungi kediamannya. Namun, ia juga tidak bisa menolak Jolycia karena dia kenalan Elena. Setelah pertimbangan yang matang Hydra pun mengantar Jolycia ke Kerajaan Monster.
Melihat Jolycia datang ke dunia bawah membuat Vivian terkejut, ia tidak menyangka wanita ini akan tiba di sini.
"Siapa dia, Hydra?" tanya Damian mendekati keduanya bersama Yoluta, dan Casey.
"Aku adalah Jolycia," jawab Jolycia, Damian tersentak mendengar nama itu.
"Alden pasti akan senang memiliki putri yang manis seperti dia, aku akan memberikan nama Jolycia pada putri Alden."
Ingatan Damian tentang nama itu kembali setelah ratusan tahun terlupakan, ia tidak menyangka akan bertatap langsung dengan pemilik nama itu.
"Jolycia siapa?" tanya Yoluta yang tidak tahu apa pun.
"Dia adalah wanita dalam tahanan Euros lalu di ambil alih oleh raja dewa, diyakini sebagai putri Raja dan Ratu Monster," jawab Vivian mengejutkan semua yang ada di sana.
"Salam Tuan Putri Jolycia," semua kesatria kegelapan, para monster, bersama Casey, Yoluta, dan Damian berlutut di depannya.
"Jangan bicara seperti itu, Putri Jolycia. Kami tidak punya keraguan sama sekali akan diri anda," balas Yoluta.
"Itu adalah kenyataan yang keluar langsung dari mulut Rani. Banyak yang percaya aku anak Rani, sebenarnya itu tidak benar sama sekali. Entah apa yang terjadi. Tapi Rani tahu betul, aku dan putrinya tertukar di suatu tempat karena kejadian yang tidak bisa dihindari," jelas Jolycia.
"Tidak mungkin." Semua yang ada di sana tidak percaya penjelasan itu.
"Rani sering muncul dalam mimpi ku, dia meminta maaf atas apa yang terjadi pada ku dan berjanji kalau putrinya akan datang menyelamatkan ku. Seperti yang kalian lihat aku sudah keluar dengan selamat dari kediaman raja dewa dan di selamatkan oleh anak dari Rani. Elene Abraham," ungkap Jolycia menggemparkan Kerajaan Monster.
Bugh!
Yoluta pingsan tanpa alasan yang jelas, untuk saat ini semua perhatian tertuju pada Yoluta. Mereka akan membahas masalah tentang kebenaran itu lebih lanjut nanti.
Vivian diam-diam mengirim surat pada Hans agar dia datang, setelah itu dia pergi menemui Jolycia yang sedang beristirahat.
"Kebenaran terlalu besar dan menyakitkan bagi yang lain, termasuk aku. Beri mereka waktu untuk menenangkan diri," ucap Vivian yang duduk di samping Jolycia.
"Sebenarnya mengatakan hal itu secepat ini bukan keputusan yang benar, dan aku tidak mau menunda lebih lama lagi. Rani mungkin hanya muncul dalam mimpi ku selama ini. Tapi dia melindungiku, dan mengajari aku cara menjadi kuat agar bertahan dari kekejaman Alfred. Pria itu sangat busuk jangankan menjadi dewa, dia bahkan lebih buruk dari iblis," balas Jolycia.
"Kenapa bisa bagi mu Alfred seburuk itu?"
"Aku benci dia, sangat membencinya. Aku bagaikan boneka yang setiap saat dikendalikan olehnya, aku tidak punya harapan untuk hidup sesuai dengan keinginan ku. Karena apa? karena aku dipercaya sebagai anak dari Rani."
"Apa yang dia lakukan pada mu?"
"Karena aku anak Rani, dia selalu meminta ku bersikap layaknya Rani dan tidak bisa membuat kesalahan sedikit saja. Obsesinya akan diri Rani sangat besar, sampai dia ingin menikah dengan ku. Bukan hanya sekali dia menghukum ku dengan berbagai cara, saat aku tidak mau patuh padanya."
"Bajingan itu. Dia ternyata sangat kejam, selama ini sikap itu ia sembunyikan dibalik topeng kebaikannya yang palsu."
"Kau benar. Aku sudah tidak tahan lagi, dia pasti sudah mencari ku saat ini, entah apa yang dia lakukan padahal di sana masih ada Elena. Bagaimana jika dia di tahan oleh Alfred setelah dia melihat wajah Elena mirip sekali dengan Rani? itulah salah satu sebab aku tidak mau menunda untuk memberitahukan kebenaran ini, Elena mungkin sekarang dalam bahaya." Jolycia menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil menangis. Hans yang sudah tiba dan mendengar percakapan mereka saat ini terbakar oleh api amarah, dia kecewa karena Alfred sudah berbohong padanya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘