
Rani tinggal bersama para naga untuk waktu yang lama, hingga pada suatu ketika terjadi hal buruk pada para naga. Para naga mulai terkena wabah dari penyakit yang aneh, suhu tubuh para naga menjadi sangat tinggi lalu perlahan kulit mereka ada muncul luka yang membuat siapa saja merinding melihatnya.
Rani saat itu berjuang mati-matian meneliti penyakit itu sampai meracik berbagai ramuan yang bisa mengobati penyakit itu, percobaan ramuannya berkali-kali selalu gagal. Ia sampai menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk menekan penyakit itu. Namun hanya sedikit dari para naga yang bisa ia selamatkan, karena Rani selalu kehabisan tenaga dalam dan pingsan berhari-hari karena terlalu banyak tenaga dalamnya yang terkuras sampai habis.
Banyak anak yang menangis kehilangan orang tuanya, begitu pun sebaliknya. Pemandangan ini menyakiti hati Rani sebagai ahli ramuan, dan keadaan semakin memburuk karena penyakit itu menular lebih cepat.
Rani terpaksa harus memisahkan para naga dari yang tertular dengan naga yang masih sehat, Rani mencari tempat untuk mengasingkan naga yang masih sehat. Mencari tempat Rani serahkan kepada naga yang lain, sampai mereka menemukan wilayah besar di bawah jurang yang sekarang menjadi tempat tinggal semua ras naga. Rani memberi nama tempat itu menjadi Lembah naga.
Para naga yang sehat tinggal di sana dengan perasaan cemas, Rani tidak mengizinkan mereka meninggalkan tempat itu sampai dia kembali. Waktu terus berlalu para naga di pengasingan hidup bahagia di bawah jurang itu, mereka ada yang bekerja di ladang, dan berburu. Karena tidak adanya pemimpin mereka pun mengangkat satu orang sebagai kaisar para naga yaitu ayah Aizen, ia adalah naga terkuat.
Hidup mereka pun perlahan mulai berubah saat mereka menemukan jalur dagang keluar dari lembah naga, salah satu naga tidak sengaja menemukan jalan keluar itu dari lembah menuju kota para dewa. Berkat hal itu hidup para naga berubah, kini mereka menjadi salah satu ras terkuat di dunia atas yang terpandang.
3 tahun kemudian Rani kembali ke lembah naga bersama para naga yang berhasil ia sembuhkan, mereka bergabung bersama keluarga mereka setelah terpisah untuk waktu yang lama.
"Terima kasih." Semua naga menunduk di hadapan Rani, Rani senang melihat mereka akhirnya berkumpul lagi.
Rani menjadi satu-satunya manusia yang abadi di dalam hati para naga, bahkan para dewa pun tidak bisa membuat kedua ras naga itu damai. Namun perdamaian itu bisa di lakukan oleh satu manusia saja, dan saat para dewa mengabaikan penyakit yang para naga derita hanya Rani memberikan pertolongan tanpa pamrih, bagi para naga Rani adalah manusia berhati mulia lebih dari seorang dewa.
Dan saat Rani meninggalkan Lembah Naga, naga yang merupakan pelukis melukis wajah Rani lalu menjual lukisan itu. Banyak naga membeli lukisan itu untuk mengenang kebaikan Rani atau untuk menghilangkan rasa rindu mereka akan Rani.
Bertahun-tahun berlalu. Damian yang merupakan ras naga hitam akhirnya kembali dari berkelana, ia menceritakan banyak hal sampai ia berhasil menjadi pengikuti penguasa monster, ia telah berjanji akan melayaninya sampai akhir hayat. Aizen yang saat itu sudah menjadi kaisar naga merasa iri, ia juga ingin melayani seseorang terutama Rani.
"Aku juga melayani Rani, karena dia adalah istri dari penguasa mosnter. Apa kalian tahu Rani sebentar lagi akan menjadi ibu," ucap Damian membuat semua naga bahagia, mereka semakin tidak ingin bertemu dengan Rani yang sekarang.
"Damian, apa aku bisa menemui Rani?" tanya Aizen membuat semua perhatian tertuju padanya.
"Hah? kau sekarang adalah kaisar naga, tidak bisa meninggalkan lembah. Aku akan mengajak Rani ke mari nanti, bagaimana?"
"Tidak bisa, ku rasa. Sekarang dalam perut Rani ada keturunan penguasa monster, kekuatan gelap tidak bisa menginjak dunia atas. Jadi percuma saja," jawab Aizen. Membuat para naga kecewa dan bersedih.
"Kau lupa siapa diri mu sendiri. Kau adalah naga mau itu rakyat dunia bawah atau tidak, kau tetaplah bagian dari dunia atas. Karena itulah kau bisa masuk ke mari," jawab Aizen membuat Damian bungkam.
Aizen kembali bersedih, seandainya ia bisa melepaskan gelarnya sekarang atau mengembalikan hidup para naga sama seperti dulu tanpa ada kata pemerintah dan rakyat, di mana semua naga hidup setara maka ia bisa pergi keluar lembah kapan saja dia mau. Ada beberapa tetua naga menyadari kesedihan Aizen yang tidak bisa keluar dari Lembah naga, mereka pun mengatakan jika Aizen ingin menghentikan pemerintahannya mereka bersedia menerimanya dan bersedia hidup seperti dulu.
Aizen merasa senang. Namun itu semua tidak mudah, ia harus mengurus beberapa kepentingan ke dunia atas tentang berhentinya masa pemerintahan di Lembah Naga karena Aizen saat ini merupakan salah satu penguasa dunia atas. Sayangnya sebelum formalitasnya selesai berapa bulan kemudian, terdengar ada perang antara para dewa dengan 3 Raja dunia bawah. Tapi hanya ada 2 Raja dunia bawah yang bertarung, saat itu Aizen terus merasa cemas hingga berdoa siang malam untuk keselamatan Rani bersama anaknya.
Namun semua doanya tidak terkabulkan, kabar penguasa monster yang meninggal bersama istrinya membuat Aizen merasa sangat terpukul. Hatinya hancur sampai tidak keluar dari kediamannya selama ratusan tahun, ia terus menunggu kabar dari Damian tentang anak dari Rani.
Sayangnya ia mendapatkan kabar duka lagi, anak Rani berhasil di temukan oleh para dewa dan Damian di segel di tempat yang tidak diketahui oleh orang banyak. Pada saat itulah Aizen keluar dari kediamannya lalu mengambil sumpah sampai ia berhasil menemukan anak Rani, dia tidak akan menikah atau melepaskan masa pemerintahan di Lembah Naga jadi semua naga dari berbagai ras harus patuh padanya. Sumpah sepihak itu mau tidak mau harus di terima oleh semua rakyat Lembah Naga.
*****
Mendengar cerita itu Amelia menangis lalu memeluk Aizen, ia ikut merasa senang karena sekarang Aizen bisa terlepas dari belenggu yang telah mengikatnya di Lembah Naga selama ratusan tahun. Amelia tidak tahu cerita itu karena ia baru di lahirkan 25 tahun yang lalu, dan menjadi tunangan Aizen pada usia 20 tahun atas saran dari para tetua Lembah Naga.
"Wajahnya sangat mirip dengan Rani. Wajah nakal ini jika di lihat oleh para tetua lembah mereka pasti akan langsung mengenalinya," ucap Aizen mengelus kepala Elena.
"Aku tidak tahu bagaimana anak ini bisa lepas dari penjara para dewa. Tapi aku sangat bersyukur, jika aku tidak bisa melindungi Rani maka akan ku lindung permata terakhir darinya. Ya, itu harus aku lakukan demi dia yang tinggal di hatiku," batin Aizen tidak berhenti tersenyum.
Setelah itu Aizen pergi ke pusat dunia atas untuk mengakhiri apa yang belum sempat ia selesaikan 23 tahun yang lalu, setelah itu ia akan pergi ke dunia bawah untuk menemui Damian agar bisa menyampaikan kabar gembira ini.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘